Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 16


__ADS_3

Luan Shi dan Luan Sha sama- sama terluka parah sedangkan Shiren hanya luka ringan begitu juga Zhi shu. Zhi Shu menarik Luan Sha ke tempat Shiren dengan baju robek-robek dan bekas darah kering dimana-mana.


"kak kita apakan kedua orang ini?"Zhi Shu melemparkan Luan Sha ke tempat Luan Shi.


"untuk saat ini biarkan mereka hidup,jika mereka kembali menganggu kita, maka aku akan membunuh mereka berdua" ujar Shiren.


"kalian bisa pergi !!!,tapi jika aku melihat kalian lagi, jangan harap kalian akan selamat" ancam Shiren.


Luan Sha yang luka nya tak separah Luan Shi ,bergegas membopong tubuh saudaranya itu sambil berjalan tertatih-tatih.


"dadaa… paman…,kalau kita bertemu lagi paman harus ikut bermain bersama ku ya!!!…"teriak Zhi Shu sambil tertawa yang membuat Luan Sha bergidik ngeri.


"sebaiknya kita ganti pakaian dulu" Zhi Shu melirik baju Shiren yang sobek di beberapa bagian.


"ayo"Shiren langsung menarik tangan Zhi Shu ke dalam dimensi jiwa ,tapi sebelum itu ia sudah menciptakan perisai ruang agar tidak ada yang menganggu nya dan bisa keluar dari dimensi jiwa dengan aman.


Shiren dan Zhi Shu keluar dengan luka yang sudah hilang tak berbekas dan baju baru.Zhi Shu memakai hanfu berwarna merah dengan sulaman rusa di bagian lengan, rambut nya diikat tinggi menjadi satu mengunakan pita berwarna merah.


Shiren memakai gaun sebatas mata kaki berwarna kuning dengan sulaman bunga mawar. Rambut Shiren yang panjang di biarkan tergerai begitu saja,selain itu Shiren juga memakai cadar baru berwarna kuning.


Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju pasar yang sempat tertunda,setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai di sebuah pasar yang lumayan ramai.


Banyak pedagang yang menjajakan dagangannya,ada yang di pinggir jalan,ada yang di toko,dan ada juga yang berkeliling.


"ayo kita lihat- lihat dulu!!" ajak Shiren


Zhi Shu hanya mengangguk mengiyakan.


mereka berjalan ke tengah-tengah pasar sambil melihat-lihat apa yang akan di beli


tiba-tiba

__ADS_1


"brukkk…"


seorang anak kecil bertelinga kelinci menabrak badan Shiren, sehingga roti-roti yang ada di tangannya berserakan di tanah, sedangkan Shiren hanya terhuyung sebentar.


Tak jauh dari sana ,tampak seorang pria tua berlari dengan tergopoh-gopoh menuju arah Shiren. Anak kecil yang melihat pria tua itu bergegas mengumpulkan roti nya dan kembali berlari bahkan dia tak sempat meminta maaf pada Shiren.


"Zhi Shu kejar dia!!" ujar Shiren melalui terlepati.


"siapp!!…"jawab Zhi Shu semangat.


Bapak tua tadi berhenti di depan Shiren dengan napas yang tak beraturan, seluruh tubuhnya telah di penuhi keringat.


ia hanya menghapus keringat itu kasar sambil berusaha menormalkan napasnya kembali.


"hosh…hosh…nona…tolong…bantu aku mengejar…anak kelinci itu" ujar pria itu sambil menunjuk anak tadi.


"tenang saja pak,adik ku sudah mengejarnya" jawab Shiren.


"apa yang sebenarnya terjadi pak?"tanya Shiren saat bapak itu sudah lumayan tenang.


"apakah dia sering seperti itu?"


"iya,sudah dua bulan belakangan ini anak kelinci itu terus berkeliaran di desa ini dan mencuri di beberapa tempat. Sebenarnya aku bisa saja memberikan roti itu secara percuma, tapi saat ini istri ku sangat membutuhkan uang untuk berobat" tampak raut sedih di wajah bapak itu.


"ayo pak… duduk dulu"Shiren mengajak bapak itu duduk di sebuah kursi yang ada di pinggir jalan.


"kalau saya boleh tau istri bapak sedang sakit apa?" tanya Shiren hati-hati.


"istri saja terkena Racun api dingin" ujar bapak itu


"satu-satunya obat untuk racun itu adalah bunga lily api,tetapi bunga itu sangat sulit untuk di dapatkan jika pun ada harganya akan sangat mahal."

__ADS_1


"bagaimana bisa istri bapak terkena racun itu?"tanya Shiren penasaran.


"saat itu ,kami berdua pergi ke hutan terlarang di lapisan kedua untuk mencari herbal tingkat menengah agar bisa di jual untuk modal membuat roti,tapi tanpa sengaja kami bertemu bertemu macan api. Macan itu langsung menyerang kami,istri ku yang malang terkena serangan macan itu beberapa kali."


"awalnya tak ada yang aneh ,dia hanya merasa tubuh nya panas,tapi setelah kami kembali ke desa efek racun api dingin mulai bereaksi. Pada waktu tertentu istri ku akan merasa sangat kepanasan, bahkan dia akan langsung mencari tempat banyak air tapi anehnya saat aku memegang nya kulit terasa sangat dingin bagaikan es."jelas pria itu.


"oh begitu…sudah berapa lama itu terjadi?"


"sekitar tiga bulan"


"kalau begitu saya akan membayar roti-roti yang sudah diambil anak kelinci tadi,jadi berapa totalnya selama dia mencuri di toko bapak?" tanya Shiren


"satu roti hanya seharga 5 keping perunggu nona,jadi jika di total semuanya jadi 50 keping" jawab bapak itu.


"baiklah ini" Shiren memberikan dua keping koin perak pada bapak itu.


"eh nak ini terlalu banyak" ujar bapak itu.


"ngak papa pak" Shiren tersenyum


"tapi bapak jadi tidak enak…"


"ya sudah …kalau begitu sisa nya bapak bungkusin roti saja ya, jangan di tolak "ujar bapak itu.


"ya sudah pak,tapi saya mau menyusul adik saya dulu, baru nanti kami akan ke toko bapak."


"baiklah…bapak tunggu di toko" ujar bapak itu beranjak pergi.


_______


sedikit info:

__ADS_1


1 koin perak: 100 koin perunggu


1 koin emas :1000 koin perak


__ADS_2