
Shiren terbangun dari tidur nya kala sinar matahari pagi mulai merembes masuk dari balik tirai jendela kamarnya,ia meregangkan ototnya sebelum bangkit dan beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Hari ini mereka akan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju hutan mati,Shiren dan Zhi Shu keluar dari kamar nya untuk berpamitan pada Duan Luan dan Xiao Rue.
Kedua orang itu sudah menunggu di lantai bawah di sebuah meja dengan empat kursi yang berada di unjung ruangan.
"udah lama ya nunggu nya?…"
"ngak kok,baru aja duduk…"jawab Shiren sambil tersenyum.
"hmm…Xiao Rue mana?" tanya Duan Luan
Shiren dan Zhi Shu serempak mengangkat bahunya tanda tak tahu.
"maaf ya telat,ketiduran tadi…"Xiao Rue tampak duduk dengan tergesa-gesa.
"iya ngak papa…"
"kita sarapan dulu ya sebelum berangkat…"usul Shiren
"ok…"
mereka memakan sarapan nya masing masing dengan khidmat.
____
Setelah membayar uang sewa kamar nya,Shiren, Zhi Shu,Duan Luan,dan Xiao Rue keluar dari penginapan dengan beriringan.
"kalian rencananya mau kemana?…"tanya Duan Luan pada Shiren dan Zhi Shu.
"kami rencananya mau ke hutan mati, ada sedikit urusan di sana…"jawab Shiren.
"oh…"
"Lulu habis ini mau kemana?!!…" (Lulu panggilan kesayangan Shiren pada Duan Luan.)
"hmm…mau ke ibu kota kerajaan Qian ,ada yang ingin aku urus di sana…"
"oh…"
"aku ngak di tanya nih…"ujar Xiao Rue.
"kak Xiao habis ini mau kemana?"
"kakak Xiao habis ini mau kemana?"
"Xiao Rue habis ini mau kemana?"
tanya Shiren,Duan Luan,dan Zhi Shu serempak dengan nada mengejek.
"dari ketiga nya cuma panggilan Shiren yang ngak enak di dengar…"
__ADS_1
"panggil kakak kayak Zhi Shu sama Lulu gitu, atau sayang …kan enak di dengar…"
"iya iya,kak Xiao mau kemana habis ini?"Shiren tersenyum dengan terpaksa.
"hmm…ngak kemana-mana sih,paling di kota sebelah mau ikut pelelangan…"
"kalau gitu ngapain minta di tanya tadi…"Zhi Shu mendengus kesal.
"setelah urusan kalian selesai,kira-kira kalian akan kemana?…"tanya Xiao Rue.
"hmm…kalau aku belum tau mau kemana"
"aku pengen menjelajahi benua teratai ini…"jawab Shiren mantap
"benarkah?sepertinya itu akan menyenangkan…boleh aku ikut?…"tanya Duan Luan antusias.
"tentu saja…"
"apa aku juga boleh ikut?sebenarnya dari awal aku juga ingin berpetualang menjelajahi benua ini tapi aku tak punya teman…"
"boleh,jika kau ikut pasti akan semakin seru…"
"baiklah,bagaimana jika urusan kalian telah selesai kita bertemu di perbatasan kerajaan Qian ,aku akan menunggu kalian di penginapan yang berada tak jauh dari perbatasan…"usul Xiao Rue.
"baiklah, aku setuju…" ujar Shiren
"baiklah, setuju…"
"ok,aku akan menunggu kalian di sana…" Xiao Rue beranjak pergi.
"ok…"
_____
Shiren dan Zhi Shu sampai di sebuah hutan yang terlihat cukup menyeramkan,tak ada satu pun hewan yang tampak di hutan itu.
Semua pohon pohon yang ada di sana tidak memiliki daun dan berwarna kehitaman bekas terbakar,bahkan ada beberapa yang masih mengeluarkan asap.
