
"mas, bangun yuk, kamu kan harus ke kantor" Wanita berambut sebahu itu duduk di pinggir ranjang, ia usap-usap wajah tegas suaminya.
"mas" Raga membuka matanya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum.
"sayang..." Raga usap wajah sang istri begitu lembut, seketika senyum wanita itu berubah saat justru nama wanita lain yang sang suami sebut
"Aliza, kamu cantik banget, za" Wanita itu menundukkan pandangannya, ia tahan mati-matian agar air matanya tidak tumpah, ia angkat lagi wajahnya dan memaksakan senyum.
"Bangun ya, mandi, kamu harus ke kantor "Raga mengangguk dengan senyum yang tidak luntur.
"Tante Aiza, baju putih lista di mana" mendengar suara dari putri suaminya, wanita bernama Aiza itu bergegas berpindah
"mas, turun ya, aku mau siapin kepelukan lista dulu"
"iya sayang "
....
"Tante, Dede bayinya gerak" Kalista begitu senang, saat ia rasakan tendangan dari perut ibu sambungnya, Aiza selesai mengancingkan baju sekolah Kalista, wajah teduh itu begitu menenangkan siapa saja yang memandangnya.
__ADS_1
"Kalista senang?" tentu saja Kalista Mengangguk cepat.
"Tante, kapan adek bayi keluar dari perut Tante, lista nggak sabar pengen gendong" Aiza tersenyum, ia pasangkan kerudung sekolah Kalista.
"insyaallah, lima bulan lagi Kalista sudah ketemu sama Dede bayi" Kalista bersorak riang, Raga yang baru saja turun dari lantai atas memasang wajah datar.
"Kalista cepat nak, nanti telat" ucap Raga datar.
"iya pah! ayo Tante kita makan" Kalista menggenggam tangan Aiza menuju meja makan. Kalista duduk di samping raga dan Aiza di samping Kalista, Aiza tuangkan air untuk suami dan anaknya.
"mas, bisa anterin aku periksa" takut-takut Aiza bertanya, Karena wajah Raga yang tidak bersahabat.
"mas--"
"Aiza cepat, hari ini kamu ada setoran hapalan kan" Kalista mengangguk dengan mulut penuh makanan, Aiza sebenarnya tau respon apa yang akan suaminya itu berikan, Aiza hanya berusaha saja.
...
Raga langsung masuk kedalam mobil Setelah memasangkan sabuk pengaman untuk putrinya, ia abaikan uluran tangan Aiza yang ingin menyalaminya.
__ADS_1
"mas"
Brak!!
pintu mobil di tutup dengan keras, tanpa ada satupun kata terucap, Raga melajukan mobilnya, Aiza hanya bisa mengelus dada dengan sikap suaminya itu.
"Ya Allah, bukakanlah hati suami Saya, lapangkan lah hatinya, dan perluas lagi sabar Hamba"
...
Aiza Pradista, Wanita cantik yang sedang berbadan dua, Aiza bukan Aliza.
Aiza di nikahi Raga satu tahun setelah pria itu keluar dari rumah sakit jiwa. Aiza tau betul kesehatan jiwa suaminya yang pernah terganggu akibat di tinggal mati istri pertamanya. tapi Aiza tetap mengiyakan lamaran orang tua Raga untuk menikah dengan raga.
Aiza harus bisa bersabar dengan sikap suaminya yang berubah-ubah, kadang ia baik, kadang menakutkan juga. Di saat lelahnya, Raga selalu saja menganggap Aiza sebagai Aliza, mencinta dan bertutur kata lembut pada Aiza yang ia anggap istri pertamanya itu. tapi jika sudah sadar siapa wanita di depannya, maka Raga akan bersikap dingin kembali, menganggap Aiza tidak ada di hidupnya, tapi raga tidak pernah lagi memainkan tangannya "
...^_^...
"***ini benar-benar akhir kisah raga dan Aliza, jika cerita ini Ramai, maka akan ada kisah selanjutnya dari Raga dan Aiza", kalau cerita ini di gabung di sini,, maka judulnya ngga sesuai, jadi akan ku buatkan judul yang baru"
__ADS_1
...Tamat***....