Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 14


__ADS_3

Mereka berdua sangat kaget tapi dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi tenang kembali.


"kalian mencari siapa?"Shiren mengulang pertanyaannya


"kami mencari mu"jawab pria berbaju merah yang memiliki bola mata berwarna hitam dan rambut hitam legam.


"untuk apa kalian mencari ku?"tanya Shiren lagi


"untuk menjarah mu" ujar pria yang satunya,pria itu memakai baju berwarna biru dengan bola mata berwarna coklat begitu juga rambutnya yang diikat tinggi menjadi satu.


"tapi aku tak punya uang" Shiren mengeluarkan wajah memelasnya walau yang terlihat hanya matanya saja.


"cih,tak punya uang,lalu mau kau bayar pakai apa kamar mewah di penginapan itu"ujar pria yang pertama.


"baiklah jika kau tak mau ,tapi aku punya satu penawaran untukmu," ujar pria berbaju biru


"apa itu?"


"kami tidak akan menjarah mu jika kau menunjukkan wajah aslimu pada kami"


"kalau aku tidak mau?"tanya Shiren


"kami akan membuka cadar mu secara paksa"ujar pria berbaju merah


"ck …ck…,bukannya kau bilang ini penawaran kenapa malah jadi pemaksaan"Shiren berdecak kesal.


"berapa yang kalian inginkan?" Shiren malas meladeni mereka berdua.


"setelah di pikir-pikir kami tak jadi menjarah mu…tapi…" pria berbaju biru memegang dagu nya berpikir.


"ya sudah kalau begitu aku akan pergi " Shiren kembali memasukkan beberapa koin perak ke balik baju nya.


Shiren hendak kembali melangkah tapi kedua pemuda itu masih berdiri di tempat yang sama.


"pergilah dari hadapanku" kesal Shiren


"aku mau kau menjadi istri ku…"ujar pria berbaju biru


"apa?coba ulang?,apa aku salah dengar?"ujar Shiren.


"kau harus menjadi ISTRIKU!!" pria itu menekankan kata istri nya.

__ADS_1


"ish…tak sudi aku"Shiren menatap pria itu jijik


"kau!!…jangan salahkan aku berbuat kasar padamu"teriak nya marah


Shiren memutar bola matanya malas


Pria itu langsung menyerang Shiren mengunakan elemen angin,namun Shiren tak bergeming dari tempat nya.


"seranganmu hanya membuatku geli"Shiren terkekeh pelan.


"ini baru permulaan"pria itu tersenyum sinis.


Pria itu mengeluarkan jurus andalannya,tiba-tiba tanah di sekeliling Shiren bergetar dari dalam tanah keluar kayu kayu runcing yang siap menyerang Shiren.


"serang!!"teriak pemuda itu


Kayu runcing itu menyerang Shiren bertubi-tubi yang menyebabkan debu- debu bertebaran di sekitarnya.


Setelah debu itu menghilang, seorang gadis bercadar berdiri dengan anggun nya seperti tak tersentuh sama sekali,rambutnya yang berwarna kuning keemasan beterbangan diterpa angin.


"bagaimana mungkin!!,serangan terbaik ku tak melukai dirinya sedikitpun" pekik pria berbaju biru dalam hati.


Sedangkan pria berbaju merah mengucek matanya berkali-kali untuk memastikan penglihatannya.


"entahlah saudara Luan Sha ,baru kali ini ada kultivator ranah pengawal yang selamat dari seranganku." jawab Luan Shi


(sebelum memasuki desa ,Shiren sudah menyamarkan tingkat kultivasinya menjadi ranah pengawal,sedangkan Zhi Shu tidak memiliki tingkat kultivasi)


"apa yang sedang kalian bicarakan?"Shiren sudah berdiri di depan mereka berdua.


"ti-tidak kami tidak berbicara apa pun" jawab Luan Sha gugup


"oh baiklah,apakah sekarang aku boleh pergi?"


"pergilah" Luan Shi memberikan kode mata pada Luan Sha,Luan Sha yang mengerti pun menganggukkan kepalanya.


Shiren langsung membalikkan badannya untuk melangkah,


tiba-tiba kayu-kayu runcing tadi kembali menyerah Shiren dari belakang disusul serangan bola-bola es.


"kalian mencari masalah pada orang yang salah"kesal Shiren.

__ADS_1


Shiren membalikkan badannya menghadap mereka berdua dengan tatapan tajam bak pisau yang siap menyerang siapa pun di depannya.


"aku tidak ingin membuat masalah,tapi kalian yang memancing nya terlebih dahulu"Shiren mengunakan elemen anginnya untuk menyerang mereka berdua.


"apa kau lupa,aku juga punya elemen angin"ejek Luan Shi,ia membuat perisai dari elemen angin untuk menghalangi serangan Shiren.


"kita lihat angin siapa yang lebih kuat" Shiren tersenyum miring.


Serangan yang Shiren menghantam tubuh mereka berdua menyebabkan bunyi yang lumayan keras.


Perisai pelindung Luan Shi hancur berkeping-keping, yang menyebabkannya mengeluarkan seteguk darah dan terlempar sejauh 10 meter.


Sedangkan Luan Sha yang tidak siap ,harus menerima dirinya terlempar sejauh 50 meter dan menabrak sebuah bangunan serta menumpahkan beberapa teguk darah.


"ck… padahal aku baru mengunakan sedikit kekuatan ku" decak Shiren.


"akh…kau benar-benar membuatku kesal."Luan Shi mengeluarkan sebuah pedang yang sudah di lapisi tenaga dalam dari cincin ruangnya.


Luan Shi berlari kearah Shiren bersiap untuk menyerang,Shiren tak tinggal diam ia juga mengeluarkan sebuah pedang dari kalung penyimpanannya.


Shiren menahan dan menangkis semua serangan Luan Shi.


"tring!!…tring!!…trang!!…"


suara pedang yang saling menangkis terdengar nyaring.


Luan Shi tak hanya menyerang Shiren dengan pedangnya,diam-diam ia juga mengunakan elemen kayu nya untuk menyerang Shiren dari dalam tanah, serta elemen anginnya untuk membuat debu-debu menghalangi penglihatan Shiren.


"ternyata dia mau bermain licik" Shiren tersenyum sinis.


"baiklah,ayo kita bermain"Shiren mengeluarkan serangan dari elemen anginnya untuk mengecoh Luan Shi, sambil terus fokus menyerang serta menghindar dari serangan kayu runcing dan debu-debu yang bertebaran.


Sementara itu,Luan Sha yang hendak membantu Luan Shi dihalangi oleh Zhi Shu.


"minggir sana!!!…,kau menghalangi jalanku!!" ujar Luan Sha kesal.


Zhi zhu tak bergeming dari tempatnya tapi malah tersenyum sangat manis.


"anak manis ,pergilah dari sini atau kau bisa terluka nanti" bujuk Luan Sha.


tiba-tiba senyum Zhi Shu yang awalnya sangat manis berubah menjadi sinis dan menyeramkan

__ADS_1


______


Jangan lupa like dan komennya readers😘😘😘


__ADS_2