Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
banyak lukanya


__ADS_3

"anak papah, apa kabar nak" Raga mengusap-usap perut besar Aliza, Aliza berada di atas tempat tidur, duduk di bagian pinggirnya, sedangkan Raga berada di bawahnya, tangan Aliza mengambang di atas kepala Raga, ia ingin mengusap kepala pria itu tapi ragu. Raga mendongak menatap Aliza, ia tahu tangan Aliza yang berada di atas kepalanya, raga tahan pergelangan tangan aliza dan ia letakkan di atas kepalanya.


"Gue juga pengen di usap" dengan jari jari panjangnya, Aliza menyisir dengan lembut rambut hitam legam raga. Hati pria itu menghangat, usapan lembut tangan Aliza benar-benar candu untuknya.


"Ibu Lo sakit apa?" Pertanyaan tiba-tiba raga membuat jari-jari Aliza berhenti. Aliza menunduk menatap raga yang Juga menatapnya.


"Gagal ginjal, sebenarnya.... yang sakit itu saya" terlihat jelas keterkejutan dari raga, pria itu berpindah duduk di samping Aliza.


"Lo sakit! kenapa nggak bilang, kita kerumah sakit sekarang" Raga sudah berniat menarik pergelangan tangan Aliza, sungguh ia kawatir sekarang.


"tuan dengerin dulu, tuan tau kenapa ayah sangat membenci saya" Raga menggeleng.


"itu karena ibu saya yang rela memberikan ginjalnya untuk saya, saya anak penyakitan satu satunya yang mereka punya, sejak duduk di bangku sekolah... saya di vonis mengidap gagal ginjal, setiap bulan saya harus melakukan pengobatan untuk bertahan hidup..." Aliza raih tangan raga untuk di genggam, Aliza pandangi tangan besar yang dulu sering terangkat memberi pukulan di wajahnya.


"puncaknya setelah kematian Karina, saya terpuruk dan kesehatan saya ikut terganggu, berbulan-bulan saya di rawat di rumah sakit, tidak ada perubahan dari kondisi saya, jalan satu-satunya dengan mendapatkan donor ginjal, mencari ginjal yang cocok dan ada pun sulit, ibu yang sudah nggak tega melihat saya sakit akhirnya memutuskan untuk memberikan ginjalnya untuk saya tanpa sepengetahuan ayah, dan berakhir ibulah yang sakit karena tidak sanggup hidup hanya dengan satu ginjal, seluruh harta, waktu yang ayah punya ayah habiskan untuk ibu, di situ saya tau seberapa besar rasa sayang ayah untuk ibu, saya tidak pernah menaruh sedikit pun dendam atau benci pada ayah, karena saya tau cinta tulus itu benar-benar ada pada ayah untuk ibu" aliza tersenyum, tangan Raga ia angkat dan di cium dengan takzim.


"sama seperti saya mencintai anda, Cinta saya tulus untuk anda, sayang saya tulus untuk anda, siksaan yang ada berikan pada saya tidak membuat rasa cinta itu menghilang, tapi rasa cinta itu terkubur dengan rasa sakit yang anda berikan untuk saya"


deg

__ADS_1


raga tidak sanggup menahan rasa Sesak di dadanya, ia tarik Aliza untuk di dekap dalam pelukannya.


"maaf..." lirih Raga, helaan berat terdengar begitu jelas di pendengaran raga, tangan Aliza tidak terangkat untuk membalas pelukan Raga.


"za...gue mau jujur sama Lo"


"jujur aja, apa pun itu saya sudah siap mendengarnya, entah yang akan keluar nanti kebahagiaan atau kesedihan"


"sebenarnya...gue sengaja menjebak ayah Lo untuk berhutang sama gue, gue selalu mantau keluarga Lo, gue ingin mencari celah agar bisa membalas rasa sakit hati gue ke , Lo..." Raga menguraikan pelukannya, pandangannya mereka beradu, Raga berikan tanda cinta di kening Aliza.


"gue sengaja bikin ayah Lo berhutang sama gue, gue berharap bisa menjerat Lo dengan melibatkan ayah Lo, dan benar saja, gue berhasil mengikat Lo dengan alasan untuk membayar hutang, gue sudah bersumpah setelah kematian karina... jika suatu hari nanti... Aliza Khumaira akan menjadi istri gue" Aliza menatap raga tanpa ekspresi, seperti apa yang ia katakan sebelumnya, jika ia akan menerima apapun fakta yang raga sampaikan Padanya, tapi bukan ini yang raga inginkan, Wanita itu terlihat tidak memiliki emosi di dalam jiwanya, Raga berharap Aliza marah dan memakinya, Karena akal-akalan raga, ia terjebak di dalam kehidupan yang menderita.


Aliza menatap lurus ke arah tembok, tatapannya kosong, saat ia rasa tangan kekar Raga melingkar di perutnya pun, Aliza masih terus diam.


"apa alasan tuan menikahi saya hanya untuk membalas dendam semata?" raga menggeleng tanpa ragu


"sudah gue bilang, kalau gue sudah saya sama Lo sejak pertama kali Kita bertemu, tapi rasa sayang itu berubah benci, tapi gue sungguh tidak pernah reka jika Lo menjadi milik orang lain"


"dan saya berharap, agar anda berhenti mencintai saya" tegas Aliza, raga dengan paksa merubah posisi Aliza jadi menghadapnya, ia tidak peduli lagi dengan kondisi perut Aliza, raga menatap Aliza tidak terima.

__ADS_1


"kenapa? kenapa gue harus berhenti mencintai Lo, rasa di hati gue Sudah ada bertahun-tahun untuk Lo, sekuat apapun gue berusaha menghilangkan rasa itu, semakin sakit luka gue"


"dan tuan akan merasakan sakit yang lebih sakit lagi dari itu jika terus mencintai wanita yang penuh luka seperti saya" Raga kembali menggeleng, ia peluk lagi Aliza


"Gue penyebab hadirnya luka itu, dan gue berjanji akan mengobati luka itu" sudut bibir Aliza terangkat.


"nggak akan bisa, Luka itu terlalu dalam untuk di sembuhkan" monolog Aliza.


....


di tempat lain, Clara yang tidur dengan nyenyak di dalam pelukan pria lain, rasa nyaman yang Pria itu berikan Padanya tidak pernah ia rasakan dari Raga, suaminya sendiri.


"itu anak gue kan?"


"jangan asal, ini anak Raga" Rendy menyunggingkan senyum smiriknya


"gue bermain tes DNA Jiak anak itu sudah lahir"


"terserah Lo"

__ADS_1


....


__ADS_2