Di Nikahi Untuk Balas Dendam

Di Nikahi Untuk Balas Dendam
hubungan Clara dan Raga


__ADS_3

flashback on masih berlanjut


Raga menjadi pusat perhatian saat masuk kedalam rumahnya, semua mata menuju padanya, ada orang tuanya, adik, ipar, Clara juga orang tuanya Clara, Clara berlari menyambut Raga begitu riangnya, ia peluk Raga tanpa malu di depan semua orang.


"clara sadarlah sedikit, bukan hanya ada kita di sini" tegur Raga yang juga berusaha melepaskan pelukan Clara.


"kemarin bahkan kita ngelakuin hal lebih di depan pembantu kamu itu, tapi kamu biasa aja tuh, Kenapa sekarang kamu nyuruh aku sadar" Clara berpindah ke sisi kiri Raga, ia bergelantungan di lengan gagah pria itu.


"kemari nak" panggil Dewi, dan menepuk-nepuk sisi sofa yang kosong di sampingnya, Clara tidak sedikitpun melepaskan tangan Raga walaupun sekarang mereka sudah duduk di samping orang tuanya.


"kenapa mah, Raga harus segera kekantor, ada rapat penting"


"rapat-rapat mu itu nggak jauh lebih penting dari hal yang akan kita bicarakan, Raga Argantara" ucap Doni, ayah Clara. Dewi meraih tangan anaknya untuk di genggam, Dewi pandangi wajah anaknya yang sudah terlihat tidak nyaman sejak masuk kedalam rumah nya.


Doni benarkan dulu jasnya yang tidak berantakan Sama sekali.


"kita langsung aja ke intinya, saya tidak ingin berbasa-basi Terlalu banyak lagi, jadi kedatangan saya juga istri dan anaknya saya kesini... ingin membicarakan mengenai hubungan Raga juga Clara," Doni menatap tegas Raga.


"saya tidak ingin anak saya diberi harapan terlalu lama----"


"tunggu dulu pak, saya tidak pernah memberi anak bapak harapan apapun " sela Raga tidak terima yang mendapatkan tatapan tajam Doni, Dewi dan suaminya hanya bisa menunduk tidak berani menyanggah apapun, bagaimanapun kedudukan Doni begitu mereka hormati


"saya nggak pernah menjanjikan apapun pada anak anda"


"sayang, kamu kok ngomong gitu, aku nggak suka ya cara kamu memperlakukan aku kaya gini " Clara berdiri dari duduknya ia pandangi wajah Raga tidak terima dengan ucapan pria itu.


"benarkan?, aku nggak pernah menjanjikan akan menikahi mu, tapi kamu yang terus mendesak dan memaksa ku"


"Raga" tegur Dewi


"benar mah, Mamah tanya aja sendiri sama Clara, siapa yang Minta di nikahi, apa Raga pernah bilang akan menikah dengannya, nggak pernah mah"


"RAGAA" jerit Clara tidak terima, matanya menyorotkan tatapan tajam penuh amarah, Dena sang ibu segera menghampiri putrinya, tangan Dena di bahu Clara ia tepis dengan kasar, Clara menolak untuk duduk. Raga membuang wajahnya, tidak ingin ia menatap wanita didepannya.


"Raga, kita sudah pacaran bertahun-tahun lamanya, dan kamu malah ngomong kaya gini"

__ADS_1


"kita pacaran juga karena paksaan darimu Clara, Jangan lupakan itu" Balas Raga, pria itu berdiri berniat pergi, tapi tangannya di tahan Clara.


"jangan pergi aku mohon" Clara melunak. Raga hempaskan tangannya hingga terlepas cengkraman tangan Clara.


"aku harus pergi, ada rapat di kantor" saat raga mulai melangkah pergi, Doni berdiri dan berucap


"berani kamu selangkah saja pergi meninggalkan anak saya , Raga. saya pastikan hidup mu dan hidup keluargamu sengsara" ancam Doni tidak main-main.


"Raga, mamah mohon kembali lah nak" lirih Dewi yang sudah ketakutan sejak tadi. begitu juga dengan keluarga Raga yang lain termasuk ayah Raga sendiri, mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain menuruti kemauan Clara dan orang tuanya, mereka tidak punya kuasa untuk menentang perintah mereka. orang tua Clara memiliki kuasa tinggi, bahkan perusahaan yang berdiri atas nama Raga juga ada campur tangan orang tua Clara. Clara menarik Lagi Raga untuk kembali.


