Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 17


__ADS_3

Shiren berjalan mengikuti jejak aura Zhi Shu yang tertinggal.


"Zhi Shu kau ada di mana?" tanya Shiren melalui telepati karna jejak nya mulai samar-samar.


"kakak sampai dimana?" tanya Zhi Shu balik


"aku di dekat reruntuhan bangunan" jawab Shiren.


tak jauh dari nya ada sebuah reruntuhan bangunan seperti sebuah penginapan yang lumayan besar,bangunan itu hanya hancur sekitar 50 % nya saja, selebih nya masih berdiri kokoh walau dinding dindingnya sudah di penuhi lumut.


"apakah reruntuhan nya di belakang pasar tadi?"


"benar"


"masuk lah kak,kami ada di dalam"


Shiren melangkahkan kakinya masuk ke reruntuhan itu,ia berjalan hati-hati takut reruntuhan yang ada di atas kepalanya jatuh.


Shiren terus berjalan ke tengah reruntuhan,di sebuah ruangan seperti kamar yang luas Zhi Shu duduk sambil menatap anak kecil yang sedang makan dengan lahapnya.


"Zhi Shu"


"kak…"Zhi Shu menatap Shiren sambil tersenyum.


"apakah dia berbicara sesuatu?"Shiren melirik gadis kecil itu yang masih makan dengan lahap sambil perlahan mendekat.


"tidak,dari tadi dia hanya diam" jawab zhu Shu lesu,ia telah berusaha mengajak anak itu berbicara tapi dia hanya menatap Zhi Shu tak mau menjawab.


"adik kecil…" Shiren mengusap pelan kepala anak itu,


anak kecil itu mendongak untuk melihat orang yang sedang berdiri di depannya.


tapi tak lama ia kembali memakan roti nya tak menghiraukan keberadaan Shiren.


"kita tunggu dia selesai dulu saja kak" saran Zhi Shu.


Shiren mengangguk,ia mengambil sebuah kursi yang berada tak jauh darinya.


lima menit berlalu…,gadis itu sudah menghabiskan seluruh roti nya.


"boleh kakak bertanya?" Shiren mengusap kepalanya sekali lagi.


anak itu hanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"adik namanya siapa?"


anak itu menggeleng.


"ngak punya yah… ya udah, kalau gitu adik dari mana kenapa mencuri di desa ini?" tanya Shiren


Anak itu menunduk, bahunya sedikit bergetar tanda ia sedang menahan tangis.


"ngak papa nangis aja jangan di tahan" Shiren membawa kepala gadis kecil itu ke dalam pelukannya.


ia menangis tersedu-sedu.


setelah cukup tenang gadis itu mulai berbicara.


"aku dari hutan mati kak,ayah dan ibu ku menyuruh ku pergi dari sana karna di sana sudah benar-benar hancur" gadis itu masih sedikit terisak.


"apa yang terjadi?" Shiren menghapus air mata yang mengalir si pipi gadis itu.


"para iblis yang menghancurkan hutan itu kak,mereka membakar semua yang ada dan memburu kami untuk di kontrak secara paksa"


"saat itu goa kami tiba-tiba mereka serang sehingga banyak dari spesies kami mati,ayah ku berusaha mati-matian mengusir mereka, sedangkan ibu dengan kondisi terluka parah berusaha melindungi ku karna aku sama sekali tak bisa berkultivasi,dia mengirim ku ke desa ini agar aku selamat."


"lalu di mana ibumu?"


"lalu bagaimana dengan keluarga mu?"


"aku dengar tak ada lagi ras kelinci langit biru di hutan mati."


"lalu ibumu?"


gadis itu menggeleng, air matanya kembali jatuh.


"tunggu… tadi kau bilang kau tidak bisa berkultivasi?"tanya Zhi Shu.


gadis itu mengangguk.


"bagaimana cerita nya?…"


"aku tidak tahu, yang pasti setiap aku mencoba untuk berkultivasi, aku akan sakit selama berhari-hari bahkan bisa beberapa minggu" jawab gadis itu.


"kak …ada yang aneh dengan gadis ini"Zhi Shu berbicara dengan Shiren melalui telepati.


"apanya yang aneh?"tanya Shiren bingung.

__ADS_1


"setahu ku, hewan spirit beast tidak bisa mengubah wujudnya menjadi manusia sebelum sampai di ranah emas, sedangkan dia tidak memiliki kultivasi tapi bisa berubah menjadi manusia walau tidak sepenuhnya, tapi itu sangat aneh kak…" ujar Zhi Shu menjelaskan.


"apa jangan-jangan dia memiliki tubuh spesial?!!!"teriak Shiren kaget


"jangan teriak- teriak!!!"kesal Zhi shu


"maaf"Shiren tersenyum tanpa dosa pada Zhi Shu.


"sejak kapan kau bisa mengubah wujudnya menjadi manusia?" tanya Zhi Shu.


"sejak aku lahir aku bisa berubah menjadi manusia" jawab gadis itu polos.


"benar dugaan ku ,dia spesial karna itu ibunya berusaha mati-matian untuk menyelamatkan nyawanya." gumam Zhi Shu dalam hati.


"kak…sepertinya gadis ini perlu di dimurnikan di air surgawi, agar titik meridian nya terbuka dan dantian nya bisa lebih murni " usul zhi shu


"kau benar…"


"adik mau ikut sama kakak ?nanti kita sama sama cari ayah sama ibu kamu di hutan mati,tapi sebelum itu kamu harus meminta maaf pada bapak yang tadi".Shiren tersenyum lembut


gadis itu mengangguk.


"ya sudah, ayok!!"Shiren memegang tangan gadis itu di sebelah kanan sedangkan Zhi Shu di sebelah kiri.


Mereka berjalan bergandengan sampai di toko roti bapak tadi.


"eh nona…,kau sudah datang" bapak itu mempersilahkan mereka duduk di kursi yang ada.


Shiren melirik si gadis kelinci dan tersenyum,si gadis kelinci yang tau maksudnya Shiren mulai membuka suara.


"pak, maafkan saya karna selama ini sering mencuri roti bapak"ujar gadis itu.


"ah tidak apa- apa…,bapak tau kamu lapar tapi mencuri bukan tindakan yang baik"bapak itu mengelus rambut gadis kelinci lembut.


"lagi pula nona ini sudah membayar kan roti yang sudah kau ambil" bapak itu melirik Shiren.


Shiren hanya tersenyum.


"oh iya nona…,roti nya sudah saya bungkus kan,sebentar saya ambil dulu di dalam."bapak itu bergegas masuk ke dapur.


Bapak itu kembali dengan banyak roti yang sudah tersusun rapi di dalam keranjang roti berukuran sedang.


___________

__ADS_1


Hello gaissss ketemu lagi sama author 😘😘😘 semoga kalian ngak bosan ya sama cerita ini ,dan untuk kakak-kakak yang udah like dan komen terima kasih banyak🙏🙏🙏💜💜


__ADS_2