Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 2


__ADS_3

Di tengah pepohonan yang lebat, ada seorang gadis yang tidur dengan posisi menyamping dan salah satu tangan nya ia jadikan sebagai bantal, gadis itu adalah shiren.


Shiren menggeliat karna merasa tidak nyaman,ia perlahan membuka mata nya karna cahaya matahari yang menerpa wajahnya sangat menyilaukan.


"hmm…aku ada dimana?"gumam nya pelan


Mata Shiren masih terbuka setengah, saat dia melihat seekor kucing berukuran sangat besar sedang menjilati bulu di badan nya sambil duduk tak jauh dari tempat ia tertidur(lebih tepat nya pingsan sih).


Shiren mengerjapkan mata nya beberapa kali, untuk melihat dengan jelas kucing besar yang ada di depannya.


Tunggu dulu………kucing?…sejak kapan kucing berukuran sangat besar?emangnya ada surai kucing warna nya emas?


Pikir nya dengan kedua mata tertutup sambil perlahan duduk.


Tiba-tiba ia membuka mata nya sangat lebar sambil berteriak,


"huaaaaaaa!!!!!!!!"


"ibuuu!!!,tolong aku !!!ada singa besar disini!!!!"


teriak Shiren ia perlahan bergerak mundur menjauhi singa itu.


"huaaaaaa!!!!!!"


teriak singa itu tak kalah kaget karna Shiren berteriak di dekat telinganya.


"dimana singa nya?!!,akan ku bakar dia!!" singa itu menoleh ke segala arah sambil mengeluarkan cakarnya.


"huaaaaaa!!!!!dia bisa ngomong!!!!"


Shiren menunjuk ke arah singa yang sedang kaget plus ke bingung an itu.


"apa yang kau maksud itu aku?" tanya sang singa sambil menunjuk diri nya sendiri dengan salah satu kaki depan nya, kemudian berjalan mendekat kearah shiren.


"jangan mendekat!!huaaa!!!ibu………,aku takut di makan!!"


Singa yang tak tahan akan teriakan Shiren, mengambil buah apel yang tak terlalu jauh darinya menggunakan elemen angin, dan memasukkan apel itu ke dalam mulut Shiren.


"berhentilah teriak!!,kau membuat telinga ku sangat sakit!!" ujar nya kesal.


"hmmm……buah nya sangat manis" Shiren mengunyah buah apel yang ada di mulut nya dengan semangat sampai habis.


"maaf kan aku,aku hanya kaget melihat mu" ujar Shiren sambil menggaruk tengkuknya sambil nyengir.


"tempat apa ini? apakah di bumi ada tempat seperti ini?" gumam Shiren heran saat menatap sekeliling,semua tumbuhan yang ada di sini sangat berbeda dengan yang ada di bumi.

__ADS_1


"dimana ini?" tanya Shiren pada si singa.


"kita berada di hutan larangan wilayah utara benua teratai."


"tunggu…tunggu,benua teratai? setahuku tidak ada yang namanya benua teratai di bumi," gumam Shiren.


"apakah ini di bumi?" tanya Shiren lagi.


"bumi?apa itu bumi?…"singa itu menatap Shiren bingung.


"kau tidak tahu…"singa itu menggeleng.


"bisakah kau memberitahukan kita ada di dunia mana?"


"aku tak tahu dunia apa yang kau maksud,tapi yang jelas disini adalah tempat orang yang lemah biasa di tindas oleh orang yang kuat dan orang yang tidak punya tingkat kultivasi dianggap sebagai sampah." jawab singa itu seadanya.


'kultivasi,apa jangan-jangan?!!!…'Shiren bergegas mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk berkaca,ia menemukan sebuah genangan air dan langsung melihat wajahnya sendiri disana.


"wajahku masih sama,tubuh ku juga tidak ada yang berubah bahkan baju ku masih sama seperti yang terakhir kali"


"biasanya time travel itu si tokoh utama masuk ke tubuh orang lain,tapi aku tidak…"gumam nya bingung sendiri.


Shiren ingat, terakhir kali ia hanya tertidur saat mengapung di aliran sungai ,lalu kenapa bangun bangun dia sudah ada di tempat ini.


"perut ku lapar ,sebaiknya aku makan dulu…"Shiren bersiap untuk memanjat sebuah pohon yang buah nya seperti buah apel yang ada di dekatnya.


__


"hei siapa kau?,kenapa kau bisa ada di sini?…"tanya singa.


"namaku Shiren…"jawab Shiren sambil mengunyah apel di tangannya.


"aku tidak bertanya namamu…"


"bukankah kita seharusnya berkenalan terlebih dahulu?…"


"baiklah…baiklah,aku Singa surai emas binatang ilahi dari daratan ilahi." jawab Singa surai emas bangga.


"oh…"jawab Shiren santai.


"kau tidak terkejut?…"


Singa surai emas sangat terkejut saat Shiren dengan santai nya menggeleng,


"apakah martabat ku sebagai binatang ilahi sudah pudar?,dia bahkan tak melirik ku" gumamnya sambil melihat Shiren yang masih asyik mengunyah apel nya.

__ADS_1


Shiren melemparkan salah satu buah apel yang ada ditangannya tepat pada mulut singa surai emas yang sedang menganga lebar.


"apa apaan kau ini!!!…"teriak singa itu kesal,Shiren hanya mengangkat bahunya tak peduli.


"bisakah kau turun dari sana?!!…"


"happ!!!…"


Shiren langsung melompat dari ranting tempat nya tadi duduk.


"ada apa?" tanya Shiren sambil memakan apel yang tersisa di tangannya.


Saat itulah, Singa surai emas kaget melihat tanda lahir di telapak tangan Shiren yang sedang bersinar.


"tanda ini?!!" ujar nya sambil menatap tanda itu.


"oh… ini tanda lahir ku" Shiren melirik sekilas tanda lahir nya.


Shiren sebenarnya heran kenapa tanda lahir nya, yang awalnya hanya berupa garis-garis tipis berbentuk teratai, tapi sekarang malah bersinar dan bentuk nya semakin terlihat jelas.


"apakah dia adalah keturunan dewa- dewi dari daratan ilahi?!!"gumam si singa pelan ,bahkan Shiren hanya mendengar beberapa katanya saja.


"keturunan siapa?dewi mana?"tanya Shiren.


"ahh…bukan apa-apa, apakah kau punya dimensi jiwa?" tanya si singa.


"sepertinya tidak…"jawab Shiren,untunglah ia pernah membaca tentang dimensi jiwa di sebuah novel saat masih di bumi dulu, jadi sedikit banyak ia tahu tentang hal ini.


"dari mana kau tahu aku punya dimensi jiwa atau tidak?"tanya Shiren penuh selidik.


"anu…,k-karna dimensi jiwa biasanya ditandai dengan adanya tato ataupun tanda lahir" jawab singa gugup.


"ohh…bagaimana cara masuk ke dimensi jiwa?"Shiren memperhatikan tanda lahir nya yang bersinar.


"apakah sama persis seperti yang sering aku dengar itu?" gumam nya pelan.


"caranya kau harus memusatkan piki-" ucapan Singa terhenti karna Shiren sudah tak ada lagi di depan nya.


"haishh…anak ini!!!"


rutuknya kesal sambil masuk ke dimensi jiwa Shiren.


_______


Maafkan author karna banyak typo yang tersebar dimana -mana serta alur yang kurang jelas 🙏😁

__ADS_1


__ADS_2