"menikah lah dengan Clara bulan depan, semua hal yang kalian perlukan, saya yang akan mengaturnya " ucap Doni memerintah, seakan perintahnya tidak boleh ada yang membantah


"maaf , saya nggak bisa... saya nggak bisa menikahi Clara "


BUGH!!!!


wajah Raga menoleh kesamping saat bogeman Doni melayang ke wajahnya, Dewi menjerit saat wajah anaknya di pukul, ia hampiri Raga dan memohon pada Doni untuk berhenti memukul anaknya.


"stop pak, stop... saya mohon jangan pukuli anak saya, saya janji akan membujuk Raga untuk menikah dengan Clara, saya janji pak" mohon Dewi.


...


Dewi mengompres wajah Raga yang memar akibat pukulan Doni.


"aww" keluh Raga saat Dewi Tanpa sengaja menekan lebam di wajahnya.


"kamu lihat kan nak, bagaimana keluarga mereka, jadi mama mohon menikah lah dengan Clara"


"mah, sudah berapa kali Raga bilang, raga nggak bisa menikah lagi, Raga sudah menikah "


"MENIKAH DENGAN PEMBANTU MAKSUD KAMU, MAMAH NGGAK SUDIH PUNYA MENANTU PEMBANTU"


"Aliza bukan pembantu, Aliza istri Raga, Raga sudah menikahinya didepan ayahnya dan itu sah di mata hukum dan agama" Dewi tersenyum remeh begitu Juga dengan kembarannya Raisa.


"sejak kapan lo mengakui pembantu itu sebagai istri Lo" tanya Raisa remeh

__ADS_1


"sejak sekarang" ucap Raga tanpa ragu.


PLAK!!!!!


kini tamparan Dewi yang melayang di wajah putra sulungnya.


"ceraikan wanita sialan itu dan menikah lah dengan Clara" jerit Dewi dengan Nafas yang mulai tersengal - senggal.


"nggak akan pernah" jawab Raga lagi. Raga berdiri dari duduknya tanpa berpamitan pergi meninggalkan rumah orang tuanya.


"RAGA KEMBALI KAMU ANAK KURANG AJAR"


"RA--" Dewi menyentuh dadanya yang terasa Sesak, suami dan anaknya dengan cepat memapahnya untuk duduk kembali.


"RAGA, MAMAH PINGSAN, BANGSAT" teriak Raisa.


"Argghh" Raga mengerang prustasi, Dewi di larikan kerumah sakit dan sekarang masih di tangani.


"ini yang Lo mau, Lo mau mamah sakit, Lo mau mamah mati gara-gara keangkuhan Lo... menikah dengan Clara nggak akan merugikan Lo Raga"


"jangan angkuh dan Hanya memikirkan diri Lo sendiri" lanjut Raisa.


"atau gue yang temui pembantu Lo itu" Raga menatap nyalang Raisa saat ia sebut istrinya.


"kenapa? Lo nggak Suka, tenang... gua cuma mau bikin dia sadar tempatnya di mana" Raga menunjuk wajah Raisa


"jangan berani-berani Lo Temui dia"


"sadar woy, sadar Raga, jangan sampai Lo jatuh cinta sama tu pembantu, ingat derajat Lo Raga"


"perlu gue kasih tau Lo, Aliza anak dari pemilik PT cahaya group, orang tuanya bangkrut, andai ayahnya masih berjaya... kita dan Clara sekalipun Nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan Aliza" Raisa kembali Menyunggingkan kan senyum remeh.


"itu dulu, sekarang mereka bangkrut, istri Lo miskin melarat Raga, dan sekarang kita pun berada di bawah ancaman kemiskinan karena sikap angkuh Lo itu "


"semua ini juga gara-gara Lo dan mamah, andai kalian nggak maksa gue buat bangun usaha di bawah bayang-bayang keluarga mereka dan mempercayai kemampuan gue, kita nggak akan berada di bawah tekanan mereka " ucap Raga lagi dengan suara tak kalah tinggi, Memeng benar adanya, saat itu perusahaan Raga memerlukan modal besar, dan orang tua Clara datang menawarkan bantuan dengan imbalan yang setimpal, awalnya Raga menolak karena ia yakin dengan kemampuannya, Raga yakin bisa membangun perusahaannya tanpa Bantuan paksaan dari orang tua Clara, tapi tidak dengan saudara dan ibunya, mereka mendesak Raga untuk menerima tawaran mereka. dan inilah Raga 63w sekarang ,ia di paksa menjalin hubungan dengan Clara yang tidak pernah ia inginkan.

__ADS_1


"Lo egois ga" ucap Raisa dan pergi dari sana


__ADS_2