
Setelah berhasil mengumpul kan beberapa jenis herbal,Shiren dan Zhi Shu kembali ke dimensi jiwa.
Shiren duduk di pinggir sungai dan menyebarkan herbal-herbal itu.
Dihadapan nya kini terdapat bunga lily es,lotus biru,melati pelangi,mawar hitam dan beberapa herbal tingkat menengah.
Lily es berfungsi untuk menyembuhkan,memperbaiki,dan menjaga dantian seorang kultivator.
Lotus biru berguna untuk memperlancar jalan masuknya qi ke dalam tubuh.
Melati pelangi untuk mempercepat kultivasi dan menyembuhkan luka dalam.
Sedangkan mawar hitam berguna untuk memurnikan energi qi yang masuk ke dalam tubuh.
Sedangkan herbal tingkat menengah untuk menunjang pekerjaan herbal tingkat tinggi lainnya.
"pertama-tama kau harus berendam dulu di dalam air surgawi agar dantian mu lebih murni dan titik-titik meridian mu terbuka" Zhi Shu memberi arahan pada Shiren.
Zhi Shu langsung beranjak masuk ke istana untuk tidur.
Shiren membuka seluruh pakaian nya meninggalkan kain tipis yang menutupi badan nya. Ia perlahan masuk ke dalam sungai surgawi.
Shiren terus berjalan ke tengah sungai, semakin ke tengah semakin dalam. Air sungai yang mulai menyentuh bagian perutnya membuat Shiren sedikit meringis
"shhhh……"
Shiren melihat ke arah perut nya yang masih mengeluarkan sedikit darah,bahkan pakaian tipis nya sudah dipenuhi bekas darah kering.
"kok baru kerasa sekarang sih!!! padahal kan dari tadi aku udah keliling" gumam Shiren merasa heran.
Shiren berendam di dalam sungai selama beberapa menit, ajaibnya luka di perut Shiren perlahan-lahan sembuh tubuh Shiren juga semakin bersih dan mulus.
__ADS_1
" pasti ini kalung, kalung penyimpanan…" gumam Shiren merasa yakin sambil memegang liontin kalung nya.
Shiren memusatkan pikirannya untuk melihat isi kalung penyimpanan.
Shiren memandang takjub beberapa gunungan koin di depan matanya.Ada dua gundukan koin perunggu,dua gundukan koin perak, satu gundukan koin emas,dan satu gundukan berlian.
Selain itu, ada satu gundukan kecil yang berisi baju-baju,kain panjang,dan cadar serta satu gundukan sedang herbal-herbal tingkat tinggi.
Beberapa kitab pembelajaran umum yang di susun sangat rapi,beberapa pedang,dan busur panah.
Shiren mengambil satu baju sejenis gaun berlengan panjang berwarna merah dengan hiasan sulaman bunga di bagian ujungnya.
Setelah berganti pakaian, Shiren mengambil beberapa gaun,kain panjang,dan cadar lalu keluar dari kalung penyimpanan untuk di letakkan di dalam dimensi jiwa.
Setelah menyusun pakaian yang baru saja di bawa nya ke kamar di dalam istana,Shiren kembali ke tepi sungai untuk melanjutkan kultivasi nya yang sempat tertunda.
Pertama-tama Shiren menyerap lily es kemudian lotus biru lalu mawar hitam dan yang terakhir melati pelangi.
Setelah menyerap beberapa herbal itu,Shiren mengambil sikap lotus(duduk bersila dengan kedua tangan di atas paha)dan menutup kedua mata nya untuk memulai kultivasi.
Satu jam…dua jam…lima jam……tujuh jam… waktu terus berjalan dengan cepat.
Cuss!!!……cahaya berwarna putih melesat ke langit dimensi jiwa untuk ke sekian kalinya.
Shiren perlahan membuka matanya dan menghentikan kultivasi nya.
"udah beberapa jam kok cuma sampe ranah kaisar tingkat empat sih!!"ujar Shiren merasa kesal.
"au… ah… aku laper mau makan" Shiren beranjak masuk ke istana untuk membangunkan Zhi Shu.
"Zhi Shu… ayok bangun!!,kita cari makanan yok!!"Shiren menggoyang-goyangkan tangan Zhi Shu yang tampaknya masih enggan untuk bangun.
__ADS_1
"hmm……iya" sahut Zhi Shu dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
Shiren menarik paksa tangan Zhi Shu keluar dari dimensi jiwa,Zhi Shu yang masih mengantuk hanya bisa menurut sambil sesekali mengecek matanya.
"kita harus berburu dulu…"ujar Zhi Shu masih setengah mengantuk.
"ya udah… ayok!!" desak Shiren
Mereka berdua berburu beberapa hewan biasa untuk di makan dan juga mencari beberapa bumbu.
Setelah berburu sekitar satu jam, mereka kembali ke dimensi jiwa dengan menenteng tiga ekor ayam hutan,lima ekor ikan,dan beberapa tumbuhan yang memiliki rasa pedas,gurih,asam,asin,dan manis.
Selain itu ,mereka juga mengambil beberapa ranting pohon untuk dijadikan kayu bakar.
Shiren mulai mengoleskan tumbuhan asam pada ikan yang sudah mereka bersihkan di sungai tadi.
Shiren juga menghaluskan bumbu pedas,gurih,dan asin untuk di oleskan pada ayam hutan yang juga sudah dibersihkan.
Sementara itu, Zhi Shu bertugas untuk menghidupkan api,untung saja sebagai hewan ilahi kekuatan inti Zhi Shu adalah elemen api jadi dia bisa menghidupkan api dengan mudah.
Shiren berencana membuat ayam bakar dan pepes ikan untuk makan mereka hari ini.
"hmm....masakan mu sangat enak" puji Zhi Shu sambil mengambil lagi pepes ikan nya.
"makasih"
"tak ku sangka kau pandai memasak…"
"gini-gini aku dulu sering masak bareng ibu ku…" wajah Shiren berubah murung saat mengingat tentang ibu nya.
"maafkan aku" Zhi Shu menunduk sedih
__ADS_1
"tak apa…ayo di makan lagi"
_________