Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 47


__ADS_3

"coba baca lagi kak…"


"iya,ini juga mau di baca!!…"


Shiren kembali memperhatikan huruf-huruf di kalimat selanjutnya.


"selesaikan lah setiap teka teki yang kau hadapi dengan kepala dingin,orang hebat lebih banyak menggunakan otak dari pada otot." bunyi kalimat itu.


Shiren kembali mengulang kalimat yang telah ia baca untuk memahami makna kalimat tersebut.


"aku masih tidak paham arti kedua kalimat ini…"gumam Shiren mulai putus asa.


"kakak aja ngak paham, apalagi aku…"ujar Zhi Shu tak kalah putus asa.


"mungkin sebaik nya kita baca dulu semua kalimat yang ada baru menyimpulkannya…"usul Zhi Shu.


"ide bagus…"


Shiren lanjut membaca tiga kalimat yang tersisa dnegan seksama berusaha mencari maksud rangka in kalimat tersebut.


"aku masih ngak ngerti apa maksud nya…" ujar Shiren putus asa, ia ter duduk di lantai sambil selonjoran menatap dinding depan nya gusar.


"kak,aku bener-bener ngak bisa berpikir saat perutku sedang lapar, tidak bisakah kita makan lebih dulu?…"rengek Zhi Shu yang ikut duduk di samping Shiren.


"baiklah…,aku juga sudah mulai merasa lapar"


Shiren mengeluarkan beberapa jenis makanan dari cincin penyimpanan nya yang memang sudah ia persiapkan dari saat mereka masih di penginapan tadi.


mereka berdua makan dengan tenang melupakan sejenak beban fikiran yang ada di hadapan mereka.


____


"hahhh…akhirnya kenyang juga…"gumam Zhi Shu sambil mengelus perut nya yang tampak datar itu.


"sebenarnya kemana perginya makanan yang kau makan,aku tidak melihat ada perubahan ditumbuhi mu padahal kau selalu makan dengan porsi yang besar…"


"mana ku tahu,tanya saja pada lambungku jika kakak bisa…" jawab Zhu Shu asal.


"dasar!!…"cibir Shiren.


"baiklah, mari kita lanjutkan misi mencari jalan keluar dari sini…"


"Zhi Shu…"Shiren melirik Zhi Shu,Zhi Shy yang tau arti lirikan Shiren hanya mendengarnya sambil memutar bola matanya malas.


ia langsung kembali berubah wujud menjadi Singa surai emas.

__ADS_1


"kita mulai dari kalimat pertama…" Shiren kembali mengulang kalimat pertama sambil memperhatikan dinding di depan nya.


ia dan Zhi Shu baru sadar jika dinding di depannya berbentuk sangat aneh, ada banyak ukiran dengan berbagai bentuk aneh di sepanjang dinding itu.Tak hanya itu di beberapa bagian juga ada beberapa permata yang menempel di dinding tersebut.


"aku tahu,mungkin maksud kalimat yang pertama adalah jalan keluar yang kita cari ada di hadapan kita ini" ujar Zhi Shu girang.


"kau benar…"


"ok,sekarang kalimat yang kedua"


Zhi Shu berjalan mendekat ke dinding sambil mengetok -ngetok dinding itu mencari bagian yang sekiranya dapat di hancurkan.


sementara itu,Shiren mesih mencerna makna kalimat kedua sambil terus memperhatikan tingkat Zhi Shu.


"swusss…" sebuah serangan elemen angin menghantam salah satu bagian dinding dengan keras.


Shiren mengedipkan mata nya berkali-kali karna ada banyak debu yang masuk ke mata nya akibat serangan itu.


setelah debu nya mulai menghilang,tampak dinding nya masih berdiri kokoh tanpa berubah sedikit pun.


"dinding ini ternyata sangat kuat…"gumam Zhi Shu.


"swusss…swusss…"


"Zhi Shu awas!!!!…"teriak Shiren sambil berusaha melindungi Zhi Shu dan menarik nya menjauhi dinding.


"huhhh!!…"Shiren menghela napas lega.


