
Keesokan pagi nya, Shiren dan Zhi Shu bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju kerajaan Qian.
Zhi Shu menawarkan Shiren untuk naik ke atas punggung nya dalam wujud singa sebagai tunggangan.
Dengan kecepatan yang Zhi Shu miliki,perjalanan yang awalnya memakan waktu 5 hari menggunakan kereta kuda dapat di tempuh dalam waktu 1 setengah hari.
Untung saja di sepanjang perjalanan terdapat hamparan padang pasir yang sangat luas, jadi jarang ada yang melintas karna udara yang cukup panas.
10 kilometer dari gerbang wilayah kerajaan Qian,Shiren turun dari punggung Zhi Shu dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.
Mereka berdua dapat masuk ke dalam gerbang ,setelah mendapatkan pemeriksaan secara ketat oleh para penjaga gerbang perbatasan.
"kita langsung ke hutan mati atau singgah di kota ini dulu kak?"tanya Zhi Shu.
"apakah kau tidak merasa lelah?"
"hehehe iya sih…"
"makanya kita singgah dulu di sini sambil mencari informasi dimana letak pastinya hutan mati itu…"
"kalau begitu kita beli makan dulu ya kak ,aku sangat lapar"Zhi Shu mengusap-ngusap perut nya.
"baiklah ayo…"Shiren menarik tangan Zhi Shu ke sebuah tempat makan.
Setelah makan, seperti biasa mereka mencari kamar di penginapan untuk beristirahat dan memulihkan diri.
_____
"ada apa di sana kenapa ramai sekali…" gumam Shiren saat melihat kerumunan orang berbondong-bondong datang ke alun-alun kota.
mereka berdua sedang berjalan-jalan di kota ,sambil mencari informasi ke beberapa orang setelah dua hari penuh beristirahat di penginapan sambil memulihkan diri.
"biar aku cari tau dulu kak…"Zhi Shu perlahan bergabung dengan kerumunan orang orang itu.
Shiren masih berdiri di tempat nya sambil menunggu Zhi Shu,Shiren membalikkan tubuh nya saat itulah ia melihat seorang gadis dengan riasan menor dan baju mewah yang sangat ia ingat wajah nya.
Shiren tersenyum smirk di balik cadar nya sambil pura-pura tak melihat kehadiran gadis itu.
seperti dugaan Shiren,saat melihat ada Shiren disitu gadis yang tadi ia lihat perlahan mendekat hendak menyenggol tubuh Shiren.
__ADS_1
Shiren menggeser tubuhnya satu langkah ke samping saat gadis itu hendak menjalankan aksinya,satu tangan Shiren dengan cekatan menggenggam pergelangan gadis itu.
"mau ngapain hmm…mau mendorong aku lagi?…"ujar Shiren setengah berbisik.
Sebenarnya Shiren sudah tau dari awal, bahwa gadis itu lah yang sudah beberapa kali menganggu nya.
tapi Shiren ingin melihat sejauh mana gadis itu bertindak ,jadi ia pura-pura tak tahu dengan mengancam nya menggunakan kata-katanya saja.
Gadis itu sangat terkejut,ia tak menyangka Shiren tau bahwa ia lah yang sudah beberapa kali mendorong dan menyenggol Shiren.
"ng-ngak…aku cuma lewat…"ujarnya berusaha setenang mungkin.
"ngak usah bohong, aku udah tau dari awal…"
"baguslah kalau memang udah tau dari awal…."
"aku hanya ingin kau ingat satu hal, jauhi Xiao Rue dia milik ku, jika sejengkal saja kau berani dekat-dekat dengan dia, kau akan tau akibatnya!!."
"memangnya kau siapa nya Xiao Rue?!!, berani menyuruh ku untuk menjauhinya…"
"aku calon istrinya"
" kau berani menghina ku!!,"
"aku tidak menghinamu, bukankah itu kenyataan…"
"arghhh!!…apa bagus nya diri mu hingga Xiao ku bisa dekat dengan mu,aku yakin kau punya wajah yang sangat jelek, jadi kau menutupi kekurangan mu itu dengan selalu menggunakan cadar.mari kita lihat seperti apa wajahmu…."gadis itu berusaha menggapai cadar Shiren, tapi dengan gerakan cepat Shiren menggenggam tangan nya yang hendak memegang tali cadarnya.
"yang pasti tidak lebih buruk dari mu…"ujar Shiren mengejek.
"kurang ajar kau!!!"
"aku Duan Luan akan membuat perhitungan dengan mu!! lihat saja…!!" Duan Luan beranjak pergi dari hadapan Shiren dengan mengibaskan rambutnya ke belakang.
(masih ingat sama Luan Sha dan Luan Shi?,Duan Luan ini anak ketiga Luan Guan.Duan Luan saat itu sedang melakukan perjalanan diberbagai tempat diwilayah utara, jadi dia ngak tau kalau kedua kakak nya dan ayah nya udah dibunuh sama Shiren).
Zhi Shu yang tadi hanya melihat dari jauh perlahan mendekat kearah Shiren.
"kak…dimana kau berkenalan dengan nenek lampir itu?"tanya Zhi Shu
__ADS_1
"haha…apa kau ingat orang yang sudah menabrak mu saat pertama kali kita bertemu Xiao Rue?"
"ingat,tapi aku tak melihat dengan jelas seperti apa wajahnya."
"nah…itu adalah dia" Shiren menunjukan Duan Luan dengan sorot matanya.
"huh…dasar nenek lampir…"
"sudah lah biarkan saja…ohh iya, informasi apa yang kau dapatkan tadi?"
"di alun-alun kota sedang diadakan pertandingan pedang, makanya banyak warga yang berbondong-bondong ke sana karna hadiah yang di tawar kan sangat mengiurkan."
"ohh…apa kau ingin kesana?"
"kenapa tidak…"
Mereka beranjak menuju alun-alun kota melihat seperti apa pertarungan yang di adakan,namun Shiren dan Zhi Shu hanya melihat nya dari tempat yang sedikit lebih jauh untuk menghindari berdesakan dengan warga lainnya.
setiap orang yang berhasil mengalahkan lawannya selama tiga kali berturut-turut akan di berikan hadiah dan melewati satu ronde.
setiap mereka memenangkan satu pertandingan, mereka boleh menantang atau ditantang siapa pun untuk menjadi lawannya.
Di ronde ke empat belas, seorang gadis dengan hanfu wanita mewah nya naik ke atas panggung pertandingan,siapa lagi kalau bukan Duan Luan.
Ia menantang seorang pria berwajah sangar yang sudah memenangkan pertandingan selama dua kali berturut-turut.dengan waktu kurang lebih 20 menit Duan Luan berhasil mengalahkan pria itu.
"selamat nona berhasil mengalahkan pria ini…"panitia acara memberikan selamat, karna baru pada ronde kali ini pertandingannya di menangkan oleh seorang perempuan.
"dipertandingan selanjutnya, apakah nona ingin menantang seseorang atau tidak?" tanya panitia pertandingan.
" aku ingin menantang dia…"
_____
"hai gaessss,kenalin nama aku Shiren🙋🙋🙋 "
author be laik: gila, Shiren cantik bat yak😄😄
__ADS_1