Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
sah dengan Clara


__ADS_3

"LIZA, AYAH DATANG NAK, AYAH AKAN JEMPUT KAMU, BERTAHAN LAH SEBENTAR LAGI, NAK" Sadewa berteriak sekeras mungkin, berharap Aliza dapat mendengar nya, tapi nyatanya tidak, putri yang malang itu tidak mendengar apapun, ia berada di balkon kamar Raga, Aliza tumpahkan semua air mata rindunya seorang diri, Aliza tidak mau rapuh dan berlari turun menemui ayahnya, aliza tidak mau ayahnya kembali terluka akan kehadirannya.


"za, Aliza" Raga melihat istrinya yang berdiri melamun di balkon, ia susul Aliza keluar, Raga peluk Aliza dari belakang, pria itu menenggelamkan wajahnya di pundak Aliza.


"ayah sudah pulang?"


"he em"


"ngapain ayah ke sini?"


"nyariin lo" jawab raga jujur, aliza tidak bertanya lagi, mungkin kedatangan ayahnya kesini hanya ingin memberi peringatan padanya untuk tidak pernah muncul lagi di hadapannya.


"nggak usah nangis, ayah Lo sekarang lagi merintis usahanya kembali, ayah Lo... gue akui Emang sangat hebat dalam berbisnis, belum genap satu tahun perusahaan yang dia dirikan, perusahaan itu sudah sukses besar" Aliza menyunggingkan senyum, sungguh ia senang mendengar ucapan Raga.


"ayah saya memang hebat tuan, saya aja yang selalu datang mengganggunya, coba aja sejak awal saya pergi jauh dari hidup ayah, pasti ayah nggak akan pernah merasakan keterpurukan sedalam ini" ucap Aliza menahan Sesak di dadanya.


"Nggak usah nangis, sekarang... ada gue di hidup Lo, ada anak kita juga" Aliza Mengangguk, ia lepaskan tangan Raga dari pelukannya, Aliza berbalik dan memeluk Raga dari depan, raga mengusap pucuk kepala Aliza begitu tulus.


....


"Ali, aku butuh uang 300 juta ini juga?" Ali mengerutkan keningnya.


"uang 300 juta untuk apa dew, perusahaan Kita baru saja berdiri, uang segitu Terlalu banyak Jika di keluarkan tanpa ada tujuan yang pasti"


"untuk anak ku Li, putri semata wayang ku" lirih Sadewa pilu, ia duduk bersimpuh di hadapan Ali, Ali ikut duduk di depan sahabatnya, ia angkat bahu Sadewa yang bergetar hebat , pria berusia 45 tahun itu menangis pilu.


"Aliza?, ada apa dengan putri mu dew, ada apa"


"putri ku menderita hidup dengan suaminya, tolong aku, beri aku uang 300 juga untuk menebus putri ku" ucap Sadewa memohon, tangannya mengatup di depan dada. semuanya masih teka-teki untuk Ali.


Bergilir lah cerita kehidupan Sadewa, sejak pertama kali putri semata wayangnya di vonis mengidap gagal ginjal sampai akhirnya sang istri yang rela berkorban untuk menyelamatkan putri mereka, tentang keterpurukan Sadewa Hingga memiliki banyak hutang dan menjual putri nya sendiri"


"Inalillahi" Ali sungguh terkejut dengan pengakuan Sadewa, Ali tidak habis pikir dengan Sadewa, Setega itu dia memperlakukan Putrinya, darah dagingnya.


"tolong Li, tolong, bantu aku Li..." Ali mengangguk tanpa ragu, meskipun ada rasa kecewa pada sang sahabat yang tega memperlakukan buruk putri nya sendiri, tapi Ali tidak Setega itu sampai membiarkan wanita yang seumuran putrinya terus menderita di rumah suaminya.


"makasih Li makasih" Ali memeluk Sadewa begitu erat, ia tenangkan sahabatnya dengan pelukan.

__ADS_1


....


Aliza membantu raga mengenakan jasnya, hari ini suaminya akan menikahi wanita lain, Aliza terlihat tegar, walaupun hatinya begitu sakit.


"Lo tunggu di sini, mungkin gue balik malam" Aliza mengangguk. Raga tatap begitu dalam wajah teduh Aliza, Wanita tegar dengan segala bentuk penderitaan hidupnya.


"Coba senyum" Aliza menatap bingung Raga.


"senyum" Raga mengulang permintaannya.


"senyum?" ucap Aliza memastikan


"iya za, senyum, gue mau lihat Lo senyum" Aliza turuti keinginan raga, ia tersenyum begitu manis, senyuman itu sangat jarang di lihat Raga


"sumpah! Lo cantik banget za, Lo cantik" puji raga tidak habis-habisnya.


"tetap senyum kaya gini ya" Aliza mengangguk, raga kembali memeluk Aliza begitu erat, hari ini mungkin akan menjadi hari terberat untuknya dan untuk Aliza, pernikahan yang tidak pernah ia inginkan benar-benar harus di lakukan, andai raga dapat memilih, ia lebih ingin tinggal sederhana bersama aliza dan anak-anak mereka, hidup jauh dari gangguan siapapun, tapi ia juga tidak bisa egois, ada keluarga yang harus di hidupi.


