
Keesokan harinya
Setelah bangun pagi,Ali langsung menemui pak Darwin untuk memastikan keberangkatan mereka besok ke desanya Sarah
"Pa...besok kita jadi berangkat pergi kedesa itu kan"tanya Ali
"Jadi Al,Angga dan Tia juga akan ikut Papa udah menghubungi mereka"ucap Pak Darwin
"Mama juga akan ikut Pa,semoga kedepan hubungan anggota keluarga kita semakin membaik.Saat ini Mama juga sedang kesepian dan sedang tertekan Pa,jadi tidak ada salahnya jika kita mengajak Mama kesana "ucap Ali
"Apa kamu yakin Al,apa Ibumu akan bisa menjaga dirinya untuk tidak menghina fan menyakiti Sarah disana"tanya Pak Darwin merasa ragu
"Ali yakin Mama akan baik-baik saja disana Pa"sahut Ali
"Baiklah Al,oh yah Papa juga mau siap-siap dulu,tolong panggilkan Bibi untuk membantu Ibumu mengemasi barang-barangnya"pinta Pak Darwin
"Baiklah Pa"sahut Ali sambil berlalu menuju kebelakang rumah itu
.....
"Apa Mama juga ikut Al"tanya Angga saat melihat Bu Dewi juga berada di ruang tunggu bandara kota itu
__ADS_1
"Ia bang,Ali harap kita semua bisa menjaga diri untuk tidak saling menyakiti antara satu dengan yang lain bang.Ali tahu apa yang dilakukan Mama itu salah,tetapi untuk saat ini kita harus menekan emosi kita untuk bisa memahami apa maunya Mama.Kak Tia,Ali juga minta maaf jika keberadan mama membut kakak merasa nyaman,tetapi percayalah tujuan Ali baik untuk keluarga kita.Dalam waktu dekat ini Sarah akan melanjutkan kehidupannya kejenjang yang lebih serius,Ali berharap setelah melepaskan bayang-bayang Sarah dari keluarga kita,kehidupan kita kedepan akan semakin membaik"ucap Ali berusaha memberikan pengertian kepada kakak iparnya itu
"Kakak berterimakasih Al,kamu bahkan telah memikirkan semua ini demi kebaikan keluarga kita terkhusus buat hubungan kakak dan bang Angga.Semoga dengan kita pergi berwisata seperti saat sekarang ini,semua masalah segera berlalu dan keluarga kita di beri kekuatan untuk bisa melanjutkan kehidupan kita "ucap Tia dengan bijak
......
Jam menunjukkan pukul 15:30,keluarga Ali juga sudah tiba di rumahnya Sarah
Sambutan hangat dari Sarah dan warga sekitar untuk keluarga Ali sangat berkesan buat Bu Dewi saat itu
"Ternyata Sarah tidak seburuk yang aku pikirkan.Dirumahnya ini memang sangat sederhana,tetapi entah kenapa perasaanku sangat damai dan bahkan aku sangat rilex di sini.Selama ini semua kemewahan dari yang sedang sampai ke level tertinggi sudah aku nikmati,tetapi semuanya itu terasa biasa saja.Apakah ini yang dinamakan kenyamanan,selama ini keluarga ku selalu bersama,tetapi entah kenapa selalu saja terasa jauh dan terasa tidak saling membutuhkan.Jujur...saat ini aku bahkan merasa baru mendapatkan sesuatu yang berharga dan tak ternilai harganya"batin Bu Dewi sambil ikut bergabung dengan warga yang sibuk memasak untuk makan malam warga satu desa yang sengaja di undang makan malam oleh pak Darwin dirumahnya Sarah
"Bu...sebaiknya Ibu istirahat saja,perjalanan menuju tempat ini pasti sangat melelahkan.Dirumah ini hanya ada kamar tiga Bu,dan semuanya sangat sederhana,Sarah harap Ibu dan keluarga betah untuk beberapa hari ini"ucap Sarah sambil mengantarkan Bu Dewi kekamar paling depan di rumah itu
"Lupakan semuanya Bu,yang lalu biarlah berlalu,oh yah Bu semoga Ibu betah yah dan selamat beristirahat Bu.Sarah pamit dulu untuk membantu yang lainnya yah Bu"ucap Sarah sambil berlalu meninggalkan Bu Dewi sendirin dikamar itu
