
"ini nona…" ujar bapak itu sambil menyodorkan keranjang nya.
"makasih pak"Shiren mengambil keranjang itu.
"ini bayarannya."Shiren menyerahkan katung hitam berukuran sedang berisi koin pada bapak itu.
"tapi nona…"
"tidak apa-apa,anggap saja ini bayaran karna bapak sudah memberi makan dia selama ini,dan juga bukankah bapak butuh uang untuk berobat istri bapak? bapak bisa mengunakan koin ini untuk itu."Shiren tersenyum lembut.
"baiklah nona,terima kasih banyak"ujar bapak itu pasrah
"baiklah… kami pergi dulu sampai jumpa lagi"Shiren pamit pada bapak itu sambil melambaikan tangan.
Setelah kepergian Shiren, bapak penjual roti membuka kantung hitam itu ia terkejut karna isinya lumayan banyak,ada 20 keping koin perunggu,10 keping perak,dan 5 keping emas.
"nona itu sangat baik hati"ujar bapak itu gembira.
saat ia akan menutup kembali kantungnya,ia melihat ada cahaya berwarna merah merembes dari dalam tumpuk koin itu,bapak itu mengeluarkan koinnya di atas meja untuk melihat sinar apa itu.
"astaga!!…ini lily api!!!,terima kasih banyak nona,terima kasih…" ujar bapak itu terharu setelah menemukan setangkai bunga lily berwarna merah dengan cahaya merah dari tumpukan koinnya.
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan menjelajahi pasar itu.Shiren sesekali mampir di toko maupun kios untuk membeli keperluan seperti gaun,hanfu,cadar,jepit rambut,dan lainnya.Shiren juga membelikan beberapa hanfu dan gaun untuk Zhi Shu dan gadis kelinci.
Mereka kembali ke penginapan saat matahari telah tenggelam di gantikan sinar rembulan.Shiren menenteng banyak barang di tangan nya,sendang kan Zhi zhu dan si gadis kelinci berlengan-lengok tanpa membawa satu pun barang yang mereka beli.
"dasar anak ini!!" kesal Shiren.
Setelah sampai di penginapan,Zhi Shu langsung menarik tangan gadis kelinci menuju kamarnya,sedangkan Shiren berhenti sebentar untuk beristirahat di salah satu meja di lantai satu.
"nona anak siapa lagi yang kau bawa?!!"gumam sang resepsionis saat melihat seorang gadis kelinci yang sedang di tarik Zhi Shu namun hanya bisa menyimpannya dalam hati.
"terserahlah,mau di bawa orang se kampung kek,se kota kek,se kerajaan kek,se benua sekalipun!! terserah dia,yang penting aku dapat uang."resepsionis itu bersenandung kecil sambil mengelap meja tempat nya bekerja.
Setelah meminta untuk di buatkan makanan seperti sebelumnya pada si resepsionis,Shiren kembali ke kamar nya dengan susah payah.
Sesampainya di kamar,Zhi Shu dan gadis kelinci sedang bermain kejar-kejaran.
"sudah,sudah jangan lari-lari lagi,nanti kalian jatuh" ujar Shiren sambil meletakkan barang barangnya di atas kasur.
"kita ke dimensi jiwa dulu ya,kakak mau mandi" Shiren mengajak mereka semua ke dimensi jiwa nya.
____
"wah…sangat indah…"gadis kelinci memandang ke segala arah kagum setelah sampai di dimensi jiwa.
"kapan pun kamu boleh kesini jika kamu mau"Shiren mengelus rambut gadis itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"benarkah?" tanya nya semangat.
"tentu saja" jawab shiren.
"kak aku mau jadi hewan kontak kakak, boleh kan?" ujar gadis itu.
"yakin…"
"iya" gadis itu mengangguk semangat.
"ya udah sini…"Shiren meneteskan darahnya pada dahi gadis kelinci,seketika tubuhnya di keliling cahaya putih lalu perlahan memudar.
"mulai sekarang nama kamu Ling Fei" ujar Shiren.
"nama yang bagus…"ujar Zhi Shu sambil tersenyum.
"kamu suka?"tanya Shiren
"sangat suka…"jawab Ling Fei.
"Zhi Shu ajak Ling Fei berkeliling,kakak mau mandi dulu…"ujar shiren.
"siap kak…" Zhi Shu langsung menarik tangan Ling Fei untuk berkeliling.
Shiren memakai gaun berwarna biru dengan sulaman bunga sakura di bagian lengannya,ia menghampiri Zhi Shu dan Ling Fei yang sedang ngobrol di gazebo dimensi jiwa.
Mereka mengobrol dengan santai sambil meminum teh yang dibuat oleh Zhi Shu.
tok…tok…tok
"ayo kita keluar,sepertinya makanannya sudah datang"ajak Shiren
"ayo…"ujar Zhi Shu dan Ling Fei serempak.
"nona masakannya sudah siap!!"teriak seseorang dari luar.
"iya"Shiren membuka pintunya dan mempersilahkan orang itu untuk meletakkan makanan nya di atas meja.
"terima kasih"ujar Shiren sambil tersenyum.
"sa-sama …sama" ujar pria itu gugup karna senyum manis Shiren yang tidak memakai cadar diwajahnya.
"permisi nona"
"silahkan"
Setelah menutup pintu,Shiren menghampiri Zhi Shu dan Ling Fei yang sudah duduk di meja makan.
__ADS_1
Mereka menghabiskan makanan dengan tenang.
Luan Shi dan Luan Sha sampai di alun-alun desa tempat tinggal mereka.Semua orang yang berpapasan dengan mereka tampak bingung dan khawatir dengan kondisi mereka berdua.
"apa yang terjadi pada kalian?"tanya Luan Guan ayah mereka sekaligus bapak kepala desa.
"tadi ada seorang gadis yang menyerang kami ,yah,"jawab Luan Sha sambil membaringkan tubuh Luan Shi di atas kursi.
"siapa dia?kenapa dia menyerang kalian?" tanya Luan guan.
"kami tidak tau,kakak Luan Shi ingin menjadikannya istri tapi dia menolak ,karna kakak tidak terima dia menyerang gadis itu tapi malah kami yang babak belur "jawab Luan Sha.
"berani-beraninya dia!!siapa dia sampai berani menolak dan melukai anak ku!!,aku tidak terima penghinaan ini!!prajurit cari gadis itu dan bawa ke sini!!"perintah Luan Guan.
"jangan ayah,jangan usik dia…"cegah Luan Sha.
"diam kau!!!…prajurit laksanakan perintah ku!!"teriak Luan Guan.
Luan Sha hanya bisa menghembuskan napas kasar.
\_\_\_\_\_\_
sedikit info:
__ADS_1
Bunga lily api adalah herbal tingkat menengah yang banyak tumbuh di hutan larangan lapisan ke tiga.
Herbal ini berfungsi untuk mengobati racun api dingin dan membantu meningkatkan elemen api.