Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 55


__ADS_3

"apa kau akan terus diam seperti ini?mereka seperti nya sudah sangat membutuhkan pertolongan mu" seorang pria berjubah perak dengan topeng putih yang menutupi setengah wajah nya berbicara tanpa menatap lawan bicara nya,ia terus menatap ke arah 'mereka'.


"belum saat nya,mereka masih punya senjata rahasia" pria berjubah hitam serta topeng berwarna hitam itu ikut menatap 'mereka'.


Mereka berdua mengawasi pertarungan yang tampak tak seimbang itu, dari atas bukit yang cukup jauh sampai-sampai tak ada satu pun yang menyadari keberadaan mereka.


gema suara pedang saling bersahut-sahutan memenuhi kawasan itu,tanah yang putih bersih berubah bersamaan dengan tumpah nya darah mereka di sana.


musuh terus mendesak agar mereka menyerah dan memberikan apa yang mereka mau.


namun mereka bukan lah kaum yang lemah,mereka tidak akan memberikan benda itu pada orang orang serakah yang hanya ingin menguasai daratan tengah itu.


"sampai kapan kita harus menunggu?"


si jubah hitam hanya diam tanpa menjawab pertanyaan si putih,


"ck,selalu saja memendam rencana sendiri,tidak bisakah kau berbagi rencana dengan ku?" si putih berdecak kesal.


"kenapa kau cerewet sekali?!!" si hitam memandang si putih tajam.


"hehe…aku hanya bercanda,jika kau tidak memberitahu rencana mu juga tidak apa apa, aku tidak keberatan sama sekali" si putih bergeser sedikit menjauh dari si hitam.


"ayo,sudah saat nya"ajak si hitam.


mereka berdua melesat dengan cepat masuk ke dalam medan perang……


____


"kak…"


"ya…" Shiren menghentikan kegiatan nya kemudian menatap Zhi Shu.


"ngak jadi…hehe…"


"dasar…"setangkai daun kering melayang ke arah Zhi Shuu.


"kita jadi pergi besok?" Shiren mengangguk mengiyakan.


"makanya sekarang kita harus menyelesaikan ini semua hari ini juga!!" Shiren kembali sibuk dengan kegiatan nya.


"kenapa harus kita sih yang menyelesai kan ini? mereka kan ada tuh" Zhi Shu menunjuk beberapa orang pekerja yang sedang beristirahat dengan dagunya.


" kan… kita ngak boleh minta bantuan mereka" jawab Shiren,ia kembali mencoba menggunting beberapa ranting kecil dengan hati-hati.


"susah juga ya ternyata…"Shiren menghembuskan nafas frustasi.


"salah sendiri,sok sok an mau buat bonsai sendiri tanpa batuan tukang kebun,lihat hasil nya bukan nya mirip kelinci malah mirip ayam" ejek Zhi Shu

__ADS_1


"biar aja,daripada punya mu mirip serigala sakit gigi" Shiren mengejek balik.


"udah jadi?!!…"Ling fei berjalan ke arah mereka dengan semangat.


"ya begitu lah…" Ling fei tampak terdiam beberapa saat sambil memandangi bonsai mereka satu persatu.


"gimana bagus kan?…"tanya Zhi Shu percaya diri dengan karyanya.


" emm…lumayan…" jawab Ling fei agak ragu


"yee!!!…,denger kan punya ku bagus" Zhi Shu bersorak kegirangan.


"kalau punya ku gimana?!…"tanya Shiren penasaran.


"lumayan juga…" Ling fei memaksakan senyum nya.


"hay…semua gimana udah ja-" Duan Ling terdiam menatap ke arah bonsai milik Shiren dan Zhi Shu.


"kok amburadul gini sih?!!…"celetuk Duan ling jujur.


"yang ini kayak serigala ompo -"dengan cepat Ling fei menutup mulut kakak nya dengan telapak tangan nya.


"kakak ku cuma bercanda kok, ngak usah masuk in hati,dia emang kayak gitu" hibur Ling fei saat melihat ekspresi sedih Zhi Shu.


"ini lagi ,masa bentuk nya mirip ayam kejepit…"kali ini Ling fei telat membungkam mulut kakak nya.


"ngak boleh gitu!!,mereka kan baru belajar…"bisik Ling fei di telinga kakak nya.


" udah masuk aja yok,udah sore ngak usah di pikirin dia cuma ber canda,iya kan kak?" Ling fei menyenggol lengan Duan ling


"iya bener" duan ling terpaksa tersenyum


"ayok,"mereka masuk ke istana dengan beriringan.


Para tukang kebun yang baru datang tertegun melihat bonsai karya dua kakak beradik itu.


"kok bisa sih,bentuk nya jadi kayak gini?heran…" gumam salah satu dari mereka.


"ada apa?" yang Ling Shi yang kebetulan sedang jalan jalan di taman.


"ini yang mulia…"mereka menunjuk kedua bonsai itu.


"siapa yang membuatnya?!!kenapa bentuk nya berbeda?"


"tamu-tamu kita yang membuatnya…"


"ohh mereka…,pantas saja bagus, nanti pindahkan di dekat gerbang istana ya!!," perintah nya.

__ADS_1


" tapi memang bagus sih ,belum tentu salah satu dari kita bisa membuatnya"


"tapi ini masih perlu di rapikan sedikit lagi "usul salah seorang.


" tapi ingat jangan merubah bentuk ny cukup rapikan saja" peringat salah satu di antara mereka.


_____


"kalian jadi berangkat besok?" Shiren mengangguk mengiyakan.


"apa adik ku kan ikut?"


"jika dia ingin tetap tinggal di sini juga tidak apa apa,aku tidak akan melarang"


"apa kau ingin tau kenapa banyak yang tidak setuju Ling fei jadi hewan kontrak?" Duan ling mengingat pertanyaan yang sempat di tanyakan tepat di hari saat Ling fei kembali.


"jika kau tidak keberatan,aku akan mendengarkan"


"itu karna mereka sudah tidak percaya lagi pada manusia."


"memangnya apa yang manusia lakukan hingga kalian tidak percaya mereka?!!"


"ada beberapa kejadian ras kami yang di jadi hewan kontrak ternyata hanya untuk disiksa "


"tapi aku yakin itu bukan kalian" Daun ling merangkul pundak Shiren,kebetulan tinggi mereka tak terlalu berbeda jauh.


" mau kemana kalian setelah dari sini?!!"


"rencananya kami akan menjelajahi benua ini,apa kau ingin ikut?!!" tanya Shiren antusias.


"kalian saja,aku punya banyak pekerjaan di sini" Duan ling menolak.


"jangan terlalu memaksakan dirimu!!,jika ada waktu luang manfaatkan itu untuk jalan jalan sekedar untuk menyegarkan pikiran mu" Shiren memberi nasehat.


"baik lah"


"hei cepat sedikit jalan nya!!! lambat sekali!!seperti siput saja…" celetuk Duan ling melihat Zhi Shu dan Ling fei yang sudah tertinggal jauh.


mereka berdua kompak menjulurkan lidah nya mengejek Duan ling.


"kalian!!!…" Shiren menahan tangan Duan ling yang hendak mengejar Zhi Shu dan Ling fei.


"nanti kita balas…" sebuah seringai an terbentuk di bibir Shiren.


_____


bersambung……🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2