Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 21


__ADS_3

Luan Sha menggunakan tenaga dalam serta elemen anginnya untuk menyerang Zhi Shu,sedangkan Luan Shi menggunakan elemen kayu nya untuk membantu Luan Sha.


Zhi Shu dengan santai nya menghindar dari pedang Luan Sha, dan sesekali menebas kayu-kayu runcing yang terus menyerangnya.


"cukup bermainnya,saatnya serius…"Zhi Shu menggunakan elemen apinya untuk melapisi pedang sekaligus membakar kayu runcing yang terus menyerangnya bertubi-tubi.


bola-bola api balik menyerang Luan Shi setelah menghabiskan kayu runcing yang di buatnya.sedangkan Luan Sha hanya bisa bertahan karna Zhi Shu tak sedikit pun memberi jeda padanya untuk balik menyerang.


"ck… dari mana datang nya bola api ini,bukankah anak kecil itu menggunakan elemen apinya untuk melapisi pedang yang sedang ia pakai,lalu ini serangan elemen siapa" Luan Shi terus menghindar dari serangan itu.


"saudara Luan Sha dari mana datang nya bola api ini?"tanya laun zhu melalui telepati.


"dari bocah ini…"jawab Luan Sha berusaha terus menghindar dan menahan serangan zhu zhu.


"bagaimana mungkin!!…"teriak Luan Shi kaget.


"dari tidak memiliki tingkat kultivasi, namun penguasaan nya terhadap elemen sudah sangat sempurna bahkan bisa membagi elemen nya menjadi beberapa serangan dalam satu waktu"gumam Luan Shi dalam hati sambil membelah bola api dengan pedangnya.


"ada yang tidak beres…apa jangan-jangan?!!!"Luan Shi membulatkan mata nya kaget.


"Luan Sha sebaiknya kita berhenti bermain dengannya… "ujar Luan Shi


"kenapa kak?"


"aku yakin dia telah menyembunyikan tingkat kultivasinya"jawab Luan Shi.


"astaga kau benar"ujar Luan Sha.


"adik kecil sudah ya bermainnya ,paman capek"ujar Luan Sha berusaha membujuk Zhi Shu.


Zhi Shu yang masih menyerang Luan Sha tak menghiraukan bujukan itu, tapi malah menyerang makin ganas.


Luan Shi hendak pergi dari tempat pertarungan, tapi terhenti saat mendengar suara Zhi Shu.

__ADS_1


"paman mau kemana?kita belum selesai bermain loh"ujar nya Zhi Shu berhenti menyerang Luan Sha untuk sementara.


"paman tidak ingin bermain lagi…"


"baiklah kita akhiri permainan ini…"Zhi Shu tersenyum miring sambil melapisi pedang nya dengan elemen api.


Zhi Shu kembali menyerang Luan Sha dengan ganas,Luan Sha yang tidak siap banyak menerima luka bakar berbentuk goresan pedang di tubuhnya.


Badannya dipenuhi keringat dingin tangannya bergetar tak sanggup lagi memegang pedang yang lumayan berat itu.


Luan Shi yang melihat keadaan Luan Sha itu terpaksa membantu adiknya.


"bukankah paman ingin pergi?kenapa kembali ?takut dibilang pengecut sama warga sini ya?"ejek Zhi Shu.


"aku bukan pengecut!!" teriak nya tak terima


"terus apa dong namanya, ah iya perampok… bukankah paman sebelumnya ingin merampok kakak ku ?itu sebutan yang cocok untuk kalian."


"kami tidak merampok, kami hanya menjarah penduduk sebagai biaya keamanan selama di desa"elak nya.


"terserah kami meminta nya dengan cara apa"


"cih …mentang mentang anak orang yang berkuasa kalian bisa seenaknya merampok penduduk, dasar tidak berguna…"ejek Zhi Shu.


Luan Shi dan Luan Sha yang tak terima langsung menyerang Zhi Shu dengan ganas, sehingga menyebabkan daerah tempat mereka bertarung di penuhi debu.


"liat itu anak kepala desa sedang menyerang seorang anak kecil!!"ujar warga A sambil menunjuk ke arah pertarungan.


"sungguh lawan yang tak seimbang…"sahut yang lainnya.


setelah debu itu menghilang,tampak seorang anak kecil berdiri dengan gagah nya sambil menggenggam pedang di kedua tangan nya,sedangkan kedua lawannya sudah terbaring dengan tubuh penuh luka bakar dalam keadaan sekarat.


para warga mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan penglihatannya.

__ADS_1


"anak yang luar biasa…"


_______


Luan Guan kembali menyerang Shiren dengan gabungan pedang dan elemen nya.


Shiren memusatkan tenaga dalam dan elemennya manjadi satu titik di ujung pedangnya.


Luan Guan yang melihat hal itu mengeluarkan aura pejuang tingkat raja nya berharap Shiren tunduk,para warga yang merasa tertekan dengan aura itu sampai ada yang terduduk karna tiba tiba pundaknya seperti tertimpa beban puluhan kilo.


Tetapi Shiren dengan santai nya berdiri tanpa tertekan sedikit pun ,di balik cadarnya ia mengeluarkan smirk andalannya yang berhasil membuat Luan Guan menganga.Shiren berlari secepat kilat berkat bantuan elemen anginnya dan kembali menerjang Luan Guan.


dua kali serangan dari Shiren, berhasil membuat Luan Guan terlempar jauh dan mengalami luka yang sangat parah baik dalam maupun luar tubuhnya serta mengeluarkan banyak darah dari mulut nya.


"yee…nona itu berhasil!!!"teriak warga sangking senangnya.


"nona …terima kasih karna sudah membantu kami mengatasi kepala desa itu…"ujar seorang bapak paruh baya yang ada di dekat Shiren mewakili warga lainnya.


"selama ini kami selalu di peras untuk membayar pajak yang sangat mahal, jika tidak ada maka dia akan menculik anak-anak kami untuk di jadikan selir maupun di jual ke kota sebagai budak" jelas bapak itu.


"belum lagi kegiatan anak-anaknya yang terus menjarah kami, sehingga kami benar-benar tidak punya uang untuk makan sekalipun"


"kenapa bisa sepeti itu?"tanya Shiren heran


"kami semua belum ada yang tingkat kultivasi nya melebihi dia jadi kami tidak bisa melawan apapun yang dia perintahkan."


"belum lagi jabatannya yang di berikan langsung oleh salah satu utusan kaisar iblis.


Shiren hanya mengangguk mengerti.


"nona…maukah nona untuk memimpin kota ini? ujar warga A


"eh…"Shiren kaget dengan permintaan warga itu

__ADS_1


________


__ADS_2