Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
Menonton bersama


__ADS_3

"Zidan menyesap kopi kesukaannya, ia alihkan tatapannya pada wanita ber pasmina gelap di depannya.


"jadi, Lo mau ngomong apa?" Inayah letakkan juga gelas di atas meja.


"soal Aliza dan Raga" ok sepertinya obrolan mereka tidak sesantai yang zidan pikirkan.


"ada apa dengan mereka?"


"gue mohon Lo jawab dengan jujur, kenapa sahabat gue bisa kenal dengan Raga? apa hubungan mereka sampai sahabat gue mau di perintah sama teman Lo itu"


Zidan tarik nafas sesaat.


"yang pertama, bos gue itu... bos Lo juga, dan yang ke-dua, gue nggak punya hak apapun untuk ngasih tau Lo tentang mereka, Lo bisa tanya langsung ke mereka, apa hubungan mereka, kenapa Aliza bisa bareng sama Raga" benar kan apa kata zidan, ia tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam permasalahan orang lain


"gue tau... semua ini ada hubungannya dengan kejadian waktu itu, iya kan?" Zidan bungkam, memang benar apa yang Inayah katakan, semuanya berhubungan dengan kejadian lima tahun silam.


"gue sudah bilang, gue nggak ada hak buat ngasih tau tentang mereka, kalau Lo mau tau... sana tanya sendiri ke mereka" sarkas zidan,


"ok, ok... mungkin cara gue bertanya salah, gue minta maaf, gue cuman mau tau tentang sahabat gue, terakhir kali gue ketemu, kenapa Aliza terlihat begitu lusuh, pakaiannya, penampilannya, badannya, semuanya tidak terurus, dan... di bagian wajahnya... ada lebam yang membiru, gue kawatir Aliza kenapa-kenapa, gue tunggu kabar dia semenjak kami berpisah di kantor waktu itu, dan sampai sekarang... nggak ada kabar apapun tentang dia"


"Aliza, pembantu di rumah Raga" jawab Zidan pada akhirnya, Inayah menutup mulutnya tidak percaya.


"nggak mungkin... nggak mungkin Aliza jadi pembantu, Aliza orang yang berada, ayahnya pengusaha, ibunya Dokter, nggak mungkin sahabat gue jadi pembantu " bantah Inayah


"tapi itu lah kenyataannya, Aliza pembantu di rumah Raga, ayahnya punya hutang banyak ke Raga, dan dia nggak mampu bayar, akhirnya Raga membawa Aliza untuk di pekerjakan sebagai pembantu "


"hutang? hutang apa, sampai Aliza harus jadi pembantu di rumah Raga, Raga itu sangat membenci sahabat gue, Raga selalu menyalahkan Aliza atas kematian Karina, dan sekarang dia harus jadi pembantu di rumah orang yang sangat membencinya" sungguh Inayah tidak bisa berpikir jernih, pikirannya melayang kemana-mana, lebam di wajah sang sahabat membuatnya semakin membuatnya berpikir yang tidak-tidak.


"gue nggak bisa biarin Aliza terus ada di rumah itu..." Inayah menggeleng samar, zidan terkejut saat tangannya tiba-tiba di genggam.


"gue mohon, bantu gue keluarin sahabat gue dari sana, gue mohon zidan "


"Raga telah menawan Aliza di rumahnya, mau seberapa banyak uang yang Lo kasih ke dia, raga nggak akan biarin Aliza pergi dari rumahnya "


"terus gue harus apa, gue mau sahabat gue keluar dari rumah itu, tolong gue Zidan... gue mohon " mata Wanita itu mulai berkaca-kaca, zidan tidak alihkan pandangannya dari Inayah, ia tarik tangannya dari genggaman Inayah dan beralih ia yang menggenggam tangan wanita itu.

__ADS_1


"satu-satunya cara dengan membuktikan pada Raga, jika Aliza tidak bersalah dalam kasus kematian Karina, gue sudah kumpulkan beberapa bukti yang menyakinkan gue... jika kematian Karina bukanlah kecelakaan biasa, tapi semua itu sudah direncanakan, bantu gue buat mencari lagi potongan puzzle yang masih menjadi teka-teki, siapa dalang di balik kematian Karina" Inayah mengangguk.


"gue bakal bantu Lo, gue bakal buktiin sahabat gue nggak salah"


....


