
Ayah ku Luan Guan menikahi ibuku Shi Quan karna perjodohan.
Ibuku yang merupakan anak salah satu mentri berkedudukan penting di kerajaan iblis, mau tidak mau harus menerima perjodohan itu agar nama baik keluarga nya tidak tercoreng, karna pernikahan itu merupakan permintaan khusus dari kaisar iblis.
Luan guan di percaya untuk mengelola sistem perpajakan wilayah utara, sehingga dia termasuk dalam jejeran orang terpandang di wilayah ini.
apa kau tahu?bagi dirinya nama baik keluarga adalah segala-galanya,dia bisa melakukan cara apapun untuk meningkatkan nama baik keluarga termasuk membunuh orang yang mengusik keluarga nya.
Dia orang yang keras kepala,pandai bersilat lidah,dan ringan tangan.
Kami harus belajar bersikap bijaksana,dewasa,dan penuh wibawa di usia kami yang masih belia.
Jika kami membuat sedikit saja kesalahan, apalagi saat datang ke acara perjamuan maka bersiap-siaplah menerima hukuman dari ayah.
Pernah suatu ketika, aku membuat sedikit kesalahan saat ikut perjamuan di salah satu kerajaan wilayah barat,saat itu aku tidak sengaja menumpahkan air pada seorang tamu penting.
Padahal aku sudah meminta maaf, dan membantu tamu itu mengeringkan rambut nya tapi ayah masih saja marah pada ku
Kau tahu, setelah sampai di rumah ayah langsung menarik ku ke ruang penghukuman,aku di beri hukuman cambuk sebanyak puluhan kali.
Apa kau tahu apa yang ia ucapkan saat itu?dia bilang…"Duan Luan menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ceritanya,
"dasar anak tidak berguna!!!bukankah aku sudah bilang padamu, untuk tidak membuat masalah?!!!kemana saja kau saat aku memintamu untuk mendengarkan kata-kataku…"
"tidak bisakah kau gunakan otakmu ini dengan baik?!!! dasar tidak berguna!!!!…"
dia terus mencambuk ku dan mengumpat ku dengan kata-kata kasar walau aku sudah memohon padanya untuk berhenti.
Dan yang paling membuatku sakit hati ibu ku ada di sana, tapi dia hanya menatap ku tak peduli bahkan untuk mencegah ayah pun tidak ia lakukan.
"apakah pantas dia di sebut sebagai seorang ibu? ibu mana yang akan tega melihat anaknya di siksa seperti itu? ibu yang mana?apakah ibu ku pantas disebut sebagai ibu?"
Duan Luan berusaha sekuat tenaga menghentikan air matanya, yang terus mengalir tanpa henti.
"ibu ku dengan tenang nya mengikuti ayah ku keluar ruang penghukuman setelah melihat ku hampir tak sadarkan diri,dia lebih memperhatikan suaminya itu dari pada anaknya sendiri.
__ADS_1
dia lebih pantas di sebut robot bukan manusia ,hatinya seperti sudah mati tak ada rasa cinta,rasa takut,benci,marah,belas kasihan,atau yang lainnya disana, tidak ada .…"
"lalu kemana kedua kakak mu?apakah mereka tidak membela mu?"
"mereka berdua?…"Duan Luan terkekeh pelan sambil mengusap kasar air matanya yang terus mengalir.
"mereka dengan santai nya pergi bersenang-senang, dan mencari wanita untuk dijadikan budak nafsunya…"
"mereka bilang aku bukan urusan mereka…apapun yang terjadi padaku tak ada kaitannya dengan mereka"
"dasar tidak punya hati!!!"kesal Shiren andai saja ia tahu kelakuan keluarga itu sebelumnya, mungkin dia akan menghabisi mereka lebih kejam dari pada waktu itu.
"kami memang di besarkan bukan dengan hati…melainkan dengan kekerasan"ujar Duan Luan.
Duan Luan menyibakkan sedikit lengan gaunnya yang panjang,tampak di kulitnya yang putih bersih ada banyak belas luka dengan berbagai bentuk dan ukuran.(oh iya,herbal sama pil penyembuh yang di pake sama Duan Luan itu cuma menyembuhkan luka dalam sama luka habis pertandingan,ngak bisa menyembuhkan bekas luka ya!!)
"astaga!!!…"Shiren menutup mulut nya kaget,tanpa terasa air matanya turun dan mengalir di pipinya.
Dia seperti merasakan semua yang Duan Luan rasakan dan alami saat itu.
"ini belum seberapa,di bagian tubuhku yang lain masih banyak yang lebih parah dari ini…"Duan Luan kembali menutup lengannya dengan lengan gaunnya yang panjang.
"lalu bagaimana caranya kau bisa ada di luar desa?"
"aku diam-diam kabur dari rumah, dengan membawa semua perhiasan yang ku punya…" Duan Luan tampak masih berusaha untuk menahan tangisnya, walau beberapa bulir bening masih ada yang lolos dan mengalir di pipinya.
"jika kau ingin menangis,menangis lah mungkin itu bisa mengurangi sedikit bebanmu…"Shiren berusaha tersenyum sambil mengusap bahu Duan Luan pelan.
Kata-kata Shiren seperti menggelitik hatinya seperti ada sengatan listrik yang mengalir dari usapan Shiren dan langsung mengenai hatinya.
Tangis Duan Luan pecah saat itu juga, dia menangis tersedu-sedu sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Shiren memeluk Duan Luan untuk memberinya kekuatan,dia tahu saat ini yang duan Luan inginkan hanya seseorang yang bersedia mendengarkan dirinya dan berada di sampingnya.
Hati Duan Luan terasa menghangat saat Shiren memeluknya,ia hanya ingin itu ia hanya ingin ada yang memeluknya walau hanya sebentar.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu,Shiren menghapus air mata yang masih ada di pipinya,ia perlahan melepaskan pelukan nya dan menatap Duan Luan lembut.
Shiren menghapus sisa-sisa air mata yang ada di pipi Duan Luan sambil tersenyum,
" jangan khawatir…semua nya akan baik-baik saja…"
Duan Luan tersenyum ia kembali memeluk Shiren sebentar,
"mau di peluk juga dong,masa Duan Luan aja yang di peluk?akunya ngak…"Xiao Rue membentangkan tangannya minta di peluk juga.
"peluk sama Zhi Shu sana…,"jawab Shiren ketus
"masa sama calon suami sendiri ngak mau sih,jangan gitu dong …sebentar aja…"Xiao Rue perlahan mendekat.
"ngak boleh,Shiren punya aku…"Duan Luan memeluk Shiren dari samping, seakan-akan Shiren hendak di ambil orang sambil mengujulurkan lidahnya mengejek Xiao Rue.
Shiren terkekeh pelan melihat kelakuan Duan Luan yang sangat berbeda saat mereka pertama kali bertemu.
"ih…sebentar aja ,…"Xiao Rue masih tak mau mengalah
"udah ah,emangnya aku apaan di peluk-peluk…"Shiren berdiri dari duduknya dan melepaskan pelukan Duan Luan.
"yah,ngak jadi deh, dapat pelukannya…"Xiao Rue mengerutkan bibirnya kesal.
"kasihan…" Duan Luan tertawa melihat wajah Xiao Rue yang di tekuk itu.
Xiao Rue tersenyum tipis, saat melihat Duan Luan yang sudah kembali ceria.
"kita balik ke penginapan yok,udah makin sore ini…"ajak Shiren
"Zhi Shu!!!ayo pulang!!……………"teriak Shiren
________
🍁🍁🍁🍁…………
__ADS_1