Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
awal mula benci Dan cinta


__ADS_3

Raga merebut ponsel Clara, dan melemparnya ke tembok Hingga pecah.


"RAGA" teriak Clara tidak terima, Raga keluar meninggalkan kamar, senyum miring terlihat jelas di wajah Clara saat pria itu membanting kuat pintu kamar.


"gue belum ngomong apa-apa sudah emosi aja, baguslah pekerjaan gue jadi nggak susah susah banget" Aliza yang berada di bawah jelas mendengar suara bantingan pintu itu, hal itu sudah seringkali terjadi, tapi kali ini Kenapa Raga tidak turun dan menemuinya, biasanya Pria itu akan langsung mencari keberadaan Aliza dan memeluk Wanita itu jika sedang berkelahi dengan istri keduanya, ini sudah hampir lima menit Raga tidak kunjung datang.


saat Aliza ingin menaiki tangga, raga sudah berdiri dan melangkah turun, Aliza bisa melihat kemarahan dari wajah pria itu, saat Raga sudah berada di samping Aliza, pria itu meliriknya sesaat, kemudian memilih pergi dari sana.


"tu--tuan" panggil Aliza lirih.


brak!!!


pintu utama di banding raga tanpa perasaan.


"Ada apa lagi dengan-nya"


....


Sadewa memarkirkan mobilnya di rumah sahabat putrinya, dengan langkah besarnya, Sadewa masuk ke area rumah, ia ketuk pintu rumah yang berwarna kecoklatan, Inayah yang membukakan pintu,jelas Inayah kaget dengan kedatangan Sadewa.


"om Sadewa"


"Aya, kamu tau rumah Raga" Inayah mengangguk samar.


"om mau ke sana buat jemput Aliza, om boleh minta alamat rumah Raga" meskipun Inayah masih mencerna semuanya, Inayah mengangguk mengiyakan ucapan Sadewa.


"om, hari ini Inayah mau ke rumah Raga juga bareng zidan, Kiya pergi sama-sama, ya om"


"iya nak"

__ADS_1


....


Sedangkan Raga, pria itu terbakar api cemburu, Clara memperlihatkan potongan Vidio saat Langit bertamu kerumahnya dan menemui Aliza, di Vidio itu, langit meraih tangan Aliza untuk di genggam, Clara tidak memperlihatkan keselurahan videonya, bagian saat Aliza menyentak tangannya dari genggaman langit tidak di perlihatkan Clara. Raga yang memang sudah memiliki sifat cemburu yang besar pada Aliza, dengan sangat mudah terprovokasi terhasut dengan potongan Vidio yang tidak jelas.


Secara bersamaan Rendy datang dan mengajaknya untuk bersenang-senang, Raga yang memang dalam emosi yang tidak terkontrol, mengiyakan begitu saja ajakan Rendy, tanpa ia tau rencana apa yang sudah Pria itu dan istri keduanya rencanakan


"Lo lagi ada masalah, ga?" Rendy tuangkan lagi minuman memabukkan di gelas raga, raga habiskan sekali tegak.


"Masalah kantor?" Raga tidak ingin membahas masalahnya, ia Hanya terus mengarahkan gelasnya pada Rendy.


"Ga, Lo yakin anak di kandungan Aliza itu anak Lo"


Brak!!! Raga menggebrak meja, ia tatap Rendy dengan tajam, raga jelas tidak terima dengan pertanyaan konyol sahabatnya, Raga menarik kerah baju Rendy agar wajah Rendy mendekat ke arahnya. Rendy dengan senyum miringnya melepaskan cengkeraman tangan Raga dari kerah bajunya.


"santai, bro"


pyar!!


Raga melempar gelas dan berniat pergi, tapi teriakan Rendy menghentikan langkahnya.


"Jangan jadi bodoh karena cinta, raga. ingat... cewek itu yang pernah menghina Lo, cewek itu yang dulu buat Lo lemah, jangan terjerumus di kesalahan yang sama"


ucapan Rendy mengingatkannya pada kejadian yang dulu, di mana cinta raga berubah menjadi benci


flashback on


Raga yang saat itu duduk di bangku kelas tiga, sudah jatuh hati pada adik kelasnya yaitu Aliza,gadis cantik dengan mata indah, sejak pertama kali Raga menyelamatkan Aliza. Raga semakin di buat jatuh hati dengan sosok Aliza yang periang, gadis pintar yang selalu menjadi pusat perhatian.


hari itu seperti biasa, Aliza dan ketiga temannya makan bersama di kantin sekolah, biasanya mereka membawa bekal masing-masing, tapi kali ini mereka sepakat untuk membeli nasi goreng yang terkenal di sana.

