Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
kepergian langit


__ADS_3

semenjak kejadian malam itu di atap rumah Raga, Raga sudah menutup rapat akses untuk keluar masuk ke sana, tidak akan Raga biarkan Aliza bisa menemani Langit lagi di sana, sedangkan langit sendiri, sama seperti yang ia katakan pada Aliza malam itu... Jika ia akan pergi untuk melakukan operasi pengangkatan tumor otak di kepalanya, pengangkatan tumor otak itu di lakukan di Korea, mungkin butuh waktu lama untuk langit dapat melihat wajah Aliza lagi.


hari itu dengan di temani ke-dua orang tuanya, langit bertamu kerumah Raga untuk bertemu Aliza, jelas Raga tidak pernah mengijinkan istirnya bertemu dengan pria lain, dari dalam kamarnya Aliza melihat perdebatan antara kedua pria itu.


"saya hanya ingin bicara sebentar dengannya, ada yang ingin saya tanyakan secara langsung dengan Aliza"


"maaf, saya tidak bisa mengijinkan istri saya menemui anda" langit mengepal erat kedua tangannya.


"saya sudah bilang, saya hanya ingin bertanya secara langsung padanya" ucap langit lagi dengan suara tinggi.


"saya suaminya, saya memiliki hak untuk melarang istri saya menemui siapapun tanpa seijin saya"


"zhian, sebaiknya kita pergi sekarang, nak... pesawat kita akan segera berangkat" wanita berkerudung syar'i mengusap lembut punggung putra tercinta


"mah, zhian nggak bisa pergi sebelum bertemu Aliza, ada yang zhian ingin tanyakan langsung padanya mah"


"zhian jangan membantah, cepat kita harus segera pergi" kali ini ayahnya yang berucap tegas.


"tapi pah---"


"jangan membantah" sudah hampir satu jam mereka berada di rumah Raga, langit juga sadar sampai kapanpun Raga tidak akan pernah mengijinkannya bertemu dengan Aliza, langit pasrah dan ikut berdiri di samping orang tuanya.


"Nak, maaf ya nak sudah merepotkan " ucap sang Mamah merasa bersalah

__ADS_1


"tidak masalah buk"


"setelah berpamitan dengan sopan pada Raga, kedua orang tua Langit sudah melangkah keluar, sedangkan langit masih berdiri di sana. Raga pandangi langit yang tidak bergeming di tempatnya dengan tatapan dingin, kemudian langit berteriak secara tiba-tiba.


"ALIZA, GUE TAU LO LIAT GUE, GUE TAU LO ADA DI SUATU TEMPAT DI RUMAH INI, DENGAR INI ALIZA, GUE TAU LO NGGAK BAHAGIA MENJADI ISTRINYA, GUE TAU BETAPA TERSIKSANYA LO, LEBAM, LUKA SOBEK, KESEDIHAN... SEMUANYA GUE TAU YANG LO RASAKAN ALIZA, MALAM ITU GUE BERNIAT MELAMAR LO..." Langit tarik nafas dulu sebelum melanjutkan ucapannya, sedangkan Raga sudah memerah wajahnya, ingin sekali kembali ia layangkan pukulan di wajah pucat pria di depannya.


"GUE SUKA SAMA LO, GUE MAU JADI SESEORANG YANG SELALU ADA BUAT LO, TAPI KENAPA LO JUSTRU NGASIH GUE KEJUTAN INI ALIZA, KENAPA... KENAPA LO NGGAK PERNAH JUJUR DENGAN GUE ALIZA, KENAPA LO JUSTRU MENUTUP SEMUANYA DENGAN MENGAKU SEBAGAI PEMBANTUNYA... andai Lo jujur dari awal, gue nggak akan sesali ini Aliza...." suara Langi memelan.


"HARI INI GUE AKAN PERGI KE KOREA UNTUK OPERASI, SAMA SEPERTI JANJI GUE MALAM ITU... GUE AKAN SEMBUH DAN KITA AKAN KEMBALI BERTEMU, TUNGGU GUE ALIZA, TUNGGU GUE, GUE BAKAL JEMPUT LO, GUE BAKAL BUAT LO KELUAR DARI RUMAH INI---


"sebaiknya anda keluar sebelum saya memanggil satpam untuk mengusir anda dari rumah saya" hilang sudah kesabaran Raga, tidak ingin lagi ia mendengar ocehan pria di depannya.


