
"hai nona kita bertemu lagi" sapa Xiao Lie
"oh…hai…"balas Shiren.
"lalu untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di luar hutan terlarang,guru meminta bantuan teman guru yang berada di luar."sambung guru Ma.
Mereka lanjut mengobrol bersama sambil memakan buah-buatan yang sudah guru Ma kumpulkan tadi.
"guru… Xiao Lie, aku pamit untuk kembali latihan dulu, nanti kita akan lanjut lagi ngobrol nya"pamit Shiren
"hmm…baiklah,semangat" Xiao Lie memberi semangat pada Shiren.
Shiren hanya tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya menuju danau larva suci.
"guru…kak Xiao Lie ,aku juga mau latihan lagi,daa…"Zhi Shu berlari kecil ke arah selatan goa.
Setelah kepergian Shiren dan Zhi Shu ,guru Ma dan Xiao Lie kembali mengobrol.
_____
seminggu berlalu…
Shiren sudah tak merasa kepanasan lagi saat larva suci menyentuh kulit nya.
"guru…guru…sekarang tubuh ku sudah kebal terhadap larvaa suci"Shiren memberi tau guru Ma dengan semangat.
"oh ya…bagus lah" puji guru Ma.
"guru aku juga sudah tidak kesakitan lagi saat angin abadi menyerang ku…"Zhi Shu memberi tahu guru Ma tak kalah semangat.
"bagus…bagus kalian memang jenius"puji guru Ma.
"tapi aku masih belum bisa mengendalikannya"Zhi Shu menunduk sedih.
"kalau kau mau ,kau bisa berlatih lagi besok" ujar guru Ma
"tentu saja besok aku akan kembali berlatih"
"liat saja… beberapa hari lagi aku sudah bisa mengendalikan angin abadi itu" ujar Zhi Shu dengan semangat menggebu-gebu sambil mengepalkan tangan mungil nya dengan kuat.
__ADS_1
"hahaha…"Shiren tak kuasa menahan tawa nya saat melihat tingkah Zhi Shu yang sangat menggemaskan.
"uluh…uluh ,kau lucu sekali Zhi Shu"Shiren mencubit pipi tembam Zhi Shu gemas.
"ish…jangan cubit-cubit"Zhi Shu memukul tangan Shiren yang ada di pipinya dengan kesal.
Guru Ma hanya tertawa melihat Shiren dan Zhi Shu yang saling mencubit,memukul,dan berlari lari di sekelilingnya.
"sudah…sudah,kalian istirahat lah,besok kalian harus berlatih lagi" guru Ma menengahi Shiren dan Zhi Shu yang sedang saling pukul.
"huh…baiklah"Zhi Shu mulai beranjak ke tempat istirahat nya diikuti Shiren di belakang nya.
~~
Sinar matahari yang menyilakan menerpa wajah Shiren yang membuat nya perlahan membuka mata.
Shiren memulai hari nya dengan semangat sambil bersenandung ria,Zhi Shu yang masih enggan untuk bangun merasa sangat terganggu dengan senandung Shiren.
"kaakk!!…bisakah kau diam!!, aku masih mengantuk!!"Zhi Shu membalikkan badannya membelakangi Shiren.
tiba-tiba muncul ide jahil di kepala Shiren,ia mendekat ke arah Zhi Shu dengan senyum penuh arti.
"kaakaaakkkk!!!!!!……"teriak Zhi Shu.
Shiren berlari terbirit-birit ke tempat guru nya dengan gelak tawa yang menggelegar.
"ish!!…aku tak bisa tidur lagi kan…"Zhi Shu terus berubah posisi tidur nya yang tak nyaman.
"huh!!!… aku benar-benar tak bisa tidur lagi"Zhi Shu duduk dengan malas dan mulai meregangkan tubuh nya.
Ia berjalan dengan gontai ke tempat guru Ma,di sana Shiren,guru Ma,dan Xiao Lie sudah siap dengan beberapa jenis makanan di depannya.
Zhi Shu langsung duduk tanpa memberi sapa an atau semacamnya dengan wajah cemberut bagai benang kusut.
"psstt…dia kenapa?" bisik Xiao Lie pelan.
"tidurnya ku gangguin…"ujar Shiren terkekeh pelan.
Zhi Shu menatap Shiren tajam sampai-sampai hawa di sekitarnya berubah panas.
__ADS_1
"udah…nanti aja di lanjut in berantem nya!!, sekarang kita makan dulu!"ujar guru Ma sambil menatap hidangan di depannya dengan mata berbinar.
Zhi Shu menuruti perkataan guru Ma dan mulai menyendok nasi ke dalam piring nya,mereka makan dengan keheningan.
Setelah makan Shiren langsung di ajak guru Ma ke utara goa untuk latihan selanjutnya nya.
Di sana terdapat sebuah lapangan besar untuk berlatih pedang.
"hari ini kita akan berlatih pedang!…" ujar guru Ma sambil melemparkan sebuah pedang ke hadapan Shiren.
Shiren langsung menangkap pedang itu dan berdiri dengan sikap kuda-kuda bersiap untuk menghadang serangan guru nya.
"trang!!…tring!!…tring!!…"bunyi pedang yang saling bersahut-sahutan mulai menggema di seluruh goa itu.
Shiren melakukan gerakan menghindar,menyerang,bertahan dan lainnya secara spontan.Pedang yang awal nya agak berat mulai terasa ringan di tangan Shiren karna ia mulai terbiasa.
Sementara itu Zhi Shu yang sudah selesai makan,di ajak Xiao Lie untuk ke tempat latihan Zhi Shu katanya ia ingin menyemangatinya.
Zhi Shu mulai masuk ke dalam mantra formasi dan langsung di serang angin abadi,dia mencoba untuk fokus mempelajari struktur angin itu agar bisa mengendalikannya.
Xiao Lie dari jauh terus memberi semangat pada Zhi Shu,ia sesekali bertepuk tangan saat Zhi Shu berhasil menghindar dari serangan angin abadi.
Shiren masih fokus pada tiap serangan guru Ma sambil sesekali menghindar untuk mencari titik kelemahannya.
Guru Ma yang sedikit lengah dimanfaatkan dengan baik oleh Shiren,ia menyikut tangan guru Ma dengan pedang yang hampir mengenai badannya itu,seketika pedang itu terjatuh ke tanah.
Saat guru Ma akan mengambil pedang nya kembali,Shiren dengan cepat meletakkan ujung pedangnya di bahu guru ma.
"guru kalah!…"ujarnya.
"baiklah,baiklah… aku menyerah"guru Ma terkekeh kecil,ia langsung berdiri dan mulai menepuk empuk bajunya yang kotor terkena tanah.
Shiren meletakkan pedang yang tadi digunakannya untuk berlatih ke tempat nya semula begitu juga dengan guru Ma.
mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat latihan Zhi Shu.
_______
Maaf ya guys karna telat updatenya🙏🙏😁😁
__ADS_1