
"Bibi...apa bang Hendri saat ini baik-baik saja,dia selamat kan Bi,satu bulan lagi kami akan menikah Bi,bang Hendri tidak meninggalkan kita semua kan"tanya Sarah dengan sangat ketakutan
"Kamu tenang Sar,saat ini Hendri pasti sedang baik-baik saja,sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit,sebaiknya kamu hapus air matamu dan kita harus tetap tegar di hadapannya nanti"ucap Bibinya Hendri menenangkan Sarah
Setelah tiba di rumah sakit,Sarah langsung menemui pak kades yang kebetulan ikut ke kabupaten tetapi dengan menggunakan mobil yang berbeda
"Bagaimana kabar semuanya pak"tanya Sarah dengan mencoba menguatkan dirinya
"Tiga orang meninggal dan sisanya sedang dirawat di dalam ruangan nak Sarah"sahut pak Kades dengan wajah sedih
"Siapa saja yang meninggal Pak"tanya Sarah
Belum sempat pak kades menjawab pertanyaan Sarah,seorang polisi datang menghampiri mereka
"Apa keluaraga dari Bapak Hendri sudah tiba"tanya pak polisi
"Sudah pak"sahut Dini
"Sebaiknya Ibu ikut dengan kami,karena kita harus mengecek barang-barang dari almarhum"ucap pak polisi
__ADS_1
Mendengar kata almarhum yang baru saja keluar dari mulut pak polisi,Sarah langsung pingsan saat itu
.....
"Apa yang terjadi Bi"tanya Sarah setelah siuman dan mencoba mengingat sesuatu yang terjadi saat itu
"Sebaiknya kamu menguatkan hatimu untuk semua yang terjadi di dalam keluarga kita.Hendri sudah pergi menghadap penciptanya,kita harus sabar dan kuat atas semua yang telah terjadi.Sebaiknya kita juga harus segera pulang kerumah karena kita juga harus mengurus semuanya Sar"ucap Bibinya Hendri dengan sedih
"Bibi...sebaiknya bang Hendri memakai baju yang akan dipakainya nanti saat waktu pesta pernikahan kami itu"ucap Sarah sambil memberikan baju pengantin yang sudah mereka persiapkan di acara pernikahan yang akan dilakukan kurang lebih satu bulan lagi
"Bang Hen...saat ini kamu sudah ganteng,tetapi kamu sangat jahat sama seperti Bapak dan Ibuku yang pergi begitu saja tanpa memberiku waktu untuk bisa bersama lebih lama dengan kalian bertiga.Bang....jika kamu sudah tahu akan pergi meninggalkan aku,lalu untuk apa kamu melamarku dan memberiku harapan palsu.Selama ini abanglah yang menjadi kekuatan bagiku,aku bisa bernapas,aku bisa mengambil keputusan yang tepat di dalam setiap masalah yang terjadi itu juga karena kekuatan darimu.Lalu bagaimana aku bisa berjalan kedepan,jika orang yang aku kejar telah menghilang dan membawa semua harapan yang sudah kita bina selama ini.Bang jika aku tahu bahwa tadi pagi adalah hari terakhir bagimu untuk memelukku,maka aku akan membalas pelukan itu dengan memintamu melepaskan ikatan yang sudah kita jalani selama ini.Tapi mana mungkin kamu mau menuruti aku,kamu memang orang yang paling jahat di hidupku bang,kamu memberiku secercah harapan saat aku telah berhenti untuk berharap,tetapi kamu juga yang membuatku lemah saat kekuatan yang kumiliki telah pergi meninggalkanku.Aku hanya berharap bang supaya tolong abang doakan aku agar kuat menerima semua ini"ucap Sarah sambil memeluk tangan Hendri
"Bi...ijinkan aku untuk tidur disamping bang Hendri untuk malam ini.Besok setelah matahari terbit,maka kita juga harus mengantarkan bang Hendri ke tempat peristirahatan untuk selamanya"pinta Sarah pada sang Bibi
