
Shiren terbangun dari tidur nya, saat sang mentari sudah menghiasi hari dengan sinar nya.Burung-burung kecil yang saling bersahut-sahutan di dahan-dahan pohon sekitar istana, makin menambah suasana nyaman di pagi hari yang cerah.
Semalam, setelah bercengkrama cukup lama dengan Bibi Ling,Shiren langsung undur diri untuk beristirahat karna tubuhnya yang lumayan kelelahan saat di perjalanan.
Sebelum itu, dia juga sempat menanyakan tantang penyakit yang di derita sang ratu.
Ternyata, Ling Ling telah menderita penyakit nya itu kurang lebih 3 tahun bahkan sebelum Ling Feng di asing kan ke wilayah utara.
"Istriku sudah menderita penyakit ini selama tiga tahun,tabib istana mengatakan penyakit ini adalah penyakit yang langka dan sangat sulit diobati.
Obat dari penyakit ini hanya lah herbal tingkat tinggi yang konon katanya hanya ada di lapisan ke lima hutan larangan,namanya bunga Aster Abadi.
Kami sudah berusaha mencari Aster itu di banyak pelelangan, tapi tidak ada yang menjual nya karna tak ada satupun orang yang bisa masuk ke lapisan itu."
"kalau boleh tahu seperti apa ciri cirinya paman?!!"
"dia mirip dengan Aster biasa tapi Aster Abadi mengeluarkan aroma yang sangat berbeda dengan aroma bunga lainnya.
Kalau tidak salah, aroma nya seperti aroma buah apel, Aster itu juga mengeluarkan cahaya berwarna kemerahan."jawab Ling Shi
Shiren mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya,aroma apel langsung menyeruak di dalam kamar itu.
Setangkai bunga Aster dengan kelopak berwarna merah tampak bersinar di tangan shiren,semua yang ada diruangan terdiam.
"apakah seperti ini?" Shiren menyerah kan Aster itu pada Ling Shi.
Ling Shi yang terkejut terdiam beberapa saat sebelum tersadar dan mencoba memeriksa Aster itu.
"ciri ciri nya sama,tapi aku tak tau apa benar ini aster abadi?!!" Ling Shi memandang aster itu penuh harap.
Sesungguhnya sudah lama harapan itu hilang dari hati nya, tapi entah kenapa harapan nya untuk kesembuhan Ling ling kembali lagi, bersamaan dengan kedatangan Shiren ke istana itu.
"Duan Ling panggil tabib istana ke sini!!mungkin mereka tau ini benar aster abadi atau bukan" perintah Ling Shi
"baik ayah…"Duan Ling bergegas pergi.
tak lama,ia kembali dengan tiga orang tabib yang sudah cukup berumur disamping nya.
"ayah!!, mereka sudah sampai…"Duan Ling mempersilahkan ketiga tabib itu untuk lebih mendekat pada sang ayah.
"ada yang ingin anda tanyakan yang mulia?"
__ADS_1
"ada,apakah benar ini Aster Abadi?"Ling Shi menyerahkan Aster itu pada sang tabib untuk diperiksa.
Ketiga tabib itu memeriksa nya dengan teliti,beberapa saat kemudian raut bahagia tampak sangat jelas di wajah mereka bertiga.
"benar !!,ini Aster abadi"
"dari mana raja mendapatkannya?Aster ini sangat sulit di cari dan hanya Aster mekar yang bisa menyembuhkan ratu,dan sangat beruntung aster ini baru saja mekar setelah seratus tahun lama nya."
"kita juga sudah sangat lama mencari Aster ini, tapi tidak menemukannya.Bahkan kami mulai menganggap aster ini hanya lah mitos belaka "timpal tabib yang satunya.
'yang benar saja?!!bahkan aku dulu sangat sering menginjak Aster ini sangking banyak nya dia tumbuh di hutan larangan. Tapi mereka malah menganggapnya mitos.' gumam Zhi Shu dalam hati sambil menggeleng pelan.
"Shiren yang memberikannya" raja menatap Shiren bahagia,akhirnya obat untuk menyembuhkan istrinya sudah ditemukan,usaha nya selama ini akhirnya membuahkan hasil.
"nona, di mana kau menemukan aster ini?!!"
"aku menemukannya di sebuah hutan" jawab Shiren seadanya.
"apakah di hutan larangan?"
"aku tidak tau"jawab Shiren saat melihat isyarat gelengan dari Zhi Shu.
"kau sangat beruntung nona" puji salah satu tabib itu.
Mereka bertiga mulai meracik ramuan Aster Abadi dengan beberapa herbal tingkat tinggi lainnya untuk obat Ling ling.
"kalian berdua bisa beristirahat di kamar yang sudah di persiapkan,aku tahu kalian pasti kelelahan"
"baik paman,terima kasih"
"sama sama,nanti di luar akan ada pelayan yang akan mengantarkan kalian ke kamar masing masing"
"ya sudah,semua nya kami permisi dulu!!" pamit Shiren.
"psstttt!!!…kenapa kau melarang ku memberitahu mereka dari mana aster itu berasal?!!" bisik Shiren setelah agak jauh dari semua orang.
"belum saat nya mereka tahu" jawab Zhi Shu singkat.
"ohh……"
"ya sudah selamat tidur"
__ADS_1
"selamat tidur juga"
Shiren dan Zhi Shu pun masuk ke kamar nya masing- masing.
___
"hmmm,sudah pagi tenyata…"Shiren duduk sambil meregangkan tubuhnya di atas tempat tidur .
Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri karna sudah tak sabar bertemu dengan Ling Fei.
Shiren keluar dari kamar mandi dengan balutan dres selutut berwarna biru muda yang tampak menawan dikulitnya yang putih bersih.
Shiren mengepang rambutnya yang panjang menjadi satu dan diletakkan di samping lehernya.
Setelah selesai bersiap,ia keluar dari kamarnya menuju kamar Zhi Shu untuk membangunkan adik nya itu.
"tok…tok…tok…,Zhi Shu apa kau sudah bangun?"tanya Shiren dari luar kamarnya.
Shiren hendak membuka pintu kamar Zhi Shu, tapi pintu itu telah terbuka terlebih dahulu sebelum Shiren sempat mendorong nya.
Tampak Zhi Shu berdiri di tengah tengah pintu,dia sudah sangat rapi dan segar bahkan aroma sampo nya masih tercium dengan jelas.
"kau sudah bangun?"tanya Shiren sedikit terkejut.
"hmm…sudah"
"tumben…biasanya kau selalu marah jika aku membangun kan mu sepagi ini" tanya Shiren penuh selidik.
"aku hanya ingin bangun lebih pagi saja"jawab Zhi Shu mengelak.
"benarkah? jadi bukan karna ingin bertemu seseorang ya?" Shiren menggoda nya
"bu-bukan" jawab Zhi Shu sedikit gugup,ia memalingkan wajah nya untuk menghindari tatapan mengintimidasi dari Shiren.
"maaf menganggu,raja sudah menunggu kalian berdua di aula istana" ujar seorang pelayan menghentikan kegiatan Shiren
"tidak apa apa,kami akan kesana sekarang" ujar Shiren sambil tersenyum ramah.
"ayo!!!"ajak Shiren,Zhi Shu pun mengikuti langkah Shiren sambil mengusap dada nya pelan.
'untung aja' gumam nya dalam hati
__ADS_1
_____
bersambung……🌸🌸🌸🌸