Hutan itu tampak sangat gelap di tambah dengan pohon-pohon menjulang tinggi yang hangus itu bahkan tanah yang mereka pijak juga berwarna kehitaman.
"glek…"
"kak,yakin mau masuk…" tanya Zhi Shu ragu.
"yakin,kita kan mau nolongin Ling Fei…"jawab Shiren yakin.
Zhi Shu yang mendengar nama Ling Fei kembali bersemangat,
"ya udah ayo,demi Ling Fei…"
Mereka berjalan dengan hati-hati memasuki hutan itu,sesekali jalan mereka terhalang oleh ranting pohon yang tiba-tiba jatuh di depan mereka tapi mereka masih bisa mengatasinya.
__ADS_1
Mereka sampai di tengah hutan dengan selamat,di tengah hutan itu terdapat sebuah pohon besar yang merupakan pohon satu satunya yang tidak terbakar seperti yang lainnya.
Shiren dan Zhi Shu berhenti sejenak karna merasa lumayan letih karna perjalanan yang lumayan jauh itu,tanpa sengaja Shiren menempelkan sebelah tangannya pada batang pohon yang ada di samping nya sambil mengatur nafasnya yang sedikit tak beraturan.
"lanjut?"tanya Shiren setelah lumayan tak ke capek an lagi.
"lanjut!!…" mereka kembali melangkahkan kakinya ke pohon besar di teng hutan itu.
Tanpa Shiren sadari, saat sebelah tangannya menempel pada batang pohon tadi,elemen penyembuhannya keluar dari tubuhnya dan masuk ke dalam batang pohon itu.
Batang pohon itu perlahan-lahan kembali berwarna coklat,daun-daun dan bunganya kembali tumbuh dan mengisi ranting pohon yang kosong itu hingga tak terlihat lagi.
Pohon itu kembali tumbuh dan terlihat sangat subur bahkan tak ada tanda-tanda bahwa pohon itu pernah terbakar sebelumnya.
Sepasang mata, yang sedari tadi terus mengamati kedua orang asing yang masuk ke kawasan hutan mati itu tampak tak berkedip menyaksikan keajaiban itu.
Sepasang mata itu kembali menghilang di antara batang pohon mati di sekelilingnya tanpa ada yang menyadari kehadirannya.
____
"kak,kok pohon ini terlihat aneh sih…"
"aneh gimana,pohon ini kayak pohon biasa kok"jawab Shiren sambil memperhatikan pohon itu.
"ya aneh aja,masa yang lainnya gosong kayak gitu,dia malahan kayak ngak kena bakar sedikit pun,"Zhi Shu menunjuk pohon yang ada di samping pohon besar itu.
"iya sih,"
"gimana kalau kita periksa pohon ini,siapa tau kita nemu petunjuk…"usul Zhi shu
"ide bagus…"
Mereka berdua mulai memeriksa pohon itu dengan teliti,tetapi mereka tak menemukan sesuatu yang aneh kecuali sebuah ranting kecil yang ada di depan Shiren berdiri.
Ranting itu tumbuh di tempat yang sangat pendek bahkan sejajar dengan tinggi Zhi Shu panjang nya pun hanya sepanjang telapak tangan Zhi Shu.
"apa kau menemukan sesuatu kak?…"
Shiren menggeleng sambil mengangkat bahunya,
"kecuali ranting itu…"ujar Zhi Shu dan Shiren serempak sambil menunjuk ranting nya.
Zhi Shu dan Shiren saling tatap,perlahan mereka mendekat ke ranting pohon itu.
Zhi Shu mencoba menarik ranting itu tapi tak terjadi apa apa,ia kembali mendorong ranting nya tapi ranting itu tak bergerak sama sekali.
Giliran Shiren yang mencoba,entah ide dari mana ia mencoba memutar ranting itu dan menarik nya lalu mendorong nya seperti membuka sebuah pintu.
"cklek…"
_____
__ADS_1
bersambung……🍁🍁🍁🍁