"Aku pergi Aliza, sampai bertemu lagi di waktu dan keadaan yang lebih baik, aku mencintaimu Aliza Khumaira" ucap langit dengan suara memelan.


dasi yang sudah tersimpul rapi ia tarik hingga lepas, rasanya lehernya tercekat dengan dasinya sendiri, dengan langkah besarnya Raga melangkah menuju kamar Aliza di bawah tangga.


Brak.


Raga membuka pintu dengan kasar sampai Aliza tersentak kaget, Aliza meringkuk memeluk tubuhnya di pojokan kamar, ia lihat Raga yang menatap tajam padanya melangkah mendekat.


saat sudah berada di depan Aliza, Raga mencengkram kuat wajah wanita di hadapannya itu.


"puas Lo sekarang, puas Lo karena sudah mendapatkan pernyataan cinta dari laki-laki brengsek itu" Aliza menggeleng.

__ADS_1


"dasar munafik, penampilannya aja yang baik tapi hatinya busuk, bisa-bisanya Lo suka sama cowok lain di saat Lo sudah memiliki suami, ALIZA"


"sa--saya, nggak pernah bilang dengan anda jika saya mencintainya, saya nggak pernah bilang dengan anda jika saya memiliki hati untuk Nya " walaupun kesusahan karena Raga mencengkram dagunya, Aliza tetap berusaha mengatakan kebenarannya.


"DASAR PEMBOHONG, LO CERITA SEMUA TENTANG LO DENGAN NYA, LO CERITAIN BETAPA TERSIKSANYA LO TINGGAL DI RUMAH GUE, BANGSAT "


"aku nggak pernah cerita apapun tentang kesusahan ku dengan nya, Raga. dia bisa lihat sendiri betapa sakitnya aku tinggal bersama kamu di rumah ini, aku juga tidak pernah dengan sengaja datang menemuinya untuk menampakan wajah ku yang babak belur Karena mendapatkan siksaan mu, aku nggak pernah tunjukkan dengan sengaja padanya..."


"aku juga nggak tau mengenai perasaannya pada ku, yang aku tau aku bahagia mengenalnya, dia orang baik yang selalu berusaha menghibur ku di tengah semua rasa sakit yang kamu berikan untuk ku, aku senang bisa menjadi temannya, tempat ku berbagi tawa, dia bisa buat aku melupakan semua perlakuan buruk mu padaku dengan tingkah konyolnya, aku bisa lupakan semua rasa sakit di batin dan fisik ku saat bisa berbagi cerita dengannya, AKU TIDAK PERNAH MENGANGGAP DIA LEBIH DARI SEORANG SAHABAT YANG SELALU ADA UNTUK KU, RAGA ARGANTARA, DIA TIDAK SEPERTI KAMU YANG HANYA BISA MENYIKSA FISIK DAN BATINKU "


PLAK!!!


Aliza pegangi pipinya yang terasa perih akibat tamparan Raga.


"Lo benar, dia yang selalu ada di saat Lo butuh teman untuk bersandar, dia bisa menjadi teman Lo di saat Lo hanya mendapatkan siksa dari gue, tapi satu yang Lo perlu tau Aliza Khumaira... Hanya gue yang bisa menyentuh Lo, hanya gue yang bisa membuat Lo merintih memohon ampun" Raga palingkan wajah Aliza untuk kembali menghadapnya dengan cara mencengkram bagian dagunya. di tatapnya penuh amarah


"Hanya gue yang bisa menikmati kecantikan tubuh Lo, aliza Khumaira" Raga menyeringai, ia lepaskan kerudung panjang yang wanita itu kenakan, dengan tergesa raga membuka jas juga kancing baju kemejanya, ia juga baka paksa kerudung dan pakaian yang Aliza kenakan. Aliza Hanya bisa menangis, emang apa yang bisa wanita lemah itu lakukan selain menangis dan menangis.


kembali Raga memaksa aliza untuk melayaninya z mungkin hari ini pria itu tidak kekantor dulu, ia akan beri pelajaran pada sang istri yang sudah berani melawannya.


...


Raga membatalkan semua pekerjaannya hari ini, Aliza gunakan sarung batik untuk menutupi tubuh polos tanpa sehelai benang, sedangkan Raga sudah pergi setelah puas memberikan pelajaran pada Aliza, mungkin pria kasar itu sudah kembali ke kamarnya.

__ADS_1


"Ibuuu, Aliza capek Bu, Liza butuh ibu, tolong Liza Bu, tolooong" lirih Aliza begitu pilu.


__ADS_2