__ADS_1


Raga sering memperhatikan Aliza dari jauh, Raga dan ketiga sahabatnya juga termasuk siswa populer di sekolah, tapi Raga tidak memiliki keberanian untuk sekedar menyapa aliza, ia tau Aliza adalah putri tunggal dari pengusaha kaya raya saat itu, ayahnya pemimpin perusahaan Sedangkan ibunya dokter, Raga sendiri hanyalah pemuda dari keluarga sederhana, jelaslah raga merasa tidak pantas untuk Aliza yang sempurna, menurutnya.


"Ga, udah tembak aja, sebentar lagi kita lulus ga, Lo mau di tikung" Raga berdecak kesal, sejak tadi kedua sahabatnya itu terus menggodanya, mereka tidak tau aja bagaimana perasaan raga sekarang, hatinya berdetak tidak karuan, sejak tadi malam, Raga mempersiapkan kata-kata yang pas untuk di ucapkan pada Aliza, Raga ingin mengutarakannya perasaannya pada aliza sebelum terlambat.


" Lo yakin ga, level Lo kan beda sama tu cewek, anak orang kaya ga, Lo nggak takut patah hati karena di tolak" zidan reflek memberikan pukulan di kepala Rendy


"awkkh, Lo apa-apaan sih" Rendy mengusap-usap kepalanya.


"Lo bukannya dukung, malah di buat down"


"gue cuman nggak mau Raga sakit hati, emang salah ya?"


"kalian berdua kalau mau ribut mending cabut deh, gue pusing dengernya" omel Raga, ia pandangi sahabatnya secara bergantian.


Raga kembali fokus memperhatikan Aliza yang duduk tidak jauh dari mereka, Aliza dan Karina berdiri meninggalkan Inayah, entah mau kemana mereka, Raga meminta ke-dua sahabatnya untuk tetap di sana, sedangkan ia mengikuti Aliza, raga berpikir mungkin ini kesempatan baik untuk memberikan boneka beruang untuk pujaan hatinya.


raga sempat kehilangan jejak mereka, sampai ia menemukan mereka duduk di salah satu kursi yang tidak jauh dari kantor sekolah, raga berdiri di balik Tembok.


"nggak lah, ka raga itu bukan tipe Gue, tipe gue itu anak pesantren, bukan anak brandal kaya itu" Aliza berucap enteng, tanpa ia tau ada seseorang yang begitu terluka perasaannya.


"Ambil aja, Lo bebas mencinta KA Raga, karena gue nggak cinta sama dia, bukan tipe gue banget" Aliza terkekeh sambil memilin jari-jarinya, ada yang tidak sesuai dengan hati dan ucapannya, senyumannya terpaksa terlihat begitu jelas, tapi sayangnya Karina tidak menyadari itu, raga yang berada di balik tembok memilih pergi, Aliza yang tadi menunduk mengangkat kepalanya, ia lihat punggung Raga yang menjauh dari sana.


"maaf ka, aku nggak maksud nyakitin hati kamu, aku lebih rela kehilangan kamu dari pada sahabat ku sendiri, mungkin kita memang tidak di takdir kan untuk bersama" ucap Aliza membatin. Raga membuang boneka beruang yang ia bawa ke dalam bak sampah, Amarah kini menguasai hati pria itu, tidak ia sangka jika wanita yang ia anggap baik mampu menghinanya dan memberikannya Luka begitu dalam.


"Bangsat, dasar perempuan angkuh, Lo mau sahabat Lo itu jadi pacar gue, baiklah... akan gue kabulkan"


sejak saat itu, Raga benar-benar mengubur dalam perasaanya pada Aliza, tidak ada lagi Raga yang selalu mengikuti Aliza diam-diam, tidak ada lagi Raga yang mencari tau semua tentang Aliza, rasa Cinta itu kini berubah benci, satu Minggu setelah kejadian itu, Raga mengumumkan hubungannya dengan Karina.


flashback off

__ADS_1


__ADS_2