
Sebuah suara dari ruangan tiga membuat suasana kembali senyap.
"ternyata ruangan tiga ditempati oleh seorang wanita!!"
"ini akan semakin seru"
"3000!!!!…" ruangan tujuh kembali bersuara.
"tenang saja!!!,aku akan mendapatkan gelang itu untuk mu" ujar pemuda itu saat melihat wajah cemberut wanitanya.
"janji!!"
"tentu saja" pria itu mengusap rambut wanitanya gemas.
"3500!!…"ruangan satu kembali bersuara.
"sialan!!!,cari tau siapa yang berada di ruangan satu itu,aku ingin informasi nya sekarang juga!!!" ujar pemuda itu kepada bawahan nya yang berjaga di ruangan nya.
"baik tuan" pria itu bergegas melaksanakan perintah tuan nya.
"3700?!!!…"
"3 ribu…"belum selesai pria itu berbicara,ada orang yang menyelanya.
"5000 koin perak!!…" ujar ruangan tiga.
semua orang terdiam mendengar harga yang disebutkan gadis itu yang menurut mereka sangat tinggi,
"lima ribu pertama!!!,lima ribu kedua!!!…"ujar pembawa acara setelah terdiam cukup lama.
"lima ribu ketiga!!! baiklah barang kali ini dimenangkan oleh ruangan tiga" putus nya.
"barang selanjutnya…?!!!"
"dia tidak salah?!!"
"entahlah" bisik bisik penawar di lantai satu.
"kurang ajar!!! siapa wanita itu?!!! berani beraninya dia!!!" pria di ruangan tujuh memukul kursi yang ia duduki kesal.
"sudahlah!!,kita bisa mengambil barang nya nanti" perempuan itu mengusap punggung pria nya sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"kau benar juga,dengan begitu kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang!!!"pria itu tertawa senang membayangkan rencana yang sedang dia susun di otaknya.
___
sementara itu di ruangan tujuh…
"kenapa kau tidak menawar lagi?"
pria itu mengangkat bahunya tak peduli.
"dia lawan yang cukup seimbang ya…" ujar temannya sambil menatap ruangan tiga dari tempat nya.
"benar, sangat menarik" pria itu ikut menatap ruangan tiga sambil tersenyum tipis.
____
"cih!!sebenarnya aku malas mengeluarkan uang sebanyak ini hanya untuk sebuah gelang" sesal gadis itu.
"tapi setelah di pikir pikir,sepertinya gelang itu akan berguna nanti"
"ah sudah lah!!!,toh aku masih punya banyak cadangan dan pasti nanti aku akan untung besar" gadis itu kembali menatap panggung pelelangan.
"sepertinya nanti aku juga akan dapat masalah besar!!" gumamnya membayangkan masalah yang sepertinya akan menghampirinya.
__
"identitas nya di rahasia kan tuan,aku sudah menyuap pemilik pelelangan ini tapi mereka tidak mau membuka mulut" lapor pengawal itu.
"siapa dia?,kenapa sangat dirahasiakan?!!" gumam pria itu berfikir keras.
"sudahlah lupakan saja!!!,aku punya tugas untuk mu…"
pria itu membisikkan rencananya pada sang pengawal,
"kau mengerti?!!"
"mengerti tuan,akan saya laksanakan"
"baiklah,kau boleh pergi!!ingat jangan sampai ada yang salah!!!"
"baik"pengawal itu keluar dari ruangan.
__ADS_1
____
di medan perang……
"terima kasih tuan,terima kasih sudah membantu kami"ujar sang panglima pada si hitam dan si putih yang sudah berdiri di hadapan mereka.
"aku tidak suka basa basi!!,berikan pusaka kalian pada ku"ujar si hitam membuat jantung si panglima berdetak kencang.
"mana bisa tuan!!,ini satu satunya pusaka kami yang tersisa" panglima itu menolak.
"apa kau tidak tau siapa kami?!!,apa kau mau pasukan selatan menyerang kalian?!!"si putih tersenyum sinis di balik kain yang menutupi wajah nya.
"atau mau kami langsung yang turun tangan?!!!" si putih memutar pedang di tangan nya dengan lihai.
Perkataan si putih membuat sang panglima berkeringat dingin, siapa yang tidak tau kekuataan pasukan selatan dan lebih parahnya lagi dia sekarang berhadapan langsung dengan pemimpin pasukan itu.
jika dia menyerahkan pusakanya,raja nya akan memenggal kepala nya,jika tidak menyerahkan nya maka kepala nya akan di dipenggal sekarang juga.
"t-tapi kami tidak punya apa pun lagi untuk melindungi kerajaan kami"ujar panglima itu.
" aku tidak peduli!!!"jawab si hitam
"saya mohon!!jangan ambil pusaka ini"panglima itu memohon sambil berlutut
si hitam memberi isyarat mata pada si putih,si putih yang mengerti arti isyarat itu bergegas melaksanakan perintah si hitam.
dengan kecepatan kilat si putih merampas pusaka yang berada di tangan panglima.
"ayo kita pergi!!!"ajak si putih.
mereka berdua berbalik badan hendak pergi,namun sebelum itu si hitam kembali menghadap pada panglima yang masih menunduk dengan posisi berlutut.
"ambillah!!!"si hitam melempar sebuah gelang komunikasi ke panglima itu,setelah itu mereka bergegas pergi.
"huh!…sudah lah terima aja nasib kita, mungkin setelah sampai di istana… kepala ku akan hilang" ujar panglima itu putus asa.
"ayo kita kembali!!" panglima itu beranjak dari tempat nya sambil menggenggam gelang komunikasi di tangannya.
" apa ku bilang,pasti ada yang tidak beres" ujar prajurit yang sempat memprediksi apa tujuan kedua orang itu membantu mereka.
"memang sial!!,lepas dari kandang buaya malah masuk ke kandang singa" gerutu temannya.
__ADS_1
"aku menyesal sudah memuji dan berterimakasih pada mereka tadi…"
____