"Baiklah nak,tetapi kamu harus tetap tenang dan tolong jangan berlarut dengan semua ini,kita harus mengiklaskan semua yang sudah terjadi"ucap Bibinya Hendri
Sementara di kota B
Siang itu,setelah mengetahui hal yang menimpa Hendi,Ali langsung memesan tiket untuk mengunjungi Sarah dan melihat jasad Hendri untuk yang terakhir kalinya.Setelah mengenal beberapa bulan yang lalu,baik Hendri maupun Ali telah menjadi sahabat dan selalu berbagi kebahagiaan dan kesedihan diantara keduanya
__ADS_1
"Jika saja aku lebih peka akan setiap perubahan sifat dan perkataanmu dalam satu minggu terakhir ini,mungkin aku tidak setuju akan semua permintaanmu kepadaku.Bagaimana bisa kamu meninggalkan orang yang benar-benar kamu cintai dengan begitu tulus hingga memustuskan untuk tetap menjaga hatimu selama belasan tahun hanya untuk Sarah.Jujur aku juga mencintai Sarah tetapi cinta yang aku miliki untuknya belum sebanding dengan rasa cinta dan rasa tulusmu Hen"tangis Ali di dalam kamarnya
Jam telah menunjukkan pukul 10:00 pagi,sesuai kesepakatan keluarga,Hendri akan segera dimakamkan
"Sar...kamu harus kuat dan tabah menerima semua cobaan ini,saat ini semua orang ikut berduka.Tetapi kita juga tidak boleh berlarut dalam kesedihan ini.Saat ini yang di butuhkan oleh Hendri adalah doa yang banyak untuk memudahkan langkahnya menuju tempat keabadian itu"ucap Ali mencoba menguatkan Sarah
Setelah acara pemakaman telah selesai,Sarah lebih memilih tinggal di makamnya Hendri
Sementara Bibinya Hendri yang sudah menerima wasiat dari Hendri sebelumnya menemui Ali dan memintanya untuk menemani Sarah di makam itu
"Sebelum Hendri pergi,dia telah menitipkan pesan kepada kami,jika sewaktu-waktu hal buruk terjadi kepadanya,maka Sarah akan kami nikahkan dengan kamu nak Ali.Walau hati kami menolak,tetapi kami juga tidak bisa egois dengan menahan Sarah agar tetap disisi kami.Nak Ali selama ini Dini juga sudah kami anggap sebagai putri kami sendiri,jadi kami titipkan dia untukmu dan tolong bahagiakanlah dia"ucap Bibinya Hendri dengan mata yang berlinang
Mendengar semua penuturan dari sang Bibi,Ali langsung merangkulnya dan menangis dipelukannya
"Kita harus tabah Bi,semoga Hendri di terima disisiNya"ucap Ali sambil menghapus air matanya
"Bang Hen....aku harus pulang,tetapi aku tak yakin aku bisa sanggup untuk menerima semua ini.Bang Hen...nanti malam tolong temui aku walau hanya di dalam mimpiku,tolong ingatkan aku supaya tidak lupa untuk mengurus hal-hal yang belum rampung untuk acara kita nanti.Bang...tanggal itu kamu yang minta,kenapa tidak di tanggal lain saja,kamu pasti sengaja kan mau membuatku menangis lagi sama seperti saat kita harus terpaksa putus belasan tahun lalu akibat kesalah pahaman dulu.Saat itu aku tidak makan selama satu minggu hingga aku harus dirawat,setelah pulang dari tempat ini mungkin aku juga tidak akan makan lagi karena rasa sakit ini sungguh tidak bisa aku pahami bang"ucap Sarah begitu pilu
Ali yang mendengar tangisan Sarah tadi malah ikut menangis mendengar semuanya
__ADS_1
"Sar....aku harap kamu bisa melewati semua ini.Selama ini sekuat apapun badai dalam hidupmu,maka kamulah yang selalu menjadi pemenang dan berhasil melewatinya.Aku yakin kamu pasti bisa bangkit dan pasti bisa menaklukkan semua "batin Ali sambil menunggu kedatangan Sarah dari makamnya Hendri