
"kak ,kak Lulu tadi kemana sih?!" tanya Ling Fei.
"iya ya,kok ngak kelihatan dari tadi" Zhi Shu melihat sekeliling danau dengan seksama.
"kalian ada lihat Lulu ngak?" tanya Shiren yang baru saja bergabung bersama mereka berdua.
"ngak kak,dari tadi ngak kelihatan" jawab Ling Fei.
"paling di depan…" ujar Xiao Rue.
"ya udah, coba kita cari di depan" ujar Shiren.
"Ayo!!!"
mereka berempat berjalan beriringan meninggalkan danau itu.
Duan Luan yang asyik mengunyah makanan nya tak sadar Shiren,Xiao Rue,Zhi Shu,dan Ling Fei sudah duduk di meja yang sama dengan nya.
mereka berempat ikut menatap ke arah yang di tatap Duan luan sedari tadi.
"mereka mau kemana kak?" Zhi shu bersuara.
tampak banyak warga bergegas ke satu arah dari balik kaca yang mereka tatap.
"ehh!!…"Duan luan tersadar.
"itu…,katanya ada petinggi kaisar iblis yang berkunjung" jawab Duan luan akhirnya.
"ohh…,kakak ngapain sendirian disini?!" tanya Ling fei.
"nunggu jodoh dateng" gumam Duan luan asal,untungnya tak ada yang mendengar ucapan nya
"kalian ngak mau kesana?!" tanya Shiren.
"mau lah, siapa tau ada berita terbaru" ujar Ling Fei
"ya udah,ayo kita kesana!!" ajak Zhi shu.
mereka mengikuti beberapa warga yang berjalan tak terlalu jauh di depan mereka.
____
Tampak seorang lelaki yang sudah berumur nan ringkih berlutut di tengah tengah kerumunan warga.Namun,tak ada seorang pun yang berani mendekat padanya.
"maaf kan aku tuan, maafkan aku!!!" pria itu memohon sambil menangis.
"kau tau apa akibat nya kan?!" tanya pria berbaju hitam yang duduk di singgasana nya itu.
__ADS_1
"tolong jangan hukum aku!!…,akhir akhir ini jualan ku tidak ada yang laku, aku benar benar tidak punya uang sepeserpun" mohon lelaki itu lagi.
para warga lain nya hanya menatap lelaki itu kasihan,mereka juga tak bisa membantu.
"cambuk dia seratus kali!!!" perintah pria itu pada bawahannya.
"baik tuan!"
"tolong jangan cambuk saya!! saya janji bulan depan, akan membayar dua kali lipat" tangis lelaki itu makin pecah.
"permisi nona,kalau boleh tau di depan ada apa ya?" tanya Shiren pada seorang gadis yang berdiri tak jauh darinya,ia dan yang lainnya baru saja sampai di sana.
"hari ini ada pemungutan pajak bagi para warga,tapi bapak itu tidak bisa membayar karna tidak punya uang." jawab gadis berambut hitam itu.
"lalu?"
"sesuai peraturan dia harus di cambuk seratus kali" jawab gadis itu lagi.
Seorang pengawal dengan paksa menarik lelaki itu ke tempat penghukuman,lelaki itu berontak dan terus memohon untuk tidak di hukum namun tak dihiraukan pengawal itu.
"ini hukuman yang akan kalian terima, jika kalian melanggar peraturan kaisar iblis" ujar Gu Jian dari tempat duduk nya.
"tunggu!!!lepaskan dia!!" teriak seseorang dari belakang kerumunan.
seketika suasana yang sedikit ribut itu hening.
"siapa yang berbicara tadi,maju kedepan!!"
"kau bicara apa tadi hah?!!" tanya prajurit itu.
"lepaskan dia!!!…" ulang perempuan itu.
"berani sekali ,kau membantah perintah perdana menteri kaisar iblis!!!" si pengawal hendak memukul gadis itu, dengan kayu yang sedang di pegangnya.
"berhenti!!" ujar pria yang mereka sebut perdana mentri itu.
"aku ingin lihat seberapa besar keberanian gadis itu" ujar pria itu.
"tapi tuan!………"
"kau berani membantah perintahku?!!!…"
"tidak tuan Gu,saya mana berani" prajurit itu terdiam.
Gadis itu berjalan dengan santai tanpa merasa takut sedikit pun,ia berhenti di depan Gu Jian.
"coba ulangi apa yang kau ucap kan tadi!!…" Gu Jian menatap gadis itu penuh selidik.
__ADS_1
"lepas kan dia!!" gadis itu menunjuk si pria tua.
sementara itu di antara kerumunan warga,
"kak Lulu keren juga ,ya?!" Ling fei menatap Duan Luan berbinar.
"keren apanya?,keren an juga aku!!" Zhi Shu menatap Duan Luan kesal.
"Cieee cemburu,masa sama Lulu aja cemburu" ejek Shiren sambil mencolek dagu Zhi Shu.
"siapa yang cemburu?!" Zhi Shu membuang wajah nya dan menjauh dari Shiren.
"Zhi Shu cemburu…,Zhi Shu cemburu…" Shiren semakin mengejek Zhi Shu.
"aku ngak cemburu" Zhi Shu menatap Shiren kesal
"ngak seru ah!!……,Zhi shu ngambek an" Shiren tertawa kecil, saat melihat ekspresi Zhi Shu yang tampak semakin kesal.
___
"apa yang akan aku dapat kan, jika dia aku lepaskan?" Gu Jian menyilangkan kaki nya menatap Duan Luan dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"aku akan membayar dua kali lipat……" jawan Duan Luan santai.
"lima kali lipat!!…" potong Gu Jian, ia mengangkat lima jari nya di depan wajah Duan Luan.
"setuju…"
"baiklah,lepaskan dia!!"
para prajurit itu pun melepaskan pria itu.
Duan Luan memberikan sekantong besar koin ke tangan Gu Jian.
"anak baik…," puji Gu Jian.
"setelah ku lihat -lihat,sepertinya wajah mu sangat tidak asing……" Gu Jian berdiri dari duduk nya dan mendekat ke arah Duan Luan.
"aduh cadar nya lupa di pake!!,mudah mudahan si tua bangka ini ngak kenal aku" gumam Duan Luan dalam hati.
"apa kita pernah bertemu?!!…"Gu Jian hendak memegang dagu Duan Luan,namun ia langsung menghindar.
"ah!… aku ingat…,kau dari keluarga Duan daratan Utara kan?!!……ternyata si gadis pembangkang"Gu Jian kembali ke tempat duduk nya sambil tertawa kecil.
"ternyata walaupun sudah lewat sepuluh tahun, kau masih tidak berubah ya?!!…"
"kau juga tidak berubah paman, masih saja gila harta!!bahkan rela menukar apa pun demi harta!!…" Duan Luan tersenyum sinis,ia beranjak dari tempat nya meninggalkan Gu jian yang tampak kesal.
__ADS_1
_____
Bersambung……🌺🌺🌺🌺