Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 12


__ADS_3

Shiren menyuapi Zhi Shu dengan telaten,sedangkan guru Ma dan Xiao Lie masih fokus menyalurkan tenaga dalamnya pada Zhi zhu.


Satu setengah jam berlalu…


Zhi Shu sudah menghabiskan dua mangkok besar sayur daun merah,


wajahnya tak sepucat sebelumnya bahkan terlihat sangat segar,tak lama proses kontrak dengan cambuk angin semesta telah selesai.


"huftt!!…"guru Ma dan Xiao Lie menghela napas kasar bersamaan.


"kau ini membuat ku khawatir saja!!"kesal Shiren


Zhi Shu hanya memasang wajah polos tak berdosa, sedangkan cambuk angin semesta sudah raib masuk ke cincin ruangnya.


"bukan kah katamu semua keturunan singa ilahi tau tentang cambuk itu,kenapa kau tak tau cara kontraknya?"ujar Xiao Lie kesal.


"hehe……karna saat itu,aku yang masih berwujud telur diam-diam pergi dari tempat pengajaran saat para senior lainnya sedang menjelaskan tentang cambuk itu,jadi aku hanya tau siapa pemegang cambuk nya"Zhi Shu cengengesan sambil menggaruk tengkuknya.


"dasar!!…"cibir Shiren


"untung saja hanya satu setengah jam,jika lebih mungkin tenaga dalam ku akan habis…"kesal Xiao Lie


"tuk!!…"guru Ma menyentil dahi Zhi Shu kesal


"dasar anak nakal!!…"


"maaf guru…"ujar Zhi Shu merasa bersalah


"sudahlah ,…lupakan…"ujar guru Ma.


"apakah kalian jadi pergi hari ini?"tanya guru Ma


"tentu saja…sebentar lagi kami akan pergi"jawab Shiren


"baiklah…hati-hati!!,Xiao Lie antar mereka keluar"


"baik tuan"

__ADS_1


"sampai jumpa lagi guru"teriak Shiren dan Zhi Shu serempak


Shiren dan Zhi Shu lalu mengikuti langkah Xiao Lie yang sudah berjalan lebih dulu menuju barat goa.


mereka sampai di sebuah gerbang transportasi


"masuklah…nanti kalian akan keluar di depan goa ini"jelas Xiao Lie


"baiklah,sampai jumpa Lie'er"Shiren memeluk Xiao Lie hangat.


"sampai jumpa…"Xiao Lie membalas pelukan dari Shiren


"daa…senior"Zhi Shu langsung masuk ke dalam gerbang transportasi diikuti Shiren di belakangnya.


Zhi Shu dan Shiren sampai di tempat mereka masuk sebelumnya.


"baiklah sekarang kita harus keluar dulu dari hutan ini" gumam Shiren.


"tapi hari sudah semakin siang, aku takut kita sampai saat malam hari" ujar Shiren.


Shiren langsung naik ke punggung Zhi Shu dan berpegangan pada bulu-bulu panjang yang ada di leher Zhi Shu.


"pegangan yang erat!!"perintah nya


Zhi Shu berlari dengan kecepatan penuh,para spirit beast yang melihat seekor singa yang membawa seseorang dipunggung nya berlari secepat kilat tak berani menganggu mereka berdua.


lapisan ke lima…ke empat…ke dua…


"Zhi Shu… sebaiknya setelah lapisan kedua ini kau harus bersembunyi,aku takut ada yang melihat mu"usul Shiren sedikit berteriak.


"baiklah"jawab Zhi Shu masih berlari


Tak lama mereka telah melewati tugu lapisan kedua,Zhi Shu mulai melambatkan lari nya dan berhenti sedangkan Shiren langsung turun dari punggungnya.


Zhi Shu langsung berubah menjadi seekor kucing dan melompat ke gendongan Shiren yang sudah siap dengan cadar yang menghiasi wajahnya.


Mereka berjalan dengan santai sambil mengobrol sampai di depan gerbang sebuah desa.

__ADS_1


"kita sudah sampai"


"huft akhirnya…,ayo kita harus mencari penginapan dulu" ujar Shiren.


Shiren berjalan dengan anggun memasuki desa itu,banyak pasang mata yang menatap nya aneh,kagum,takut,dan lainnnya.


Tapi Shiren tak memperdulikan mereka,ia terus berjalan ke tengah desa untuk mencari penginapan.


Shiren berhenti di sebuah penginapan dengan palang nama "Rose putih"


Shiren langsung masuk ke dalam dan mencari resepsionis nya ,tanpa menghirau kan tatapan semua orang yang sedang asik makan di lantai satu.


"maaf nyonya…apa masih ada kamar yang kosong?"tanya Shiren ramah


"masih nona…mau kamar yang biasa atau yang terbaik?"tanya ibu itu ramah


"saya pesan kamar terbaik satu dan makanan terbaik disini,tolong antarkan ke kamar saya nanti" jawab Shiren


"baiklah…ini kunci nya nona,kamar anda ada di lantai tiga nomor sepuluh"ibu itu memberikan kunci ke tangan Shiren.


"terima kasih nyonya"Shiren berlalu pergi


ibu itu mengangguk lalu tersenyum.


"pstt…,dari mana gadis itu?aku belum pernah melihatnya di desa ini " tanya seorang pemuda pada teman di sebelahnya.


"aku tak tau,tapi seperti nya dia punya banyak uang dan wajahnya juga cantik karna di tutupi cadar itu" jawab temannya dengan pandangan yang tak lepas dari Shiren sambil tersenyum misterius.


"apa kau serius?"tanya temannya yang tau arti senyuman itu.


"kau tau aja apa yang aku pikirkan" pemuda itu terkekeh pelan.


Mereka berdua memesan kamar di lantai yang sama dengan Shiren.


________


Maaf ya readers karna lama up nya dikarenakan proses review yang lumayan memakan waktu🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2