Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 15


__ADS_3

"tapi aku mau bermain paman"jawab Zhi Shu.


"nanti saja bermainnya"Luan Sha mendorong pelan bahu Zhi Shu untuk menyingkir.


"aku mau main nya sekarang!!" Zhi Shu pura pura ngambek


"baiklah,tapi sebentar saja ya…,kau ingin bermain apa?"tanya Luan Sha


Zhi Shu tersenyum misterius


"bermain pedang" jawabnya santai dengan sebuah pedang yang entah sejak kapan ada di tangan nya.


"ck…kau tak takut terluka?" Luan Sha juga mengeluarkan pedangnya.


Zhi Shu hanya memasang wajah datar tak menghiraukan pertanyaan Luan Sha.


Zhi Shu menyerang Luan sha berkali- kali,ia tak membiarkan Luan sha mendapatkan celah sedikitpun.


"ternyata kau hebat juga" Luan Sha tersenyum mengejek.


"aku hanya bermain-main paman" Zhi Shu berusaha menarik emosi Luan Sha.


"tapi sepertinya paman sudah sangat kelelahan" Zhi Shu menatap Luan Sha iba.


"masa paman kalah sama anak kecil sih…"ejek nya.


Zhi Shu terus menyerang Luan sha tanpa henti.


"teknik bertarungnya lumayan hebat…" gumam Luan Sha dalam hati,


Zhi Shu berhasil menemukan celah di pertahankan Luan Sha,


"stass!!…"pedang Zhi Shu merobek lengan Luan Sha hingga bajunya terkoyak dan sedikit berdarah.


"kau benar-benar membuatku marah!!!"teriak Luan Sha kesal.


"akhirnya ikan masuk perangkap" Zhi Shu terkekeh kecil dalam hati.

__ADS_1


Luan Sha menyerang Zhi Shu dengan sangat gesit,selain itu beberapa bola es terus melayang ka arah Zhi Shu.


Zhi Shu dengan santainya menghindar dari bola itu, sesekali melawannya dengan bola api,sedangkan serangan pedang Luan sha hanya ditangkisnya dengan malas.


"hoam……apakah masih lama paman?,aku sudah mengantuk" Zhi Shu pura-pura menguap.


"dasar anak sialan!!!aku tak akan ragu lagi menyerang mu" Luan sha kembali menyeberang Zhi Shu tapi kali ini serangannya di perkuat dengan serang bola es dan panah-panah yang terbuat dari angin.


"dia benar-benar sangat kesal" Zhi Shu tersenyum


~~


Luan Shi terus menyerang Shiren dengan gesit begitu juga dengan Shiren.Di seluruh tubuh Luan Shi telah tercetak banyak luka goresan pedang namun itu tak membuatnya menyerah..


"nona terima lah kebaikan hati ku, maka aku akan mengampuni mu" ujar Luan Shi masih bersikap sombong.


"kebaikan hati mu tak ku terima!!" jawab Shiren cuek.


"baiklah karna kau yang meminta"Luan Shi menggabungkan kekuatan elemen kayu dan angin nya menjadi satu, lalu menyelimuti pedang yang sebelumnya sudah di lapisi tenaga dalam, sehingga dari pedang itu nantinya juga mengeluarkan serangan elemennya.


"baiklah"Shiren menyelimuti pedang nya dengan elemen angin.


serangan pedang Shiren tak kalah kuatnya,energi angin yang menyelimuti pedang nya beberapa kali berhasil mengenai tubuh Luan Shi.


pedang Luan Shi juga sudah beberapa kali menyentuh kulit mulus Shiren,tapi Shiren tak menghiraukannya.


tiba-tiba Luan shi mengunakan energi anginnya untuk meringankan tubuh sehingga tubuhnya dapat bergerak secepat kilat.


