
Di tempat lain,Xiao Rue dan Zhi Shu yang telah puas menggoda para wanita disana merasa kebingungan, saat tak lagi melihat Shiren dan Duan Luan di sekitar mereka.
"kak…gimana ini?!!,kak Shiren kemana?!!…"tanya Zhi Shu panik.
sekitar sejam yang lalu, ia masih melihat Shiren dan Duan Luan dari tempatnya saat ini.
"ngak tau…"ujar Xiao Rue sambil mengangkat kedua bahu nya
"kalau dia marah karna kita tadi goda in para wanita tadi gimana kak?!!"
Xiao Rue menggelengkan kepala nya,
"ih…kak Xiao sih!!,bukannya deketin kak Shiren, malah ngajak aku godaan gadis-gadis di sini!!!!…"teriak Zhi Shu kesal pada ide Xiao Rue yang satu ini ,karna tadi ia berencana membuat Shiren cemburu jadi dia dekat dengan para gadis lainnya.
Xiao Rue hanya menundukkan kepala nya pasrah,ide nya kali ini benar-benar gagal.
"pokoknya awas aja kalau sampai terjadi sesuatu sama kak Shiren ,atau kak Shiren sampai ngambek sama aku, kak Xiao harus tangung akibatnya…"Zhi Shu menunjuk wajah Xiao Rue dengan tatapan tajamnya.
"kalau kau ngomel terus ,kapan kita nyari Shiren sama Duan Luan nya…"ujar Xiao Rue kesal.
Ia beranjak menuju pasar diikuti Zhi Shu di belakangnya, tentunya dengan aura dingin nan mencekam dan tatapan sinis yang keluar dari wajahnya.
_____
Setelah membeli beberapa aksesoris serta pernak-pernik sekaligus gaun yang mereka pakai,Shiren dan duan Luan keluar dari toko pakaian itu tentunya dengan bergandengan tangan.
Baru satu langkah mereka keluar dari toko,semua mata sudah tertuju kepada mereka berdua baik perempuan maupun laki-laki.
"psttt…yakin nih?!!…"Duan Luan berbisik pada Shiren masih sedikit ragu.
"udah santai aja…"Shiren menarik tangan Duan Luan untuk berkeliling pasar dengan melepas cadar nya.
Tentu saja mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian, walaupun beberapa dari mereka ada yang hadir saat pertandingan Shiren dan duan Luan mereka tetap saja terbengong melihat wajah mereka berdua.
__ADS_1
Bukan hanya Shiren dengan kulit seputih salju,mata bulat besar dengan iris berwarna biru,tubuh tinggi dan pinggang nya yang langsing,rambut berwarna silver yang dibiarkan tergerai,serta hidung yang tidak terlalu mancung dengan bibir berwarna merah ceri nya yang menjadi pusat perhatian.
Duan Luan dengan kulit putih bersih nya,sorot mata tegas serta iris mata berwarna biru,rambut pirang yang juga di biar kan tergerai dengan tambahan sebuah jepit rambut berbentuk bunga sakura,tubuh tinggi dengan pinggang kecil nya,serta hidung nya yang sedikit mancung dengan bibir berwarna pink alami nya yang juga menjadi pusat perhatian.
Banyak para lelaki yang langsung mengerumuni mereka untuk berkenalan ,mengajak pacaran,mengajak menikah,bahkan permintaan-permintaan lainnya.
Tentu saja Shiren dan Duan Luan hanya menanggapinya dengan menjawab seadanya, atau hanya tersenyum tak tahu ingin menjawab apa.
Karna mereka berdua juga tak berpengalaman, dalam hal menjadi pusat perhatian seperti saat ini.
Tiba-tiba seorang pria dengan hanfu berwarna hitam dengan hiasan berwarna merah di beberapa bagian hanfu nya mendekat ke arah Shiren dan duan Luan,ia datang dengan membawa lima orang prajurit di samping nya.
Para pria yang tadi nya mengerubungi Shiren langsung menunduk, dan perlahan melangkahkan kakinya menjauh entah dari Shiren entah dari pemuda itu.