"untung aja kakak cepat menarik ku, jika tidak mungkin aku akan keracunan…"ujar Zhi Shu sambil menunjuk panah yang tertancap di tanah.


ujung panah itu tampak terlumuri dengan sesuatu cairan beracun yang membuat tanah yang ada di bawahnya berubah warna menjadi kehitaman.


"dasar anak nakal,makanya jangan bertindak sembarangan" Shiren menyentil dahi Zhi Shu gemas.


Zhi Shu hanya nyengir sambil menunjukkan deretan gigi nya yang rapi pada Shiren.


"sudah lah,ayo bantu aku menyelesaikan teka teki ini!!…"


anak Shiren.


mereka berdua kembali mendekat ke arah dinding dengan berhati-hati,Shiren mencoba menarik salah satu batu bagian bawah dinding tapi tidak bisa.


ia kembali mencoba dengan menggeser batu itu ke kiri ,dan berhasil batu itu sedikit bergeser ke kiri.


Zhi Shu pun ikut melakukan apa yang Shiren lakukan,ia menggeser batu yang ada di hadapan nya ke kanan.

__ADS_1


Shiren dan Zhi Shu dengan semangat mencoba menyelesaikan puzzle acak yang ada di dinding. Tak lama,kepingan-kepingan puzzle itu telah tersusun membentuk sebuah gambar pohon besar dengan beberapa berlian besar berbeda warna berbentuk buah di antara ranting nya.


"ok kalimat selanjutnya…"humam zhu hsu.


"setelah pahit pasti ada manis,begitu juga kehidupan setelah kegagalan pasti ada kemenangan."


"pahit…manis…"ujar Shiren sambil menatap gambar di hadapan nya.


"merah,orange,putih,dan biru" sambung Zhi Shu,ia sekilas melihat sebuah kata di bawah setiap permata yang di tulis dengan huruf yang lumayan kecil.


"kak, apa artinya ini?…"tanya Zhi Shu sambil menunjuk kata itu.


"ini apel…oh berarti merah untuk apel,biru untuk empedu,orange untuk jeruk,dan putih untuk susu."


"setelah pahit…pasti ada manis" Shiren lalu menekan berlian berwarna biru,orange,merah,lalu putih secara berurutan.Tak lama,


"kretakk…"


dinding di depan mereka retak lalu terbelah hingga tampak lah sebuah terowongan di dalam sana.di sepanjang dinding terowongan tersusun banyak batu permata berwarna putih yang mengeluarkan cahaya yang membuat terowongan itu jadi terang benderang.


"berhati-hatilah,ancaman bisa datang kapan pun dan dimanapun" gumam Shiren mengulang kalimat ke empat.


Shiren dan Zhi Shu dengan berhati-hati perlahan melangkahkan kaki nya menelusuri terowongan itu,tiba-tiba,


"swuss…swuss…"lagi lagi beberapa anak panah beracun melesat dengan cepat ke arah mereka,untung saja Shiren dan Zhi Shu bisa menghindarinya dengan mudah.


mereka berdua kembali melangkah tanpa mengurangi tingkat kewaspadaan nya.


tanpa sengaja ,Zhi Shu menginjak sebuah permata kecil berwarna merah yang berada di antara permata-permata putih yang bertaburan di lantai terowongan itu.


alhasil tiba-tiba dari dinding terowongan itu keluar banyak tombak-tombak runcing yang hampir saja melukai Shiren.


"hati-hati,jangan asal injak…"ujar Shiren kesal sambil menjitak kepala Zhi Shu,


mereka lanjut menelusuri terowongan itu,tak jarang Shiren atau pun Zhi Shu tanpa sengaja menginjak pemicu jebakan di sepanjang terowongan yang membuat mereka harus mengatasi jebakan-jebakan tersebut.


________


bersambung......🍁🍁🍁🍁


Maaf ya guys🙇🙇,author udah lama ngak update,soalnya tiba-tiba kehabisan ide gitu😅😅 sekali lagi maaf ya……


ini author kasih bonus visual nya Zhi Shu dalam wujud singa ya😉😉


__ADS_1


__ADS_2