
Hari ini adalah hari liburnya Sarah,dia sengaja menghubungi Nizam untuk membahas kedatangan Desi kemarin ke kostnya,tetapi tidak ada jawaban"Mungkin masih tidur"monolog Sarah
Setelah selesai mandi,Sarah pun langsung sarapan pagi itu
Ponselnya berdering,ternyata kak Lilis yang menghubunginya
" Hallo kak"
"Sar apa Nizam ada disana"
"Tidak ada kak,tapi kenapa ponselnya ada sama kakak"tanya Sarah
Kak Lilis menceritakan kejadian tadi pagi saat Nizam sampai dirumahnya dan tiba-tiba ada seseorang yang menghubunginya dan Nizam buru-buru pergi tanpa ada pamit
"Apa beberapa hari ini ada masalah yang kamu ketahui tentang Desi Sar"
"Ada kak"Sarah langsung menceritakan tentang kedatangan Desi semalam ke kostnya
"Ini pasti ada hubungannya dengan Desi.Kita harus segera mencari Nizam Sar"
Setelah memutuskan sambungan ponselnya,Sarah langsung buru-buru ketempat kak Lilis dengan menggunkan motornya
"Memang benar-benar wanita tidak waras,semoga saja Nizam tidak sedang dalam masalah"batin Sarah
Kak Lilis menghubungi Desi dan langsung diangkat
"Hallo kak,apa Sarah yang menyuruh kakak untuk menghubungiku"tanya Desi tanpa basa-basi
"Tidak Des,kebetulan dari tempat kerja Nizam ada panggilan,tapi ponselnya tertinggal disini.Apa Nizam sedang bersamamu"
"Ada kak,dia sedang tidur kak"dan langsung mengirimkan foto dirinya dengan Nizam yang sedang tertidur."Nanti setelah Nizam bangun,kami akan langsung kerumah kakak"
"Baiklah,tolong kasih tahu Nizam,dia hari ini disuruh lembur dan masuk sore"pesan kak Lilis
"Dasar wanita yang tidak punya harga diri,bagai mana bisa dia tidur dengan lelaki yang bukan suaminya"batin Lilis
__ADS_1
Sarah sudah tiba di rumah Kak Lilis,mereka pun langsung mencari solusi untuk masalah yang sedang mereka hadapi saat itu
"Kak sebaiknya kita ke hotel X sekarang,ini ada logo hotelnya"saran Sarah setelah melihat foto yang dikirimkam Desi tadi
"Astaga Sar,kakak bahkan tidak memperhatikan itu dari tadi"
"Tidak masalah kak,mungkin karena terlalu panik makanya tidak kepikiran kesana.Kak apa tidak sebaiknya kakak menghubungi kakaknya Desi yang tempo hari datang kesini,supaya mereka juga ikut menyaksikan kelicikan adeknya itu"
"Baiklah Sar,kakak akan menghubungi mereka"
Lilis langsung menghubungi Susi kakaknya Desi dan telah sepakat akan bertemu dihotel X
Setelah menempuh perdebatan panjang,akhirnya pihak hotel memperbolehkan mereka masuk ke dalam kamar dengan catatan tidak akan membuat keributan disana
Setelah pintu terbuka,betapa kagetnya Desi saat melihat keberadaan kakaknya ada di tempat itu
"Plak...plak"suara tamparan di pipi Desi
"Kita keluar dari sini sebelum calon suamimu datang kesini,karena aku tadi sudah menghubunginya"perintah Susi kakaknya Desi
"Apa kamu tidak malu Des,orang yang dulu kamu sia-siakan,sekarang malah kamu kejar-kejar seperti ini.Kamu apain Nizam sehingga bisa tertidur selama ini"tanya Lilis
"Aku tidak melakukan apa-apa terhadapnya"jawab Desi dengan ketus
"Baik lah,mungkin kalau kami yang bertanya padamu,kamu akan berbelit-belit,aku akan coba menghubungi polisi denga aduan penculikan orang denga cara mungkin kamu bius atau apa aku kurang tahu.Yang pasti perbuatan mu ini adalah kejahatan"Sarah menghubungi salah satu saudaranya yng kebetulan seorang polisi
"Hallo ada apa Sar"tanya si penerima telepon diseberang
"Begini Bang.."belum sempat Sarah berbicara Desi langsung merampas ponselnya Sarah dan langsung mematikan panggilan itu
