
Shiren masuk ke kamar di ikuti Zhi Shu di belakangnya,ia langsung merebahkan diri nya di atas kasur.
"kak…,kau kenapa? wajahmu terlihat sangat pucat…"ujar Zhi Shu sambil memperhatikan wajah Shiren.
"tidak apa apa…paling hanya ke cape an…"jawab Shiren malas.
"tapi kak…kita hanya berjalan kurang lebih lima jam tidak mungkin kau ke cape an,biasanya kau keliling hutan terlarang bagian kelima saja masih pengen keliling di bagian ke empat…"ejek Zhi shu
"iya juga ya,… entah kenapa sejak masuk ke desa tadi aku merasa sangat lemas dan mengantuk."Shiren mengubah posisi tidurnya yang awalnya telungkup menjadi telentang.
Zhi Shu memperhatikan Shiren dengan seksama,matanya berhenti pada sobekan kecil pada gaun Shiren dekat mata kakinya.
Zhi Shu menyibakkan sedikit gaun itu untuk memastikan sobekan apa itu.
Zhi Shu membulatkan matanya lebar lebar,saat melihat luka goresan yang sudah berwarna biru keunguan.
"kakak…kaki mu terluka!!! seperti nya ini beracun!!!"teriak Zhi Shu yang langsung mengagetkan Shiren yang baru tertidur beberapa menit lalu.
"mana mungkin aku terluka,aku tidak merasa kesakitan tuh…"Shiren merubah posisinya menjadi duduk menghadap Zhi Shu.
"ini…"Zhi Shu menunjuk goresan yang ada di kaki Shiren.
"luka apa ini?kok warna nya biru?" Shiren menyentuh goresan itu.
"tapi kok pas dipegang, ngak ada rasa sakit atau perih nya gitu sih…"ujar nya heran.
"kak ,apa tadi pas kita lewat semak beracun kaki mu tergores durinya?"Zhi Shu menatap Shiren penasaran.
"ngak,cuma tadi pas kita lagi jalan di tengah semak itu ,kaki ku kayak di gigit sama semut tapi ngak ketemu semutnya dimana…"
"itu berarti kaki kakak tergores semak beracun itu,"ujar Zhi zhu
"jadi gimana dong?…"
"racun itu adalah racun tingkat tinggi yang sampai saat ini belum di temukan obatnya,biasanya siapapun yang terkena racun itu sedikit saja akan langsung membiru lalu kejang kejang setelah itu meregang nyawa."jelas Zhi Shu karna ia pernah membaca tentang semak itu saat di perpustakaan desa Rosie.
__ADS_1
"berarti ngak ada obatnya?"
Zhi Shu menggeleng pelan
"yah… gimana dong mana jadi ngantuk banget akunya"
"tapi kakak termasuk beruntung,karna biasanya reaksi racun itu akan langsung terlihat setelah 30 menit terkena racun nya sedang kakak hanya merasa ngantuk dan lemas."
"ya tapi kan tetep aja racun…"Shiren menatap lukanya pasrah,tanpa ia sadari telapak tangan kanannya ia letakkan di dekat luka goresan itu.
tiba-tiba dari telapak tangan itu muncul cahaya berwarna ungu samar-samar dan semakin lama semakin jelas.
Zhi Shu yang sedang larut dalam pikirannya, memfokuskan matanya pada telapak tangan Shiren karna ia tak sengaja melihat cahaya itu.
Cahaya itu semakin terang dan mengelilingi kaki Shiren yang terluka,Shiren yang sedang melamun tersadar saat luka yang ia tatap perlahan-lahan warna nya memudar saat cahaya ungu itu masuk ke dalam luka itu.
Zhi Shu dengan diam terus memperhatikan cahaya ungu yang terus bergerak keluar dari telapak tangan Shiren dan masuk ke dalam luka gorden akibat semak beracun.
Lima menit berlalu… luka Shiren sudah sembuh total bahkan tak terlihat tanda-tanda bahwa di tempat itu pernah terluka sedikit pun,cahaya ungu yang keluar dari telapak tangan Shiren juga sudah menghilang beberapa saat lalu.
Shiren mengedip kan matanya beberapa kali untuk memastikan penglihatannya sambil meraba tempat luka goresan itu tadinya berada.
"Zhi Shu apa itu tadi?…"Shiren bertanya pada Zhi Shu
"aturannya aku yang nanya…"jawab Zhi Shu kesal.
"ye…kan dari tadi kau cuma diam, makanya aku wakili…"Shiren terkekeh pelan berusaha mencairkan suasana.
Zhi Shu menatap Shiren tajam,Shiren langsung terdiam dan memasang wajah datarnya,
(sedatar tembok tetangga😂😂)
"kakak cahaya apa itu tadi…?"tanya Zhi Shu
"mana kutahu…,"Shiren mengangkat bahunya tidak tahu.
__ADS_1
Zhi Shu kembali dalam lamunannya,
"kakak masih ingat waktu kita mengetes elemen kakak?"
Shiren mengangguk
"waktu itu aku kan bilang, kalau satu di antara lima elemen kakak aku ngak tau itu elemen apa"
"ho'oh…" Shiren mengangguk kan kepalanya lagi.
"apa jangan-jangan tadi itu cahaya elemen kakak,soalnya warna cahayanya sama …warna ungu!!!"ujar Zhi Shu menyimpulkan.
"bisa jadi sih…tapi itu nama elemen nya apa an"
"penyembuhan karna bisa menyembuhkan luka gitu…" jawab Zhi Shu
"tau dari mana itu elemen penyembuhan?"
"aku aja baru tahu ada elemen yang bisa menyembuhkan luka, soalnya biasanya untuk menyembuhkan luka itu pake pil penyembuh atau tanaman herbal…." ujar Zhi Shu
"iya juga sih, berarti mulai sekarang nama elemen ku yang berwarna ungu adalah penyembuhan…"Shiren menyimpulkan sambil mengangguk-bangunkan kepalanya
~~
"kak …kira- kira Ling Fei udah siap belum memurnikan tubuhnya?…"tanya Zhi Shu.
"cie…yang kangen,baru juga sehari udah kangen aja…"goda Shiren
"mana ada aku kangen,aku kan cuma nanya…"Zhi Shu memalingkan wajah nya menjauh dari Shiren.
Shiren tertawa kecil melihat tingkah Zhi Shu
"kayak nya belum, jadi kita tunggu aja…selama Ling Fei belum keluar dari sungai surgawi ,kita ngak usah masuk ke dimensi jiwa dulu ya… biar Ling Fei bisa fokus sama latihannya…"ujar Shiren
" baiklah aku setuju…"jawab Zhi Shu.
__ADS_1
_______
maaf ya guys kalau part ini ceritanya kurang nyambung atau gimana soalnya lagi susah mikir 😂😂 ,sekali lagi author minta maaf🙇🙇