"Aku masih melihat rasa sakit hatinya untukku saat ini.Besok jika ada kesempatan,aku akan meminta maaf kepadanya dan aku akan memintanya untuk menjadi istrinya Ali.Sarah akan menjadi menantuku sekaligus putriku.Jikalaupun dia akan tetap memilih akan tinggal di desa ini,maka dengan senang hati kami pun akan pindah dan akan tinggal di tempat ini juga"gumam Bu Dewi sambil tersenyum membayangkan semuanya
Tidak menunggu lama,Bu Dewi langsung tertidur setelah merebahkan tubuhnya di kasur sederhana di kamar itu
Pak Darwin yang langsung masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu melihat pemandangan yang baginya sangat indah.Selama ini hidup Bu Dewi selalu bergelimang harta dan tidak pernah tidur di tempat seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Ma....aku yakin cinta lah yang membuatmu bisa tertidur sepulas saat ini.Semoga besok setelah pulang dari tempat ini,kehidupan kita kembali harmonis dan Mama bisa menghargai orang lain tanpa memandang embel-embel hartanya"batin pak Darwin sambil merebahkan tubuhnya disamping istrinya itu
"Tempat ini memang sangat nyaman,walau peralatannya sangat sederhana,tetapi semuanya bersih dan tertata rapi.Nak Sarah...walau kedepan mungkin kamu tidak akan bisa kembali bersama dengan Ali lagi,tetapi sebagai seorang ayah aku hanya berharap semuanya bisa kembali seperti dulu"batin pak Darwin sambil memejamkan matanya yang sudah terasa sangat ngantuk
"Sar...apa kamu melihat Bapak dan Ibu,aku sudah mencoba mencari kebelakang tetapi tidak menemukan keberadaan mereka"ucap Ali sambil berusaha menghubungi ponsel pak Darwin
"Bapak dan Ibu sedang beristirahat di kamar,jika bang Ali membutuhkan sesuatu,maka beritahu saja aku bang"ucap Sarah
"Tidak Sar,aku hanya ingin memastikan apakah kedua orang tua itu sedang baik-baik saja atau sedang ribut.Baiklah Sar,aku akan mencoba melihat mereka dulu kekamar"ucap Ali sambil berlalu dari tempat itu
"Ma...Pa,sudah lama sekali Ali tidak pernah melihat kebersamaan kalian seperti ini"gumam Ali saat melihat kedua orang tuanya itu tertidur sambil berpelukan di tempat tidur yang lumayan sempit dibandingkan tempat tidur dirumah mereka
"Harta bukan segalanya,tetapi cinta dan kasih sayanglah yang membuat segalanya menjadi indah"batin Ali sambil berlalu meninggalkan kamar dimana kedua orang tuanya itu sedang beristirahat
Sementara Angga dan Tia ikut membantu para warga yang sibuk menyusun kursi di halaman rumahnya Sarah
"Sebaiknya kita istirahat sebentar bapak dan Ibu serta abang dan semuanya,kebetulan keluarga pak Darwin membawakan oleh-oleh untuk kita makan saat ini"ucap Sarah sambil membawa minuman serta makanan yang di bantu oleh Ali dan para mudi yang lainnya
"Syukurlah,berkat yang luar biasa buat kita"sahut seorang bapak yang kebetulan sedang memasang tenda
Setelah selesai makan dan minum,semua warga kembali melanjutkan aktivitas masing-masing
__ADS_1
"Bang...betapa bahagianya jika kita bisa bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini.Aku banyak belajar dari para warga terkhusus dari Sarah saat ini.Siapapun yang memilikinya nanti,dia akan merasa sangat beruntung karena telah memiliki seorang istri seperti malaikat"ucap Tia sambil menyandarkan tubuhnya ke pundaknya Angga
"Aku juga merasakan hal yang sama dan sependapat denganya mu dek"sahut Angga dengan tersenyum serta bahagia karena hubungannya dengan istrinya saat itu telah kembali membaik