Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
eskrim


__ADS_3

"Waktu begitu cepat berlalu, tidak terasa, kandungan Aliza sudah masuk usia empat bulan, kehidupan rumah tangga dan kedua istrinya pun tidak pernah luput dari keributan, lebih tepatnya Clara yang selalu mencari keributan, Raga juga sudah memperkerjakan seseorang di rumah mereka, dan sekarang bukan hanya aliza saja yang sedang mengandung, tapi Clara pun mengandung, usia kandungannya sudah masuk usia 2 bulan. untuk kesehatan mental Aliza, sampai sekarang belum ada perubahan, wanita itu justru semakin bertingkah aneh, Raga juga sudah mengusahakan kesehatan Aliza dengan membawanya ke psikiater, tapi sampai sekarang Raga belum merasa perubahan apapun.


"Kembar!" raga melotot tidak percaya, secara bergantian ia tatap Aliza dan dokter kandungan di hadapannya.


"iya pak, istri bapak sedang mengandung anak kembar" Raga tidak tau lagi cara mengungkapkan rasa syukurnya, raga peluk Aliza yang masih terbaring, pria itu sangat bahagia, tapi berbeda dengan Aliza, Aliza hanya diam tidak memberikan reaksi apapun, Aliza Hanya mengangkat tangannya untuk mengusap bagian belakang kepala Raga


"tuan, senang?" Raga mengangguk


"gue senang banget, za, anak kita kembar, gue bakalan langsung punya anak dua" ucap Raga tidak bisa menutupi rasa bahagianya, bertubi-tubi Raga cium wajah Aliza, Raga tidak sadar lagi mereka ada di mana


"tiga... tuan " raga mengerutkan keningnya


"nyonya Clara juga mengandung anak tuan " senyum raga luntur, ia kembali ke posisi semula, Raga rapikan baju Aliza, dan raga bantu Aliza untuk duduk kembali.


"tuan, ada apa?" Aliza bisa melihat perubahan ekspresi suaminya


"gue nggak pernah berharap memiliki anak dari Clara"


"tuan tidak mengharapkannya? tapi tuan menggaulinya? raga alihkan pandangan pada Aliza, ia sedikit tertegun dengan ucapan Aliza, benar juga aps yang wanita itu katakan, raga bilang tidak mencintai Clara, tidak menginginkan anak dari Clara, tapi raga justru menggauli Clara.

__ADS_1


"bukan gue yang menggauli Clara, tapi Clara yang memaksa gue untuk melakukan hubungan suami-istri dengan nya"


"kenapa anda iyakan, anda bisa menolaknya" sepertinya obrolan mereka sudah sangat privasi, dokter kandungan di belakang mereka berdehem untuk menyadarkan keduanya, suami istri itu sama-sama menatap si dokter kandungan, mereka baru sadar tempat Mereka berada.


"saya akan meresepkan obat untuk ibu Aliza"


"sebisa mungkin ibu Aliza jangan banyak pikiran, jangan setres, jangan kelelahan, bapak Raga sebagai suami harus lebih bisa mengerti situasi ibu Aliza " Raga menoleh ke arah Aliza, wanita itu menatap dokter kandungan tanpa sekalipun berkedip, wajahnya datar tidak ada ekspresi sama sekali.


dokter wanita itu menyerahkan resep obat pada Raga.


"makasih ya dok" raga menautkan jari-jarinya dengan jari-jari Aliza, dokter kandungan itu melepaskan kacamata nya.


....


"enak?" Aliza menggangguk dengan terus menikmati eskrim rasa coklat kesukaannya.


"pelan-pelan, nggak ada yang bakalan juga ngambil eskrim Lo" Raga bersihkan bibir Aliza dengan ibu jarinya.


"tuan mau?" Aliza arahkan eskrim nya ke mulut Raga. Raga menggeleng

__ADS_1


"nggak usah, lo aja, gue bisa beli Kalau mau" wajah Aliza kembali murung dengan penolakan raga


"tuan pasti jijik, ya" wanita itu menyunggingkan senyum menyedihkan, eskrim di tangan tidak lagi ia makan.


"nggak, nggak gitu,gue--" ucapan Raga terhenti karena sekarang aliza sudah menangis lagi, perasaan wanita itu begitu sensitif, jujur raga tidak bermaksud sama Sekali menyakiti perasaan Aliza, makan eskrim seperti itu bukanlah kesukaan raga.


raga mendesah dan kembali mengusap air mata di pipi dan mata Aliza.


"udah ah jangan nangis, sini..." Raga cengkram tangan aliza dan ia arahkan eskrim milik Aliza ke mulutnya, raga gigit bagian di bekas gigitan Aliza.


"tuh, sudah gue makan, udah jangan nangis lagi" kembali raga mengigit eskrim Aliza dan ia arahkan juga eskrim itu ke mulut Aliza.


"Lo juga makan" begitu terus hingga eskrim di genggam Aliza habis.


"tuan.."


"hm" Aliza raih tangan Raga dan ia letakkan di atas perutnya yang mulai membuncit.


" anaknya pengen di usap sama papanya"

__ADS_1


__ADS_2