Dewi Bulan Merah

Dewi Bulan Merah
chapter 13


__ADS_3

Setelah menemukan kamarnya Shiren langsung masuk dan mengunci nya dari dalam,Shiren langsung merobohkan dirinya di atas kasur empuk yang ada di kamar itu.


Tubuhnya terasa sangat lelah setelah berjalan kurang lebih tiga jam.Shiren langsung tertidur setelah dirinya menyentuh kasur di temani Zhi Shu yang juga langsung tertidur di sampingnya.


Tidur nyenyak Shiren terganggu karna suara ketukan pintu


tok…tok…tok


Shiren perlahan membuka matanya berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"permisi nona,makanan anda sudah siap!!"teriak seorang wanita dari luar


"iya,tunggu sebentar!!"Shiren langsung duduk dan mengucek matanya pelan ia berjalan kearah pintu dengan malas.


"cklek!!!!…" suara pintu dibuka


"taruh di dalam saja…"Shiren mempersilahkan wanita itu masuk.


Wanita itu sedikit terkejut melihat wajah Shiren yang tidak tertutupi cadar ternyata sangat cantik ,bahkan lebih cantik dari putri kepala desa disana.


"nona kau sangat cantik…"tanpa sadar pujian itu keluar dari mulut nya.


Shiren mengangguk tak menghiraukan pujian dari wanita itu karna kesadarannya belum sepenuhnya kembali.


Wanita itu menyusun beberapa jenis makanan yang dibawanya ke atas meja yang sudah ada di dalam kamar.


"baiklah nona…silahkan dinikmati"ujar wanita itu hormat lalu beranjak pergi


Shiren langsung menutup pintunya,ia berencana kembali tidur tapi tidak bisa, akhirnya Shiren memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian di dimensi jiwa.


Shiren keluar dari dimensi jiwa dengan wajah segar serta gaun baru.Shiren memakai gaun pajang diatas mata kaki,gaun itu berwarna ungu muda dengan sulaman bunga sakura di beberapa tempat.


Ia mengikat rambut panjang berwarna putih keperakan nya menjadi satu, dengan sebuah pita berwarna ungu senada dengan gaunnya.


Saat tiba di luar,Zhi zhu masih tidur nyenyak,dengkuran halus terdengar keluar dari mulutnya.


Shiren berencana membangunkannya tapi ia diurungkan, takut Zhi Shu marah atau lebih parahnya ngambek padanya.


Shiren duduk di salah satu kursi yang ada dan mulai mencicipi makanan yang sudah di sediakan.


"hmm…lumayan" gumam nya.

__ADS_1


Shiren hendak mengambil piring kosong tapi sayangnya sendoknya jatuh mengenai piring itu.


Zhi Shu yang mendengar suara piring langsung terbangun dan meloncat ke arah Shiren.


"ckck,dasar kucing" Shiren berdecak kesal dalam hati.


"kakak aku mau makan,kenapa kakak tidak membangunkan ku" Zhi Shu merengek ke arah Shiren dengan wajah cemberut.


Zhi Shu hendak mengambil ikan bakar yang ada di piring dengan kuku kuku tajamnya,tapi dengan cepat Shiren memukul tangan Zhi Shu mengunakan sendok yang sedang di pegangnya.


"mandi dulu sana!!…"perintahnya


"tapi aku lapar kak,…"Zhi Shu mengeluarkan jurus andalannya yaitu wajah polos tak berdosa tak lupa puppy eyes yang menghiasi wajahnya itu.


"nanti kakak habiskan semua" rengeknya lagi


"tidak bisa!! kau tadi berlari di tanah pasti tangan mu kena juga kan,jadi sekarang masuk lah ke dimensi jiwa kemudian mandi dan ganti baju" Shiren menatap Zhi Shu tajam tanda tak boleh di tolak


"tapi…"Zhi Shu memandang ikan bakar yang ada di depannya ragu.


"aku akan menunggu mu sampai selesai ,baru kita makan" ujar Shiren


"janji…"Zhi Shu mengangkat satu kakinya


Zhi Shu langsung bergegas menuruti perintah Shiren.


Zhi Shu kembali dengan wujud anak kecil dengan baju baru berwarna hitam dan sulaman singa berwarna emas di bagian ujung bajunya. Rambut Zhi Shu yang berwarna pirang diikat satu dengan sebuah pita berwarna hitam.


"sudah kak"Zhi Shu mengulurkan tangannya pada Shiren untuk di periksa,Shiren memperhatikan tangan Zhi Shu seksama untuk memastikan sudah bersih atau belum.


"duduk lah!!, mari kita makan"Shiren mulai memasukkan beberapa menu ke dalam piring nya, begitu juga Zhi Shu mereka makan sambil sesekali mengobrol.


"Zhi Shu… bagaimana kalau kita berkeliling sebentar"usul Shiren


"ayo…sudah lama aku tak berkeliling"jawab Zhi Shu semangat.


"baiklah ayo"Shiren langsung menarik tangan Zhi Shu


"kak…,cadarmu" ujar Zhi Shu mengingatkan


"oh iya…,untung saja kau ingatkan "Shiren mengeluarkan sebuah cadar berwarna hitam dari kalung penyimpanannya dan langsung memakainya.

__ADS_1


Shiren turun dari lantai tiga dengan menggandeng tangan Zhi Shu di sampingnya.


Shiren menghampiri resepsionis untuk menanyakan beberapa tempat padanya.


"nona… anak siapa itu?" tanya resepsionis itu karna saat memesan kamar Shiren hanya sendirian dan hanya membawa seekor kucing.


"oh dia adikku" jawab Shiren


"sejak kapan dia ada di sini?,bukannya tadi nona hanya sendirian?"tanya nya bingung


"tadi saat aku masuk dia sudah berlari duluan ke lantai tiga" ujar Shiren.


resepsionis itu hanya mengangguk mengerti.


Setelah bertanya pada resepsionis itu,Shiren dan Zhi Shu langsung pergi keluar sekedar berjalan-jalan.


"kita kemana dulu?"tanya Shiren pad Zhi Shu


"hmm…bagaiman kalau ke pasar?"usul Zhi Shu


"ide bagus"


Shiren dan Zhi Shu berjalan bergandengan tangan melewati sebuah gang yang lumayan sepi.


"kak apakah kau tidak merasa ada yang mengikuti kita dari tadi?"tanya Zhi Shu melalui terlepati


"aku sudah mengetahuinya sejak keluar dari penginapan."jawab Shiren


"oh …pantas saja kakak lewat sini,kakak pasti mau menjebak mereka kan…"Zhi Shu terkekeh.


"benar" Shiren tersenyum.


Sampai ditengah gang sepi itu Shiren dan Zhi Shu menggunakan teknik menyamarkan diri untuk melihat siapa yang mengikuti mereka.


"ck,kemana dia pergi?"tanya salah satu dari mereka berdecak kesal


"bagaimana mungkin mereka tiba-tiba menghilang" ujar pria yang satu lagi.


tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka berdua,


"kalian berdua mencari siapa?"Shiren keluar dari persembunyian nya bersama Zhi Shu di sampingnya.

__ADS_1


________


__ADS_2