Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Kayu Lapuk


__ADS_3

"Kami pamit Ma,doakan semua urusan disana lancar"ucap Ali pagi itu sambil memeluk Bu Dewi


Sementara Bu Dewi tidak memberi respon apapun dan hanya diam saat Ali dan pak Darwin berpamitan kepadany


"Aku harus mencari cara untuk menggagalkan rencana pernikahan mereka ini.Setelah Papa dan Ali pulang dari desa,aku akan menemui Sarah untuk memintanya membatalkan rencana pernikahan mereka nanti.Jika cara itu pun tidak berhasil,maka jngan salahkan aku jika melakukan cara kekerasan Sarah.Entah karena hal apa hatiku tiba-tiba tidak bisa menerima keadaanmu yang sekarang ini"gumam Bu Dewi sambil menyeruput tehnya


****


Pukul 14:00,Pak Darwin dan Ali sudah tiba di desanya Sarah.Mereka lebih memilih tinggal di penginapan yang telah dibangun didesa itu dari pada tinggal di rumahnya Sarah karena berhubung dirumah Sarah sangat ramai


Setelah selesai membersihkan tubuh mereka,Pak Darwin dan Ali langsung bergegas menuju rumahnya Sarah yang jaraknya tidak jauh dari lokasi penginapan yang ada didesa itu


"Baiklah Pak,semoga rencana indah yang telah kita sepakati ini di lancarkan dan dimudahkan oleh Tuhan"ucap perwakilan dari keluarganya Sarah dan langsung diaminkan oleh seluruh keluarga dan para waraga yang ikut hadir sore itu


Setelah selesai membahas hal yang yang dibutuhkan untuk pernikahan antara Ali dan Sarah,maka acara selanjutnya pun dilaksanakan yaitu acara makan malam bersama


Sarah dan Ali memang sepakat untuk mengundang orang yang ada didesa itu sekaligus mengajak warga untuk ikut merasakan suka cita yang sedang mereka rasakan saat itu sekaligus sebagai bentuk rasa syukur mereka karena semua rencana mereka akan segera terlaksana


"Pa...apa Ali bisa menemui Sarah sebentar"tanya Ali sedikit berbisik karena merasa tidak enak hati pada tetua yang ada disampingnya saat itu


"Tidak masalah Al pergilah dan temuilah Sarah ajak dia berbicara dan tolong beri dia pengertian atas ketidak hadiran ibumu saat ini"pinta pak Darwin


"Apa kamu baik-baik saja"tanya Ali setelah melihat Sarah sedang mencoba menidurkan Meia di dalam box bayinya

__ADS_1


"Seperti yang abang lihat saat ini"sahut Sarah


"Aku minta maaf Sar karena sampai saat ini Ibu belum bisa menerima dan merestui hubungan kita ini.Sebagai anak memang kita harus mengantongi restu itu,tetapi jika seorang Ibu tidak akan pernah merestuinya, lalu bagaimana dengan cinta kita,apakah kita harus mengakhiri semuanya.Aku sudah berbicara kepada Ibu dan telah menegaskan bahwa kita akan tetap menikah walau tanpa restu darinya.Saat ini kita hanya perlu berdoa dan selalu berusaha untuk meyakinkan hati Ibu supaya memberi restunya kepada kita dan menerima hubungan kita ini"ucap Ali mencoba memberi pengertian kepada Sarah


"Saat ini aku hanya berdoa semoga semua urusan kita diberi kemudahan dan kelancaran bang"sahut Sarah


"Amin Sar,oh yah Sar kemarin aku dan Bapak serta bang Angga telah membahas mengenai pekerjaanku setelah kita menikah nanti.Bapak meminta kepada aku untuk kembali mengelola perusahaan yang sebelumnya aku kelola.Belakangan ini kondisi kesehatan Bapak juga sudah menurun Sar,bapak mau jangan sampai perusahaan itu di kekola oleh orang lain sementara aku juga bekerja untuk orang lain"ucap Ali


"Masalah pekerjaan aku serahkan semuanya kepadamu bang,aku akan mendukung setiap langkah baik yang akan abang tempuh"ucap Sarah


