
Seorang pria bertubuh tinggi ,iris mata berwarna hazel,hidung mancung dengan kulit putih bersih,rambut berwarna kemerahan yang diikat tinggi menjadi satu,serta memakai hanfu berwarna biru muda berjalan dengan santai nya ke tengah kerumunan itu.
Di sampingnya ada seorang anak laki-laki bersambut pirang,bertubuh tinggi dengan hanfu berwarna kuning cerah yang melekat dengan sempurna di badannya,alis nya yang tebal dengan iris berwarna biru, hidung mancung serta bibirnya yang tipis, tampak sedang tak ingin diganggu dengan sorot matanya yang tajam berjalan di samping pria itu.
"siapa yang kau sebut sebagai calon permaisuri mu hah?!!!…"
pria itu kembali mengulang pertanyaan nya.
"siapa kau ?!!!berani sekali berbicara begitu di depan putra mahkota!!!"teriak seorang prajurit.
"aku tidak bertanya padamu, jadi lebih baik kau diam…"pria itu menatap prajurit Jiang Wei tajam.
Prajurit itu tak berani mengangkat suara nya, karna tiba- tiba ia merasa tubuh nya seperti sedang disayat-sayat terutama di bagian tengkuknya, karna aura yang di keluar kan pria asing itu.
"siapa kau?!!!…"Jiang Wei angkat suara
Pria itu melirik Shiren,Shiren hanya memalingkan wajah nya kesal.
"aku tunangannya…"pria itu menunjuk Shiren dengan sorot matanya.
Jiang Wei melotot tidak percaya,
"tidak mungkin,tidak mungkin gadis secantik dia itu tunangan mu!!!…"teriaknya kesal.
"kalau tidak percaya tanya saja padanya…"jawab pria itu yang tak lain adalah Xiao Rue.
Jiang Wei beralih menatap Shiren meminta jawaban,
Shiren hanya mengangguk kan kepala nya pelan dari pada dirinya di ganggu, lebih jauh lebih baik ia mengiyakan perkataan Xiao Rue.
Jiang Wei sangat kesal karna mangsa nya sudah di ambil orang lain terlebih dahulu,akal sehat nya benar-benar pengaruhi amarah.
"aku tidak terima!!!,kau harus berduel denganku untuk mendapatkannya!!…"Jiang Wei menunjuk Shiren dengan jari telunjuknya.
"Kau tidak berhak mengatur keputusannya……"ujar Zhi Shu dingin
__ADS_1
"siapa kau?!!,aku tidak punya urusan denganmu!!…"Jiang Wei berbicara dengan intonasi tinggi pada Zhi Shu.
Amarah Zhi Shu yang sedari tadi ia tahan tak bisa lagi ia kontrol,dengan secepat kilat ia melesat ke arah Jiang Wei dan meninju perut nya dengan tinjauan yang sudah di lapisi tenaga dalam,alhasil Jiang Wei terlempar sejauh 20 kilometer karenanya.
"berani sekali kau!!!!…"teriak keempat prajurit yang tersisa.
"iya ,aku berani!!!kenapa?!!kau tidak senang!!!…siapa kau?!!!"jawab Zhi Shu menatap prajurit itu kesal.
"Kau yang diapa?!!!…"
"AKU ADIK NYA!!!,JADI AKU BERHAK NGELINDUNGI DIA!!!PAHAM!!!!…"teriak Zhi Shu sambil menunjuk Shiren dan menatap keempat prajurit itu tajam,orang yang ditunjuk hanya tersenyum tipis.
Keempat prajurit itu kembali tertunduk, tak berani melawan orang yang mereka anggap calon adik ipar putra mahkota mereka.
Jiang Wei yang sempat terlempar lumayan jauh itu tak terima, secepat kilat dia menyerang Zhi Shu karena merasa Zhi Shu adalah ancaman besar.
Zhi Shu yang punya indra yang peka ,dapat merasakan sebuah aura melesat dengan cepat ke arahnya, jadi ia bisa menghadang serangan itu dengan mudah.