Pemuda itu berdiri dengan penuh wibawa, dengan sorot mata tajam serta garis-garis rahang nya yang tegas di hadapan kedua wanita itu.
"nona,boleh kah aku tahu siapa namamu?!!…"tanya nya sopan sambil menatap Shiren.
"oh…aku, namaku Duan luan!!"jawab Duan Luan semangat 45
Duan Luan langsung tertunduk sedih,harapannya untuk punya pasangan yang super tampan langsung sirna.
"bukankah dia juga wanita dan dia juga teman ku,mengapa kau hanya bertanya tentang namaku saja?…"ujar Shiren dengan nada datar sambil menatap Duan Luan.
Duan Luan kembali tersenyum,Shiren memang tau apapun yang dia ingin kan.
"nona tolong jaga bicara anda…"ujar seorang prajurit mengingatkan.
Pria itu mengangkat tangannya meminta prajurit itu untuk diam.
"perkenalkan nama ku Jiang Wei,putra mahkota kerajaan Qian…"Jiang Wei mengulurkan tangannya pada Shiren.
Shiren hanya menatap tangan itu datar sebelum menyebutkan namanya
__ADS_1
"Shishi…"ujarnya singkat tanpa menjawab uluran tangan itu,
"maukah nona mampir ke istana ku sekedar untuk minum teh,nona juga bisa membawa teman anda ini…"ujar Jiang Wei sambil tersenyum,ia perlahan menarik kembali tangannya yang tadi ia ulurkan.
"maaf…tapi kami punya banyak urusan, jadi tidak bisa pergi kesana…"ujar Shiren sesopan mungkin walau dengan nada cueknya.
"dasar tak tau diri!!,putra mahkota sudah dengan suka rela mengundang mu, tapi dia dengan seenak jidat nya kau malah menolak…"ujar prajurit lainnya tak terima.
kali ini Jiang Wei tak menghentikan prajurit itu berbicara,ia hanya mendengarkan kata-kata nya sambil tersenyum.
"seperti orang yang super sibuk saja berani menolak undangan pangeran Jiang Wei…bahkan dia tanpa merasa bersalah, tidak menjawab uluran tangan pangeran!!"
"untung saja kau cantik, jika tidak mungkin aku akan mencincang- cincang mu, dan memberikan dagingmu pada para spirit beast milik yang mulis raja…"prajurit itu tak henti henti nya mengomel.
Shiren hanya menatap prajurit itu datar,sungguh ia tak takut sama sesekali dengan ancamannya.
Malahan diotaknya saat ini, ia berencana menebas kepala orang yang ada di depannya dengan pedang tajamnya yang ada di kalung penyimpanan yang sudah lama tak ia keluarkan.
"ctaakkk!!…"pangeran Jiang wei mengjentikan jari nya, seketika tubuh prajurit itu lenyap jadi abu dan beterbangan di udara.
"berani-beraninya dia berbicara di depan calon ku, dengan kata-kata seperti itu!!!!…"ujar nya dengan kilatan marah di matanya.
Tak ada satu pun yang berani mengangkat kepala nya,bahkan untuk bernafas pun mereka tak berani.
"hei…siapa yang kau sebut sebagai calon,calon apa…"ujar Shiren
"tentu saja calon permaisuri ku…"pangeran Jiang Wei mengedipkan sebelah matanya pada Shiren, yang membuat Shiren bergidik ngeri.
'kalau kayak gini mending Xiao Rue aja deh yang ngedipin aku, muka nya masih cocok buat godain orang,kalau ini mah macam om-om mesum yang biasa nya nongkrong di gang sepi waktu masih di bumi dulu)
"siapa juga ya--…"ucapan Shiren terhenti oleh mendengar sebuah suara yang tak asing bagi nya
"SIAPA YANG KAU SEBUT SEBAGAI CALON PERMAISURI MU, HAH!!!!!!……"teriak seseorang dari belakang kerumunan
__ADS_1
_______
bersambung……🍁🍁🍁🍁