
Shiren membopong tubuh Duan Luan sampai di dekat sebuah pohon besar yang sangat rindang, yang berjarak kira-kira seratus meter dari panggung pertandingan,ia menyenderkan tubuh Duan Luan di batang pohon itu.
Shiren menyeka keringat yang ada di dahinya kasar, karna cuaca yang lumayan panas yang membuatnya sedikit gerah.
"heh!!turun!! ,mau sampai kapan kau disitu!!"teriak Shiren tepat di bawah pohon.
"eh…kok kamu tau sih, aku ada di sini?" ujar pria itu.
"ya iyalah,orang stress mana coba yang bawa-bawa kursi ke atas pohon selain kau…"ujar Shiren sambil melirik kursi panjang dengan sandaran yang membentang di antara dahan pohon itu.
"yeee…kan biar bisa nonton kamu dari sini, lagi pula dahannya ngak enak buat diduduki in makanya aku bawa aja kursi nya ke atas…"pria itu melompat turun dari sana sambil menentang plastik makanan.
"ya ngak gitu juga bambang…" ujar Shiren gemas
"nama ku Xiao Rue bukan bambang,siapa juga si bambang ini?! pacar kamu?!" tanya nya sedikit kesal dengan penuh selidik.
ya lelaki itu adalah Xiao Rue yang semenjak dari kerajaan Dong mengikuti Shiren dengan menjaga jarak sekitar seratus meter di belakangnya,namun Shiren sudah mengetahuinya sesaat setelah keluar dari penginapan.
"ngak,bukan siapa-siapa…"
"ekhem…ini mau di apain?…"Zhi Shu menghentikan perdebatan mereka sambil menunjuk Duan Luan, yang hanya diam sedari tadi sambil menatap pertengkaran mereka berdua.
"kan gara-gara kau aku jadi lupa sama Duan Luan…"Shiren menyalahkan Xiao Rue.
"kok salah aku sih,aku kan ngak ngapa-ngapain…"Xiao rie membela diri.
"ngak ada cerita pokoknya salah kau…"Shiren bersikukuh.
"tapi kan…"
"udah iya in aja, kalau ngak dia ngak bakal berhenti ngomel…"bisik Zhi Shu di samping Xiao Rue.
"aku kan…"
Shiren menatap Xiao Rue dengan tatapan'kamu yang salah' pada Xiao Rue.
Xiao Rue hanya menghela nafasnya kasar dan memilih mengalah
"iya,iya salah aku…puas?!…"
__ADS_1
"gitu kek dari tadi, kan emang kau yang salah…"Shiren mendekat ke arah Duan Luan.
"bener kan kata ku, langsung berhenti…"Zhi Shu terkekeh pelan setelah berbisik pada Xiao Rue.
"hmm…"
Shiren mengeluarkan beberapa herbal tingkat tinggi dari kalung penyimpanan nya.
"ini pakai lah…"Shiren menyerahkan herbal itu ke tangan Duan Luan.
"tidak usah,aku tak pantas menerima nya, lagi pula aku sudah punya beberapa herbal dari pertandingan tadi…"tolak duan luan.
"herbal itu tak akan cukup untuk menyembuhkan mu, walaupun di tambah herbal yang di beri Shiren masih membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan luka lukamu ini…"ujar Xiao Rue.
"dia benar…luka mu lumayan parah jadi butuh banyak herbal untuk menyembuhkan nya."
"ini adalah pil penyembuh tingkat 8 kau bisa mengunakannya…"Xiao Rue menyerahkan sebuah pil ke tangan Duan Luan.
"tapi…"
"ngak ada tapi-tapi an ,pakai lah atau ku buat lebih parah lagi dari ini…"Shiren dengan cepat memotong perkataan Duan Luan.
dia berusaha sekuat tenaga mengubah posisi duduknya seperti bentuk lotus di bantu oleh Shiren.
Duan Luan mulai menutup matanya setelah menelan pil penyembuh yang diberikan Xiao Rue ,untuk menyerap herbal-herbal yang berjejer di hadapannya.
"woi!!itu kursi di turun in dulu kek!! ngilu nengoknya kalau kena kepala orang gimana?!!!…"teriak Shiren pada Xiao Rue yang hendak berjalan menjauh sambil bergandengan dengan Zhi Shu mencari cemilan.
Xiao Rue tak menghiraukan teriakan Shiren,ia masih sedikit kesal karna tadi Shiren menyebut nama laki-laki lain pada nya, belum lagi ia sempat kena semprot omelan Shiren.
"memanglah!!…"Shiren terpaksa menurunkan kursi itu sendiri.
Sulur-sulur tanaman keluar dari dalam tanah tempat Shiren berdiri dan menjalar ke atas dahan pohon tempat kursi itu bertengger manis.
Sulur itu satu persatu mengikat kursi nya dan perlahan turun.
Shiren meletakkan kursi itu di bawah ranting pohon dengan daun yang lumayan lebat.
Shiren duduk di kursi itu, ia memejamkan matanya sejenak,angin sepoi-sepoi perlahan menggelitik wajah Shiren dan membuat rambut nya berkibar-kibar dengan lembut.
__ADS_1
Shiren begitu menikmati hembusan angin itu, hingga dia tak sadar Xiao Rue sudah duduk di samping nya sambil memperhatikan wajah Shiren lekat-lekat.
"kau mau tidur jangan disini, nanti di culik orang loh…"ujar Xiao Rue.
Shiren dengan cepat membuka matanya,
"siapa yang tidur sih,orang lagi menikmati angin sepoi-sepoi kok…"
"oh iya, Zhi Shu mana…"Shiren celingak-celinguk mencari Zhi Shu di belakang tubuh Xiao Rue.
"tuh…lagi nangkring di atas pohon…"
Shiren medongakkan kepalanya ke atas,Zhi Shu tampak asyik memakan cemilannya dengan mengayun-ayunkan kakinya kedepan dan kebelakang sambil bersandar di salah satu dahan pohon.
Xiao Rue menyuapkan sepotong makanan ke mulut Shiren, yang sedikit terbuka saat melihat Zhi Shu.
"mulut nya di tutup nanti ke masuk an lalat…"
Shiren menatap Xiao Rue kesal,dia kembali memandang kebun-kebun milik warga yang ada di hadapannya.
Xiao Rue menatap Zhi Shu di atas pohon sambil membentuk tanda ok di tangan nya, yang di balas dengan bentuk yang sama oleh Zhi Shu.(udah kong kolingkong dia berdua biar Xiao Rue bisa deketin Shiren😑😑)
Xiao Rue sangat senang karna Zhi Shu mau bekerja sama dengannya, walau dengan imbalan harus membelikan cemilan yang banyak untuk Zhi Shu.
Xiao Rue menghadap ke depan seperti Shiren menikmati hembusan angin yang sesekali berhembus.
"bambang itu siapa?…"tanya Xiao Rue masih penasaran.
"bukan siapa-siapa,aku aja ngak tau siapa bambang cuma asal sebut aja…"ujar Shiren mengangkat kedua bahunya
"jadi bukan pacar kamu kan?…"
Shiren menggeleng pelan, sambil mencomot cemilan yang ada di dekat Xiao Rue.
"untung saja…"Xiao Rue akhirnya bernafas lega.
mereka terus mengobrol sambil menunggu Duan Luan selesai memulihkan diri.
_______
__ADS_1
bersambung🍁🍁🍁