"Tuan, ini kopinya "


"duduk" Aliza melirik ke sebelah kiri dan kanannya,"duduk" apa ia salah dengar.


"duduk Liza, Lo tuli"


"ii--iya tuan " Aliza duduk bersimpuh di lantai.


"duduk di samping gue, bego "


"sa--saya tuan?" Aliza menunjuk dirinya sendiri


Raga melirik Aliza dengan mata tajam" emang ada orang lain selain Lo di sini" takut takut aliza berpindah duduk di samping Raga.


"Lo suka film apa?" Aliza palingkan wajahnya menghadap Raga" hah" belo Aliza.


"nggak ada tuan, saya nggak suka nonton " Aliza cepat menunduk saat Raga menoleh dan memberikan lirikan tajam padanya.


"gue punya film seru, gue yakin Lo suka" Raga menyeringai.


"tuan, saya ijin ke dapur "


"jangan berani-berani Lo angkat kaki dari situ, duduk dan temani gue nonton " terpaksa ia harus duduk menanami Raga, sungguh Aliza tidak mengerti apa keinginan pria di sampingnya ini, film yang di putar Raga pun tidak menarik minatnya, tapi lama kelamaan suasana tegang pun di mulai.


"aaaa" Aliza kaget saat adegan film seorang ayah yang di rasuki roh jahat berniat memukul anaknya dengan palu. Aliza jadi takut mengganggu Raga, tapi pria itu tidak memberikan reaksi apapun, ia hanya fokus menonton.


"ma--maaf tuan, saya kaget"


Aliza menutup wajahnya, takut melihat adegan menegangkan di layar tv, kali ini ibunya yang tiba-tiba berubah menyeramkan, Raga menyunggingkan senyum melihat reaksi Aliza melakui ekor matanya.

__ADS_1


"eeh awas" teriak Aliza tiba-tiba saat sang istri memukul lengan suaminya yang mencoba melindungi anaknya dari serangan sang ibu.


Aliza menggigit bibir bawahnya, ia tidak bisa mengontrol diri untuk tidak berteriak saat adegan menegangkan terlihat nyata.


"maaf tuan"


"itu mereka di ganggu makhluk jahat ya?" Aliza bertanya pada dirinya sendiri.


"menurut Lo" Aliza menatap Raga yang ternyata juga menatapnya.


"menurut Lo, Kenapa mereka berubah-ubah kaya gitu?"


"mereka di ganggu makhluk kasat mata tuan" Raga menyisir rambutnya ke belakang menggunakan jari-jarinya. pria itu menyunggingkan senyum


"katanya nggak suka nonton, tapi menikmati juga"


"terpaksa" ucap Aliza pelan, tapi bisa di dengar Raga


"Lo bilang apa tadi?"


"Hay, nggak ada tuan" Gugup Aliza.


"JANGAN BOHONG, LO BILANG APA"


"te--terpaksa" Raga bergeser lebih dekat dengan Aliza, Aliza semakin takut karena sekarang tubuhnya sudah tidak bisa lagi mundur lebih jauh.


"terpaksa" ucap Raga sungguh menakutkan untuk Aliza.


"ma--maaf tuan"


"Lo terpaksa menemui suami Lo nonton, Lo mau jadi istri durhaka, HAH!" Aliza menggeleng, kini tubuh Raga sudah berada di atas tubuhnya, Aliza menahan dada bidang pria itu menggunakan ke-dua tangannya.


"Lo mau gue kutuk jadi batu karena sudah terpaksa menyenangkan suami Lo" Aliza menggeleng


"ja--jangan tuan, saya nggak mau jadi batu"

__ADS_1


"hahahaha" tawa besar Raga terdengar menggelegar, Aliza membolakan matanya tidak percaya sekaligus bingung dengan Raga.


"Lo beneran takut berubah jadi batu karena kutukan gue Aliza, hah" Aliza mengangguk dengan polosnya. Raga meletakkan telapak tanganya di sisi wajah Aliza, Sedangkan tangan yang satunya lagi bertumpu agar tubuhnya tidak menimpa wanita yang ada di bawahnya, perlahan Raga menurunkan wajahnya lebih dekat, tapi saat bibirnya hampir menyentuh bibir ranum wanita itu, Aliza palingkan wajahnya untuk menghindari sentuhan bibir Raga.


__ADS_2