
Dua jam berlalu…,Duan Luan perlahan membuka matanya.
tubuhnya sudah sembuh total berkat bantuan Shiren dan Xiao Rue,luka luka di sekujur tubuhnya juga sudah menghilang.
Duan Luan mencari Shiren dan yang lainnya ke segala arah,mata nya terhenti pada sebuah kursi panjang yang sedang di duduki oleh dua orang dengan posisi membelakangi dirinya,mereka tampak asyik mengobrol sambil sesekali tertawa.
Dari atas pohon terdengar bunyi daun yang saling bergesekan satu sama lain ,Duan Luan mendongakkan kepala nya ke atas.
Di sana Zhi Shu tampak tertidur pulas dengan posisi masih menyandar di batang pohon tanpa merasa terganggu sedikit pun, walau para tupai sudah mengigit hidung dan pipinya karna menutupi jalan mereka untuk kembali ke sarangnya.
Sebuah senyuman terukir di wajahnya,Duan Luan perlahan bangkit dan berjalan mendekat ke arah dua sejoli yang sedang asyik itu,dia melangkahkan kaki nya sangat pelan hingga tak menimbulkan suara sama sekali.
Shiren dan Xiao Rue masih tak menyadari kehadirannya, karna sibuk berdebat tentang kenapa warna tanah di depan mereka coklat bukan kuning,hitam,putih atau yang lainnya.
Duan Luan perlahan menyentuh telinga Shiren dari belakang, kebetulan salah satu tangan Xiao Rue ia letakkan di atas sandaran kursi tempat mereka duduk, alhasil Xiao Rue yang di marahi oleh Shiren.
"ngak usah pegang-pegang!!"ujar nya sambil menatap Xiao Rue sinis.
"siapa yang megang sih?!! orang tangan ku disini kok…"Xiao Rue menunjukkan tangan nya yang ada di atas pahanya.
Shiren mendengus kesal, ia kembali menatap ke hamparan kebun di hadapannya begitu juga Xiao Rue.
Duan Luan terkekeh dalam hati,dia mengelus rambut Shiren dan kembali berjongkok agar tidak ketahuan,lagi-lagi Xiao Rue yang kena semprot oleh Shiren.
"kan udah ku bilang ngak usah pegang-pegang!!…"Shiren menatap Xiao Rue dengan tatapan'senggol bacok' miliknya.
"aku ngak ada megang!!,nih tanganku disini…"Xiao Rue mengangkat kedua tangan di hadapan Shiren.
Shiren kembali menatap lurus ke depan,Xiao Rue meletakkan kedua tangannya di atas pahanya agar Shiren tak lagi menyalahkannya.
Duan Luan kembali menganggu Shiren,ia menarik telinga Shiren pelan dan kembali sembunyi.
Shiren mengalihkan pandangannya ke Xiao Rue,Xiao Rue yang tau tatapan Shiren langsung melirik kedua tangannya yang bertengger manis di atas pahanya, sebagai bukti bahwa itu bukan perbuatannya.
__ADS_1
Duan Luan berusaha sekuat tenaga menahan tawanya sampai sampai di sudut matanya keluar air mata,ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suaranya tidak keluar.
Shiren melirik ke belakang,ia melihat sesuatu bergerak-gerak di belakang kursi nya karna penasaran ia mendekati nya.
Duan Luan yang masih menahan tawa tak sadar Shiren sudah berdiri di depannya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada,sedangkan Xiao Rue berdiri di belakang nya sambil berkacak pinggang.
"ekhem!!…"Shiren dan Xiao Rue serempak berdehem.
Tawa Duan Luan langsung terhenti,ia mengangkat kepalanya sambil cengar-cengir.
Duan Luan perlahan mundur takut dengan tatapan Shiren,tapi punggungnya seperti menghantam sesuatu dengan keras.
Duan Luan membalikkan wajahnya ,Xiao Rue menatap Duan Luan dengan senyuman manis yang jika di lihat oleh Duan Luan itu merupakan pertanda buruk.
Duan Luan meneguk salivanya dengan susah payah,jantung nya berpacu dengan cepat,
"ngapain disitu?…"tanya Shiren
"hehe…ngak ngapa-ngapain…"Duan Luan berusaha menyembunyikan keterkejutannya.
"hehe…"Duan Luan menatap mereka berdua dengan tatapan memelas.
"sudahlah… apa sudah selesai?…"tanya Shiren berusaha mencairkan suasana yang mencengkeram itu.
"udah,makasih ya…aku ngak tau dengan apa aku bisa membalas semua kebaikkan kalian…"ujar Duan Luan merasa terharu,
"ngak usah di pikirkan…"
"ohh iya ,ada sesuatu yang ingin ku bicara kan dengan mu…"Shiren menarik tangan Duan Luan untuk duduk di atas kursi,Xiao Rue mengikuti langkah mereka dan duduk di samping Shiren.
"ada apa?…"tanya Duan Luan penasaran
"aku ingin bertanya?apakah kau berasal dari desa Rosie? "tanya Shiren
__ADS_1
"dari mana kau tahu tentang desa itu?"tanya Duan Luan kaget
"aku pernah ke desa itu sebelumnya…,apa benar kau berasal dari desa itu?dan apakah keluarga mu ada yang tinggal disana?"Shiren kembali mengulang pertanyaan nya.
"benar,semua keluarga ku tinggal di sana,,kenapa kau bertanya seperti itu?"
"aku mohon padamu untuk mempersiap kan dirimu, untuk berita yang akan aku sampai kan…"
"memangnya ada apa…"Duan Luan semakin penasaran begitu juga Xiao Rue.
"iya ,ada apa?" Xiao Rue membuka suara.
Shiren menceritakan semua perilaku Luan Sha dan Luan Shi serta kedua orang tuanya dengan detail tanpa ditutupi sedikit pun.
Duan Luan hanya mendengarkan cerita Shiren dengan seksama,tak ada raut sedih,terkejut,marah,senang atau yang lainnya di wajahnya.
"jadi …apakah kau tidak marah padaku…"Shiren bertanya dengan hati-hati sambil menatap Duan Luan yang hanya berekspresi datar.
"hei!!,kenapa kau hanya diam saja?apakah kau marah padaku?"Shiren menggoyangkan bahu Duan Luan pelan.
"eh…"Duan Luan tersadar dari lamunannya.
"tidak, aku tau kau hanya membela dirimu…"Duan Luan tersenyum sambil menatap Shiren.
"apakah kau tidak sedih atau sebagainya? bukankah mereka adalah keluarga mu?"tanya Shiren heran
"apakah pantas mereka di sebut sebagai keluarga?!!…"Duan Luan terkekeh pelan,bulir-bulir bening mengalir di pipinya tanpa bisa ia kendalikan.
"kau ingin mendengar cerita ku?…"Duan Luan menatap Shiren sendu meminta persetujuannya.
"dengan senang hati…"Shiren tersenyum.
_______
__ADS_1
bersambung🍁🍁🍁