"SIAPA KAU!!!!!………"Jiang Wei benar-benar frustasi, satu orang saja yang mengaku tunangan Zhi zhu sudah membuatnya pusing, apalagi di tambah satu orang lagi seperti bocah yang ada di depannya ini.
Deg…
'apa?!!dia adik nya,aduh hancur sudah citra ku di depan calon adik ipar'
Jiang Wei perlahan menurunkan tinju nya yang sempat mengudara.
"kenapa berhenti?,lanjut aja, sini aku terima kok……"ujar Zhi shu mengangkat kembali tinju Jiang Wei yang sudah diturunkannya itu.
"kakak ku ngak akan marah kok, tenang aja…"lanjutnya berusia meyakinkan Jiang Wei sambil melirik Shiren,Shiren hanya mengangkat bahunya tak peduli
"tidak,tidak aku tak akan menyerangmu…"Jiang Wei menggerakkan kedua tangannya di udara.
"kalau sama aku masih berani ngak?!!!…"ujar Xiao Rue dengan senyum mengejek nya.
Jiang Wei langsung melesat ke arah Xiao Rue,Xiao Rue yang sudah membaca gerakan Jiang Wei sedari tadi dapat menghindar dengan mudah.
__ADS_1
"eitsssss!………jangan disini dong!!,kan banyak orang…"ujar nya sambil melihat ke sekitar.
keempat prajurit Jiang Wei, serta para warga yang ada di pasar masih menundukkan kepalanya dan tak beranjak dari tempat nya sedikit pun.
Xiao Rue melesat ke arah belakang pasar diikuti Jiang Wei di belakang nya,disana terdapat lapangan berpasir yang lumayan luas yang berjarak sekitar seratus meter dari pasar.
Shiren,Duan Luan,Zhi Shu,para prajurit Jiang Wei dan para warga tak ada satu pun yang mengikuti mereka berdua.
Mereka takut terkena imbas pertarungan itu, apalagi tingkat kultivasi mereka yang rata-rata hanya tingkat rakyat biasa bahkan sebagian besar tidak memiliki tingkat kultivasi.
Keempat prajurit itu juga tak berani bergerak atas perintah dari Jiang Wei, agar mereka tetap berjaga di sekitar Shiren.
sedangkan Shiren,Duan Luan dan Zhi Shu sama sekali tak tertarik dengan pertarungan mereka berdua.
Zhi Shu beralih menatap Shiren,Shiren yang sadar bahwa Zhi Shu sedang menatap nya langsung memalingkan wajah.
"kakak!!………kakak marah ya, sama Zhi shu?!!"ujar Zhi Shu dengan suara manja sekaligus wajah sedihnya.
Shiren tak menjawab pertanyaan Zhi hu,ia masih kesal dengan adiknya yang satu ini.
"kakak,jangan marah dong!!Zhi Shu kan ngak salah apa-apa…ini tuh ide nya kak Xiao …eh Zhi Shu malah di ajak…"Zhi Shu masih berusaha membujuk Shiren, ia berjalan mendekat ke arah Shiren.
"kakak,jangan marah sama Zhi Shu ya!,marahnya sama kak Xiao aja…"Zhi Shu memainkan gaun Shiren ke kanan dan ke kiri, dengan menunjukkan wajah memelas plus puppy eyes andalannya.
Para warga yang ada di sana banyak yang berusaha sekuat tenaga menahan tawa nya melihat perubahan sikap Zhi Shu yang berubah 180°.
Dia yang awalnya terlihat sangat sangar seperti seekor singa, berubah menjadi anak kucing di depan Shiren.
Shiren sendiri juga sudah menahan tawanya sedari tadi, walau sesekali lolos sebuah senyuman tipis di bibir nya.
"ngak usah ketawa!!!…"Zhi Shu menoleh ke sekitar dengan raut serius nya yang membuat semua nya langung terdiam.
"ih!!…kakak jangan marah dong…"raut wajah bahkan suaranya langsung berubah lagi jika berhadapan dengan Shiren.
_____
__ADS_1
bersambung……🍁🍁🍁🍁