"Ok aku akan jujur,tapi jangan laporin ke polisi"sahut Desi
"Baiklah,tapi kembalikan ponselku dulu"
Desi langsung melemparkan ponsel Sarah ketempat tidur dan langsung di sambar oleh Sarah
__ADS_1
"Aku hamil saat ini"hanya itu yang keluar dari mulut Desi yang membuat siapapun orang yang mendengar pengakuannya itu akan mengira bahwa Nizam lah yang menghamilinya
Sarah yang mendengar pengakuan dari Desi langsung terduduk lemas di kursi.Pikirannya telah bercabang kemana-mana"jangan - jangan Nizam adalah ayah dari anak itu"batin Sarah
Susi yang mendengar pengakuan dari Desi, langsung emosi dan mau menjambak rambut Desi,tetapi dihalangi oleh Lilis
"Siapa ayah dari anak yang kamu kandung itu Des,siapa laki-laki brengsek yang tidak bertanggung jawab itu"tanya Lilis dengan emosi
"Seandainya aku bilang bahwa Nizam adalah ayahnya,apa kalian akan menikahkan kami"tantang balik Desi
"Kalau memang benar Nizam adalah ayahnya,maka kalian harus menikah"sahut Sarah.
Walau bagaimana pun hancurnya hati Sarah saat mendengarkan pengakuan Desi tadi,Sarah tidak mungkin egois,ada anak yang harus mendapatkan identitas nantinya saat dia lahir
"Tapi aku tidak yakin kalau Nizam adalah pelakunya,begini saja aku tidak mau adekku di fitnah seperti ini,sebaiknya kita bangunkan Nizam sekarang"sambil berusaha membangunkan Nizam dari tidurnya
"Aduh...kepalaku pusing sekali"sambil memegang kepalanya yang terasa pusing."Oh yah kenapa kita ada disini"sambil mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan itu
"Kamu dan Desi sedang tidur bersenang-senang tadi"sambil menyodorkan foto yang dikirim Desi ke polsel miliknya Nizam
"Astaga...apa-apaan kamu Des"Nizam pun menceritakan awal dia menemui Desi
"Desi bilang akan menggugurkan kandungannya apabila aku tidak kesana,aku yang salah Kak,Sar,aku sudah berjanji akan menjauh darinya,tapi saat aku lihat dia sedang di klinik,otakku pun tak bisa berfikir normal,aku langsung buru-buru kesana.Tapi sial,sampai disana aku malah disuntikkan sesuatu dan setelah itu aku sudah lupa semuanya"sambil memperlihatkan bekas suntikan yang ada di tangannya
"Oh...jadi kamu sudah merencanakan semuanya dengan matang yah Des,semalam kamu juga datang ke kostku dan mengancam akan merebut Nizam dariku,tapi aku peringatkan engkau Desi,jika kamu melakukan sesuatu hal,maka kamu juga wajib bertanggung jawab akan hal itu.Yang kamu lakukan ini diluar nalar manusia dan kamu menghalalkan segala cara.Begini saja kita kekantor polisi sekarang,sebenarnya aku tidak mau kamu di penjara, tapi setidaknya kamu akan mendapatkan soft terapi disana,agar kedepan kamu menjadi manusia yang punya perasaan sedikit"
"Aku melakukannya terpaksa Sar"Desi menangis sesugukan.
Ada perasaan sedih saat melihat Desi seperti sekarang.Bagaimana pun sebagai seorang wanita,Sarah masih memiliki rasa kasihan kepada Desi
"Aku tanya kepadamu Zam dan tolong jawab dengan jujur,apa kamu yang menghamili Desi"tanya Sarah
"Aku tidak sebrengsek itu Sar,tapi kalau kamu tidak percaya,kamu tanyakan langsung ke Desinya.Maaf aku mau pulang dulu,Kak Lilis tolong bantu kak"sambil berusaha berdiri dari tempat itu
"Tunggu sebentar Zam"kata kak Lilis sambil berjalan kearah Desi"tolong mulai hari ini jauhi keluarga kami,dan apapun urusanmu di luar sana jangan sesekali melibatkan Nizam"kak Lilis sudah geram dengan tingkah Desi selama ini
__ADS_1