Shiren beberapa kali berhasil membaca pergerakannya,tapi salah satu serangan Luan Shi dari arah belakang hampir mengenai wajah Shiren, untungnya Shiren bisa sedikit menghindar alhasil pipi mulusnya sedikit tergores sedangkan tali cadarnya terputus.


Shiren berbalik badan hendak menyerang Luan Shi,saat itu lah Luan Shi dapat melihat dengan jelas wajah mulus Shiren yang sangat putih bersih seperti susu.


Mata nya besar berwarna coklat, bulu mata yang lentik serta alis tebal. Hidung Shiren yang sedikit mancung,bibir berwarna merah ceri ,serta rambut kuning keemasan yang beterbangan ditiup angin bisa membuat siapa saja terhipnotis.


wajahnya melambangkan kelembutan,ketenangan,dan penuh wibawa sekaligus bisa membuat nya dihormati siapapun yang melihatnya.


Luan Shi sempat terbengong melihat wajah shiren,selain luka karna tergores pedang tadi, wajah Shiren sangat cantik melebihi orang - orang dari dunia atas yang terkenal dengan kecantikan dan ketampanannya.

__ADS_1


"kau sudah membuat cadar ku putus, jadi kau harus menggantinya!!!" Shiren menatap Luan Shi dengan tatapan membunuh.


Luan Shi tak menjawab perkataan Shiren ia masih setia memperhatikan bidadari yang ada di depannya.


"hey apakah kau tuli?!!!"teriak Shiren kesal.


"kau ingin dibayar pakai apa?,apapun akan ku berikan untuk mu" Luan Shi masih berdiri diam di tempat nya.


"apapun…,baiklah"Shiren kembali menyerang Luan Shi,


Luan Shi yang masih termenung sangat kaget saat menerima serangan tiba-tiba dari Shiren.


Shiren menyerang Luan Shi tanpa ampun hingga membuat tubuh Luan Shi penuh luka pedang serta bajunya robek-robek.


"serangan terakhir"gumam Shiren pelan.


Shiren mengumpulkan energi anginnya di satu titik yaitu ujung pedang yang sedang dipegangnya,setelah berkumpul cukup banyak Shiren mengayun pedang itu ke arah Luan Shi.


Luan Shi yang sudah terluka cukup parah ,tak dapat menghindar dari serangan itu sehingga tubuhnya terlempar sejauh 50 meter ,dan menghantam dinding serta menciptakan cekungan yang lumayan dalam di sana.


Luan Shi terbantuk dan mengeluarkan beberapa teguk darah sambil memegang dada nya yang teramat sakit.


Di sisi lain, Zhi Shu masih terus di serang Luan Sha dengan serangan perpaduan es dan angin.


"baiklah saat nya serius" Zhi Shu melapisi pedangnya dengan energi api dan mulai menyerang Luan Sha.


Beberapa kali pedang nya beradu dengan Luan Sha yang menyebabkannya mundur beberapa langkah.Tubuh keduanya sudah dipenuhi beberapa luka namun tetap tak menghentikan serangannya.


Zhi Shu mengumpulkan energi api di ujung pedang nya,ia menyerang Luan Sha berkali-kali ,yang menyebabkan Luan Sha terlempar sejauh sepuluh meter dan menghantam dinding.


Zhi Shu tak berhenti di situ, ia kembali mengumpulkan energi nya di satu titik dan menyerang Luan Sha dengan serangan tunggal, yang menyebabkannya mengeluarkan beberapa teguk darah dan masuk beberapa meter ke dalam tanah.


_____


elemen tidak hanya di dapatkan setelah membuka tingkat kultivasi,ada beberapa kasus yang menyebabkan seseorang mempunyai elemen sejak lahir atau bisa di sebut bawaan lahir.


jadi Luan Sha ngak terlalu terkejut saat tau Zhi Shu punya elemen,yang bikin dia kaget biasa nya anak seumuran Zhi Shu belum sepenuhnya bisa mengendalikan elemen bawaan lahirnya.

__ADS_1


See you…😘😘


__ADS_2