"Terimakasih atas pengertianmu Sar"ucap Ali


"Aku yang harus berterimakasih kepadamu bang karena telah mau menerima aku dan Meia di kehidupanmy.Aku juga meminta maaf jika karena keberadaanku dan kehadiranku di kehidupanmu,membuat hubungan antara abang dan Bu Dewi menjadi renggang.Semoga kedepan hubungan kedua belah pihak keluarga kita tetap baik-baik saja"ucap Sarah


"Baiklah Pak,Bu kami akan kembali kepenginapan dulu,besok pagi kami akan kembali kerumah ini sebelum kami pulang siang harinya"ucap Pak Darwin


"Baiklah Pak Darwin dan nak Ali hati-hatilah di jalan,sampai bertemu besok pagi"sahut perwakilan dari keluarga Sarah


"Pa....saat melihat kondisi Sarah tadi,hatiku begitu sakit dan ingin menangis,saat ini aku yakin Sarah sedang dibawah tekanan dan sepertinya itu tidak baik buat kesehatan mentalnya Pa" ucap Ali setelah tiba di kamar mereka berdua


"Tidak nak,saat ini kondisinya Sarah sedang baik-baik saja,kita hanya perlu untuk saling mendukunga dan memberi semangat kepada Saah"ucap Pak Darwin.


****

__ADS_1


"Kami pamit dulu nak"ucap Pak Darwin sambil mencium pucuk kepalanya Sarah


"Baiklah Pak dan bang Ali hati-hati lah di jalan dan semoga semua niat baik kita ini dimudahkan oleh Tuhan.Tolong titipkan salamku buat keluarga. besar dan tolong sampaikan kata maafku untuk Ibu"ucap Sarah sambil memeluk Ali dan pak Darwin secara bergantian


Tiba-tiba ponselnya Pak Darwin berdering dan ternyata Bu Dewi yang menghubunginya


"Baiklah Ma,hati-hati di sana dan ingat tetap jaga pola makan dan istirahatmu"ucap pak Darwin


"Memangnya Mama hendak pergi kemana Pa"tanya Ali


"Mereka ingin pergi jalan-jalan ke tempat wisata disalah satu luar kota"ucap pak Darwin sambil masuk kedalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara di kota


"Entah kenapa perasaanku tidak enak dan sepertinya akan terjadi sesuatu hal kepadaku,semoga ini hanya ketakutanku semata"gumam Sarah sambil membawa Meia kembali masuk kedalam rumah


*****


"Tempatnya memang sangat indah Bu Dewi,aku bahkan akan betah jika harus tinggal lebih lama di tempat ini"ucap salah seorang teman Bu Dewi yang ikut kedesanya Sarah


"Baiklah kalian berkeliling dulu karena aku harus menemui Sarah dulu"ucap Bu Dewi sambil berlalu menuju rumahnya Sarah


"Bu Dewi ada disini hari ini,silahkan masuk Bu"ucap Sarah mencoba mengusai rasa gugup sekaligus rasa takunya saat itu


"Tidak perlu Sarah,aku sengaja datang ketempat ini hanya untuk mengingatkanmu supaya menjauhlah dari Ali.Saat ini aku sudah paham akan cara licikmu yang akan memperalat Ali demi kesenanganmu semata.Kamu juga menggunakan anak dari kakak kandungmu sendiri untuk menguras abang iparmu yang telah di tinggal mati oleh istrinya.Sarah aku mohon lepaskan Ali dan berapapun uang yang kamu minta,maka aku akan memberikannya asal kamu memenuhi dua syarat dariku.Syarat yang pertama adalah jauhi Ali dan yang kedua jangan coba-coba memberitahukan semuanya kepada keluargaku.Jika kamu masih menyayangi keluargamu,maka segeralah putuskan Ali dan mulailah hidup barumu dengan orang lain.Semoga setelah kamu menikah lagi,Ali juga akan segera melanjutkan hidupnya bukan malah mengharap dan menyandarkan tubuhnya kepada seseorang yang pantas disebut kayu lapuk"ucap Bu Dewi dengan wajah sinisnya

__ADS_1


__ADS_2