Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 43


__ADS_3

Zhi Shu diam di tempat sambil menunduk,


"duduk!!! habiskan makanan mu!!!…"teriak suara itu ,siapa lagi kalau bukan Shiren.


Zhi Shu masih diam di tempat,


"apa kau tidak dengar?!!! duduk dan habiskan makanan mu!!!…" shiren mengulang perintahnya.


"tap-…"


"ngak ada tapi tapi an!!!," potong Shiren cepat.


Zhi Shu perlahan membalikkan badannya dan duduk di tempatnya tadi,ia masih enggan untuk mengangkat kepala nya karna takut dengan amarah Shiren.


"apalagi yang kau tunggu? makan lah makanan mu…"Shiren mulai memasukkan beberapa jenis makanan ke dalam piring nya.


Zhi Shu menggeleng pelan,walau perutnya sangat lapar ia tak ingin makan sebelum Shiren memaafkannya.


"kakak kan masih marah sama aku,aku ngak mau makan sebelum kakak maaf in aku…"cicit nya pelan.


"huh!!…iya deh iya, kakak udah maaf in kamu ,jadi sekarang makan ya…"ujar Shiren lembut sambil tersenyum.


Zhi Shu memberanikan diri untuk mengangkat kepala nya dan menatap mata Shiren,di sana hanya ada tatapan hangat tak dingin seperti tadi lagi.


Zhi Shu perlahan mengambil piring dan meletakkan beberapa jenis makanan ke piring itu dan melahapnya takut-takut,


"hai,makan ngak ngajak-ngajak nih…"ujar sebuah suara dari arah belakang Shiren.


"makan tinggal makan aja kok susah…"jawab Shiren santai,tentunya ia tahu betul suara siapa itu.


"ya ngajak ngajak kek ,bilang sayang makan yok,gitu kan enak…"ujar Xiao Rue sambil duduk di bangku yang kosong.


"ngak usah bikin enek ngapa,baru juga sesuap yang masuk mulut…"ujar Duan Luan kesal.


"biar…wlee" Xiao Rue mengejek Duan Luan,yang diejek hanya memutar bola matanya jengah.


"nih bocah kenapa?"Xiao Rue menunjuk Zhi Shu dnegan sorot matanya.


Zhi Shu langsung menatap Xiao Rue dnegan tatapan paling mematikan yang ia miliki,


"eh,santai dong…ngak usah kek gitu nengok nya" Xiao Rue terkekeh pelan.

__ADS_1


'awas aja,…'gumam Zhi Shu dalam hati sambil tersenyum sinis


"udah,udah habiskan makanan nya dulu…"ujar Shiren menengahi perang tatapan mereka


_____


Mereka kembali ke penginapan setelah puas berkeliling pasar,tentunya dengan membawa beberapa belanjaan mereka.


Setelah sampai di depan penginapan,dengan cepat Zhi Shu menarik tangga Xiao Rue ke sebuah tempat tanpa sepengetahuan Shiren dan Duan Luan.


"eh…eh jangan tarik-tarik dong…"ujar Xiao Rue kesal.


"kuseret mau?"tanya Zhi Shu


"ngak deh,makasih" tolak Xiao Rue.


"ada apa?"tanya nya setelah sampai di tempat tujuan.


"aku mau marah sama kak Xiao!!!!"


"ada ya orang marah bilang-bilang…"ujar Xiao Rue sambil terkekeh pelan.


"ada,nih aku bukti nya…"Zhi Shu menatap Xiao Rue tajam.


"aku ngak mau ah… jadi adik ipar nya kak Xiao,gara-gara kak Xiao kak Shiren marah sama aku…"Zhi zhu tersenyum manis.


"eh…eh,jangan dong,jangan kayak gitu…" ujar Xiao Rue sambil menunjukkan wajah memelasnya.


"ya terserah aku dong,kan kak Shiren kakak nya aku…"


"ish…jangan kayak gitu dong,kalau kamu ngak mau jadi adik ipar aku, makin susah dong deketin Shiren nya…"


"biar aja,itu derita kakak…"jawab Zhi Shu santai.


"nanti kakak beli in makanan yang banyak deh,tapi jangan marah sama kak Xiao ya…"


"hmm…boleh juga,tapi…"Zhi zhu menggantungkan kata-kata nya


"tapi apa?tapi apa?…"tanya Xiao Rue penasaran.


"kak Xiao harus kasih aku satu hadiah biar aku ngak jadi marah ,terus beli in aku cemilan yang banyak selama seminggu penuh,gimana mau ngak?…"

__ADS_1


'kan lumayan tuh,seminggu beli in aku makanan biar habis duit nya kak Xiao…hehe…"Zhi zhu terkekeh dalam hati.


"ok,deal…"jawab Xiao Rue cepat,selagi masih ada harapan kenapa tidak pikirnya ia tak mempermasalahkan nya karna seminggu membelikan Zhi Shu makanan yang banyak tak akan mengurangi harta nya walau hanya secuil.


"deal,mana hadiah nya?…"


"nih…"Xiao rus mengeluarkan sebuah pedang berwarna hitam dengan api putih yang mengelilinginya,


"pedang apa ini?…"tanya Zhi Shu


"ini namanya pedang kematian…,aku mendapatkannya saat bertarung dengan Jiang Wei,kau bisa mengambil nya karna aku masih punya banyak."Xiao Rue meletakkan pedang itu di telapak tangan Zhi Shu.


'pedang kematian?!!! ini salah satu pecahan artefak terlarang yang kami cari'


'ternyata pedang ini dipegang oleh pangeran Jiang Wei,untung saja kak Xiao berhasil mengambil pedang ini dan memberikannya padaku,setidaknya tugas kami sudah selesai satu' gumam Zhi Shu merasa sangat senang.


"Zhi Shu kenapa kau hanya diam?,apakah hadiah nya jelek?mau di tukar dengan yang lain?"


"ah…ngak kok,aku sangat suka dengan hadiah nya,terima kasih kak Xiao"ujar Zhi Shu sambil tersenyum.


"baguslah jika kau suka,berarti kau sudah tak marah lagi kan?"tanya Xiao ru


"ngak kok,aku ngak marah…" jawab Zhi Shu.


"ya sudah,ayo kembali ke penginapan nanti kakak mu mencari mu" ajak Xiao Rue.


Zhi Shu hanya menganguk dan mengikuti langkah Xiao Rue tentunya ia telah menyimpan pedang kematian di dalam cincin penyimpanannya.


____


Xiao Rue mendadak menghentikan langkah nya sambil menelan saliva nya, saat melihat seseorang telah berdiri di pintu penginapan sambil melipat tangannya dan bersender di pintu itu.


Zhi Shu yang berjalan di belakang Xiao Rue mau tak mau harus menabrak punggung Xiao Rue karna nya,


"kak Xiao kenapa berhenti sih?…"ujar nya kesal sambil mengusap dahinya yang sedikit sakit karna menghantam punggung Xiao Rue dengan lumayan keras.


"orang lagi jalan juga…"Zhi Shu terpaku pada seseorang yang sedang melihatnya dengan tatapan setajam silet di depan pintu penginapan.


"kak S-Shi-Shiren……"


_____

__ADS_1


bersambung……🍁🍁🍁🍁


__ADS_2