Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
semuanya hanyalah mimpi Inayah


__ADS_3

Aliza menggeleng dengan kepala menunduk, air matanya tumpah saat hati dan pikiran bertolak belakang.


"Liza, putri ayah..., Maafin ayah nak, maaf, ayah tau ayah salah, ayah yang sudah membuat kamu begitu menderita, seharusnya sekarang kamu sudah menjadi dokter seperti ibu, bukan justru menjadi pembantu, maafkan ayah nak..."


"maafkan ayah" lirih Sadewa begitu pilu.


"kita pulang ya nak, kita hidup bahagia, ayah janji akan bahagian kan kamu nak" Sadewa berpindah bersimpuh di bawah lantai dengan kepala menunduk, tak tahan Aliza melihat ayahnya bersimpuh seperti itu, ia lepaskan tangan raga dari pergelangan tangannya dan menghampiri sang ayah.


"ayaaah...." aliza peluk Sadewa begitu erat, begitu juga Sadewa, orang tua dan anak itu saling memeluk menangis di dalam penyesalan.


"maafkan ayah nak, maaf" Aliza mengangguk


"Liza, sudah memaafkan ayah, jauh sebelum ayah meminta maaf" ucap Aliza dengan nafas tersengal-sengal

__ADS_1


Sadewa melepaskan pelukannya, ia pandangi wajah putri tercinta begitu dalam.


"pulang ya nak, pulang bersama ayah" Aliza akhirnya mengangguk dan kembali memeluk erat Sadewa.


"Inayah"


"Inayah..."


"Hay, Inayah... sadarlah" Inayah celengak celenguk mencari seseorang, Inayah baru sadar dari lamunannya setelah zidan mengguncang pundaknya.


"om Sadewa mana?" Belo Inayah


"Lo kenapa sih Nay, kita sudah di usur sama om Sadewa"

__ADS_1


"di usir?... nggak zi, tadi kita ke rumah raga sama om Sadewa buat jemput Aliza" Inayah mengguncang kuat lengan kekar zidan.


"kayanya Lo perlu istirahat nay, kita udah berhari-hari ngurusin Aliza, sekarang kita pulang dulu, Lo butuh istirahat "


nyatanya semua itu hanyalah hayalan inayah saja, saat Sadewa membuka pintu dan melihat Inayah dan zidan lah yang datang bertamu, Sadewa langsung saja menutup kembali pintunya, Inayah tidak bisa berkata-kata lagi, Sadewa benar-benar tidak lagi ingin terikat lagi dengan putri semata wayangnya, Sadewa akan terus menghindari orang-orang yang berhubungan dengan putrinya.


kehidupan sadewa mulai kembali sedikit demi sedikit, Sadewa juga sudah berhasil membeli kembali rumah mewah yang memiliki banyak kenangan di hidupnya. perusahaan mulai berkembang kembali atas bantuan Ali sahabatnya.


"gue bener-benar nggak habis pikir dengan ayahnya Aliza, kok ada orang tua Setega itu ke anaknya sendiri " ucap zidan tidak habis pikir, mereka tidak tau lagi harus dengan cara apa agar Sadewa mau mendengar masalah anak kandungnya, ini sudah yang kesekian kalinya mereka mencoba bertemu Sadewa dan sudah berkali-kali juga mereka di usir. air mata Inayah mengalir mengingat keadaan sahabatnya, entah dengan cara apalagi ia bisa membuat Aliza keluar dari rumah terkutuk milik raga.


"Lo tau gimana hubungan Zidan dan Karina dulu?" Inayah menoleh yang membuat pandangan mereka bertemu, Inayah mengingat-ingat lagi.


"Gue nggak suka dan menentang hubungan Karina dengan raga... Lo tau kan raga pria seperti apa, gue nggak mau sahabat gue memiliki hubungan sama cowok kaya gitu..." Inayah kembali menghadap ke depan, ia tarik nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


"gue nggak tau gimana awalnya karena emang gue nggak pernah peduli dengan hubungan mereka, tapi, beberapa hari sebelum kematian Karina, Aliza pernah bilang ke gue kalau ada seseorang yang mengancam Karina, orang itu nggak suka Karina pacaran sama raga, apa lagi setelah tau raga akan menikahi Karina setelah Karina lulus sekolah " jelas Inayah, zidan tertegun dengan fakta baru yang ia ketahui, sedikit demi sedikit teka-teki kematian Karina mulai menemukan titik terang, dugaan mereka semakin menguat, jika kematian Karina bukan karena kecelakaan biasa, tapi ada unsur kesengajaan, dan Aliza yang di jadikan sebagai kambing hitam.


__ADS_2