Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
Akhir dari kisah


__ADS_3

lima tahun kemudian


"Kalista jangan lari nak" teriak Raga melihat putri semata wayangnya yang berlari mengejar bola, sudah menjadi kebiasaan anak dan ayah itu untuk menghabiskan waktu akhir pekan di taman atau tempat yang lainnya, Raga di nyatakan sembuh dari depresi nya sekitar dua tahun lalu, Kalista pun sekarang hidup dan tinggal dengan nya, Sadewa tidak melarang Kalista tinggal bersama orang tuanya, bagaimana pun Sadewa juga jahat dengan Aliza dulu, apa bedanya dia dengan Raga, rasanya tidak berhak ia untuk melarang Kalista dekat dengan Raga.


sekarang Kalista sudah berumur sepuluh tahun, anak itu di masukan raga ke pesantren untuk menimba ilmu, tapi bukan pesantren yang menetap, Kalista bisa pulang pergi seperti siswa umum biasanya.


Raga ingin anaknya mendapatkan pendidikan agama yang baik, Kalista pun sudah berhasil menghafal 15 jus Al Qur'an.


" andai hari itu tidak terjadi, mungkin sekarang kita sudah duduk berdua menyaksikan anak-anak kita bermain riang" monolog Raga.


"aku kangen kamu, za" Rafa mengedip-ngedipkan matanya Agar air matanya tidak turun.


cepat - cepat Raga melebarkan senyum saat Kalista mendekat.


"pah, haus"


"haus" Raga bukakan satu botol air mineral untuk Kalista, Kalista duduk di samping Raga, Bola di tangan kanan ia pindahkan ke tangan kiri.


Kalista berikan lagi air mineral itu pada raga.


"kita pulang ya nak, sudah mau senja" Kalista Mengangguk.

__ADS_1


"pah, lista mau nginap di rumah kakek, tadi malam Kakek telpon, katanya kepalanya pusing " Raga rapikan rambut yang menyembul keluar dari kerudungnya yang sang putri kenakan.


"iya, papah langsung aja antar kamu ke rumah kakek" Kalista Mengangguk.


...


Raga pulang sendiri kerumahnya, rumah sepi tanpa Aliza di dalamnya, rumah yang di penuhi dengan kenangannya bersama Aliza, tidak ada yang berubah dari rumah itu, semuanya masih sama.


Raga melangkah masuk ke dalam dapur, seperti biasa ia selalu menegak air sebelum masuk ke kamarnya.


Raga tersentak saat ia lihat sosok wanita yang sedang memasak.


"Aliza" Wanita berbaju putih dengan hijab Syara'itu menoleh, ia matikan kompor dan melempar senyum pada suami tercinta.


"kenapa melamun mas, mandi gih, aku sudah siapkan makan malam"


"i--ni kamu za" Aliza mengerutkan keningnya bingung, ada apa dengan suaminya, mata Raga berkaca-kaca, tas jinjing terlepas di genggaman.


"kamu kenapa sih, mas. ini aku Aliza istri kamu, aneh banget" Aliza Menyunggingkan senyum dan kembali membelakangi Raga untuk melanjutkan masakannya


"mandi sana aku sudah siapkan air hangat" langkah Aliza terhenti, Raga memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"ini sungguh kamu, sayang..."


"iya ini aku mas, kami ko aneh banget" Raga mengeratkan pelukannya, ia tumpukan wajahnya di pundak Aliza.


"jangan pergi, jangan tinggalin aku, za" bisik raga di telinga Aliza" Aliza mengusap sisi kepala raga, perut wanita itu besar, ia sedang mengandung.


"aku nggak akan Kemana-mana, mas"


"Kalista di rumah ayah?" raga mengangguk. Aliza melepaskan pelukan raga, ia pandangi Wajah lelah suaminya.


"mas mandi gih, aku sudah siapkan air hangat untuk mas" Raga tidak mengindahkan perintah Aliza, ia kembali memeluk Aliza, meskipun sulit karena terhalang perut besar istri tercinta.


"Aku sayang kamu za"


"aku juga sayang kamu, sayang banget"


Wanita itu menangis tanpa suara di pelukan suaminya, baju bagian belakang raga di remas kuat.


...selesai...


"Hayooo, itu siapa, apa halusinasi raga saja, atau itu sungguh Aliza, bisa juga itu perempuan lain, silahkan menebak-nebak"

__ADS_1


Sampai sini aja ya ceritanya, mungkin kalau mood ku baik, bakalan ada part dua dari cerita ini, makasih banyak yang sudah setia membaca cerita semrawut ini, cek cerita - cerita ku yang lain


love sekebon.


__ADS_2