
"nona…kami butuh kepala desa yang kuat seperti nona…"sambung yang lainnya.
"aku tidak bisa jadi kepala desa"ujar Shiren
"mengapa nona?"
"alasan pertama, aku tidak punya sedikit pun niat untuk menjadi kepala desa mengantikan Luan Guan ini.
yang kedua, aku singgah di desa ini hanya sebentar bukan untuk menetap. yang ketiga, aku punya misi penting jadi aku harus menjadi pengembara untuk menyelesaikan misi ku."Shiren menjelaskan.
"lalu siapa yang akan menggantikannya? kami takut jika di sini tak punya kepala desa,desa ini akan jadi ajang pertempuran para kultivator" ujar seorang warga dengan wajah sedih
Shiren menatap para warga satu per satu dengan serius,
"aku akan mengutus seseorang untuk mewakili ku mengatur desa ini, nanti nya orang itu akan melaporkan semua kegiatannya pada ku ,bagaimana?"usul Shiren
"baiklah…tapi kami tidak punya seseorang yang kuat seperti nona di desa ini."
"itu tidak masalah…"tatapan Shiren jatuh pada seseorang
"bapak …mau kah bapak membantuku mengurus desa ini?"Shiren bertanya pada bapak paruh baya yang ada di sampingnya.
"eh…nona… ,aku rasa ada orang yang lebih cocok dari pada diriku nona"tolak nya halus.
"benar nona,kenapa nona malah memilih dia?"
"aku rasa dia cocok untuk tugas ini, seorang pemimpin haruslah orang yang berani,jujur,kuat,dan bijaksana,aku yakin dia punya itu semua."Shiren tersenyum
"baiklah nona,kami setuju dengan keputusanmu" ujar para warga pasrah.
Shiren memberikan dua kantong hitam berukuran besar berisi koin kepada bapak itu.
"bapak…"
__ADS_1
"Shu Lian nona…"
"pak Shu, tolong bagikan koin ini secara merata pada warga,gunakan herbal ini untuk menjadi lebih kuat agar bisa melindungi seluruh desa dan giok ini untuk saling berkomunikasi." Shiren memberikan kantong itu pada pak Shu beserta beberapa herbal tingkat menengah serta sebuah giok berwarna biru muda.
Shiren juga mengajarkan beberapa mantra formasi tingkat menengah untuk melindungi desa pada pak Shu sesuai dengan yang di ajarkan oleh guru Ma. jadi setiap pendatang yang akan masuk ke desa, harus melewati penjagaan yang ketat seperti memasuki sebuah kota.
"baiklah kami berdua permisi dulu…, hati-hati dan jaga desa ini bersama-sama" ujar Shiren beranjak pergi.
Shiren menghampiri Zhi Shu yang dari tadi sedang jongkok , sambil bermain dengan sebuah ranting pohon untuk membuat gambar -gambar di atas tanah .
Ia telah menghabisi Luan Guan yang sekarat serta ke dua anak nya dengan serangan pedang apinya yang membuat Luan Shi Quan pingsan tak sadarkan diri.
"ayo!!"Shiren menggandeng Zhi Shu,Zhi Shu hanya diam mengikuti langkah Shiren.
Shiren dan Zhi Shu terus melangkah menjauhi desa .
___
"kakak… kita sebenarnya mau kemana?"tanya Zhi Shu kesal karna dari tadi Shiren tak menjawab pertanyaannya.
"desa anggrek…apa yang akan kita lakukan di sana, kak?"
"kita akan mencari informasi tentang wilayah utara ini, karna informasi di desa Rosie banyak yang tidak lengkap ,selain itu banyak lembaran di buku informasi yang sobek dan hilang." jawab Shiren.
Mereka berhenti di dekat sebuah pohon yang rindang, sambil memandang sekeliling yang tampak banyak semak- semak dengan tumbuhan menjalar ,yang di penuhi duri -duri tajam berukuran besar.
Tumbuhan itu memiliki batang sekeras besi dengan duri - duri setajam pedang,siapapun yang mengenai tumbuhan ini di pastikan akan langsung mati keracunan, karna racun tingkat tinggi yang ada di ujung- ujung duri tajamnya.
Shiren menggunakan elemen tumbuhqnnya,sulur- sulur tanaman muncul di sekitarnya membentuk sebuah jalan dengan menyibakkan tumbuhan beracun itu ke samping kiri dan kanan.
Shiren dan Zhi Shu berjalan mengikuti jalan yang telah di buat sulur itu,setelah mereka melewati tanaman beracun,tanaman itu akan kembali seperti semula.
Shiren menatap pintu gerbang desa anggrek dengan takjub, karna di pintu itu di penuhi berbagai jenis bunga anggrek berwarna warni yang menghiasinya.
__ADS_1
.
"pantas saja desa ini dinamakan desa anggrek… lihat saja pintu gerbangnya!!."Shiren berdecak kagum.
Mereka berdua berjalan menuju gerbang desa, dan langsung di sambut oleh seorang penjaga.
"permisi nona, boleh tunjukkan identitas nya?" ujar penjaga itu ramah.
Shiren menunjukkan sebuah giok berbentuk gelang yang merupakan tanda identitas dari desa Rosie.
"oh…nona dari desa Rosie,silahkan masuk!! …semoga nona suka dengan desa ini."penjaga tersenyum ramah mempersilahkan Shiren dan Zhi Shu untuk masuk ke desa.
Shiren melihat sekeliling dengan perasaan kagum,banyak rumah -rumah mewah serta gedung -gedung tinggi di desa ini.
Selain itu di pinggir jalan di penuhi tanaman anggrek berwarna- warni yang menyebarkan keharuman di seluruh desa.
Shiren dan Zhi Shu terus melangkah ke tengah desa,mereka berhenti di depan sebuah penginapan.Nama penginapan itu paling berbeda dengan nama penginapan lainnya yaitu penginapan melati merah.
Shiren melangkahkan kakinya di ikuti Zhi Shu di belakangnya masuk ke dalam penginapan.Di lantai satu di penuhi para pengunjung yang sedang menikmati makanan nya sambil bercerita dengan sesamanya.
"permisi,nona apakah ada kamar yang masih kosong?"tanya Shiren ramah pada seorang wanita, yang sepertinya seumuran dengan Shiren, yang sedang berdiri di meja resepsionis.
"ada nona…,mau kamar biasa,menengah,atau mewah?" tanya perempuan itu tak kalah ramah.
"satu kamar menengah untuk dua malam nona,lalu tolong buatkan beberapa jenis makanan yang ada disini"
"baiklah… biaya sewa nya sebesar dua keping perak serta makan satu koin perak jadi totalnya tiga koin perak nona."ujar nya.
"ini"Shiren menyerahkan tiga koin perak pada wanita itu.
Shiren beranjak menuju kamarnya setelah di beri kunci kamar oleh sang resepsionis.
_________
__ADS_1
maaf ya guys… kemarin author ngak bisa up karna tugas author yang menumpuk bagaikan gunung merapi…:-)😂😂