Di peluk di perlakukan baik dengan raga, apa Aliza senang, jawabannya Praya tidak merasakan apapun, ia tidak senang, tidak juga bahagia, semuanya biasa saja, ia hanya menuruti apa yang raga inginkan, Aliza seakan kehilangan semangatnya untuk hidup, ia hanya mengikuti alurnya saja, ia juga sudah siap Jika sewaktu-waktu Raga berubah ganas lagi, bagi Aliza, hidupnya sekarang benar-benar hampa.


....


"sayang, senyum dong, dari tadi aku lihat kamu datar aja, ini kan hari bahagia kita" Clara bergelendontan manja di lengan Raga, tapi Raga benar-benar tidak memberikan respon apapun, Raga tetap mempertahankan wajah datarnya. Clara memajukan bibirnya kesal.


"ngeselin Banget sih, untung sayang" ucap Clara dan tanpa malu mengecup pipi kanan Raga. raga berdecak kesal.


acara pesta memuakkan akhirnya selesai juga, raga bisa bernafas lega sekarang, pria itu duduk di belakang dengan mata terpejam, punggungnya bersandar, sedangkan Clara tidak sama sekali melepaskan lengan Raga.


"sayang, suruh pembantu itu menyiapkan kamar kita"


raga membuka matanya, ia menoleh menatap Clara.


"dia bukan pembantu, aliza istri ku" ucap Raga dingin


"kamu sendiri kan yang memperkenalkan dia sebagai pembantu, jadi jangan salahkan aku Jila terus menganggapnya pembantu" Raga tidak bisa melawan karena apa yang di katakan Clara benar adanya, di sendiri yang pertama kali memperkenalkan istirnya ke semua orang Jika Aliza adalah pembantunya.


"Benar kan, sayang?" Clara memberikan tatapan menantang pada Raga. raga kembali menutup matanya, malas jika harus berdebat di hari melelahkan ini.

__ADS_1


"huaaaaa"Clara langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa, sedangkan raga celengak celenguk mencari sosok Aliza.


"kamu cari siapa, sayang?" raga tidak mempedulikan Clara, ia naik ke atas di susul Clara.


"sayang, tunggu"


"Aliza, Liza, kamu di dalam" bara mengetuk pintu kamar mandi yang ada di dalam kamar, tapi tidak ada sahutan dari dalam, Aliza juga tidak ada di tempat tidur ataupun balkon


Clara menatap keseluruh kamar Raga.


"akhirnya aku bisa lihat juga isi kamar kamu" Clara hempaskan tubuh nya ke atas tempat tidur.


"sayang, lemari aku mana?"


"kamu tidur di kamar depan, kamar ini milik Aliza, aku akan bergantian tidur dengan kalian (enak kali kau raga, si kumbang yang memiliki dua bunga, cuaks Bercanda ges yaa)


"nggak mau, aku akan tidur di sini, jangan gila kamu ga, kamu nyuruh aku tidur di kamar tamu, setres kamu, aku akan tetap di sini, di kamar ini, dan kamu akan tidur dengan ku setiap malam" mati-matian Raga menahan emosinya.


"Terserah" ucap raga dan kembali turun, ia belum bisa tenang jika belum bertemu dengan Aliza


"Ragaaaa! argghhh" Erang Clara prustasi.


ternyata benar dugaan Raga, Wanita yang ia cari keberadaannya ada di kamarnya, meringkuk di atas sehelai kain sarung batik dengan mata terpejam.


raga kunci pintu kamar Aliza, takut tiba-tiba Clara masuk dan membuat masalah. raga ikut Tidur dengan posisi yang sama di samping Aliza, raga pandangi wajah lelah Aliza di dalam tidurnya, raga meletakkan tangan nya di pipi Aliza, ia usap perlahan pipi halus lembut itu dengan ibu jarinya. Aliza bisa merasakan usapan tangan raga, perlahan Aliza membuka matanya.


"tuan, anda sudah pulang" Aliza bersuara serak


"kenapa tidur di sini, Kenapa nggak di kamar, hm?"


"kamar itu milik tuan dan nyonya Clara, tempat saya di bawah" raga terlihat tidak terima dengan ucapan Aliza.


"kenapa lo ngomong kaya gitu, kamar itu milik kita"


"tuan, saya tidak ingin mencari masalah dengan nyonya Clara, jadi biarkan saja nyonya ada di kamar itu, dan saya di sini" raga menggeleng, ia bergeser mendekati Aliza


"jangan di sini, gue bakal minta orang buat bersihin kamar tamu di sebelah, sebenarnya ada kamar kosong di atas, tapi Lo hamil, semakin besar nanti perut Lo, maka semakin Lo sulit buat naik turun tangga, jadi lo tidur di bawah tapi di kamar sebelah " tegas raga, Aliza mengangguk dengan mata kembali terpejam.

__ADS_1


"tidurlah,pasti melelahkan untuk Lo hari ini"


__ADS_2