Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Apa Yang Harus Mama Lakukan


__ADS_3

Pak Darwin,Angga dan Ali langsung membawa bu Dewi kedalam kamar supaya bisa beristirahat sambil menunggu kedatangan dokter keluarga mereka ketempat itu


"Barang apa ini Al"tanya pak Darwin saat tidak sengaja menjatuhkan kotak besar saat mengambil selimut dari lemarinya Sarah dan Ali


Ali langsung membuka kotak itu dan menemukan semua perhiasan dan kartu atm yang di berikannya kepada Sarah selama mereka menikah.


"Setelah mengetahui hal buruk itu,aku tidak bisa menerima dan menggunakan semua pemberianmu kepadaku.Aku kembalikan semuanya kepadamu dan maaf jika sebelumnya uangmu sudah sempat terpakai olehku"isi goresan pena itu


"Sarah tidak membawa apapun dari rumah ini,Sarah meninggalkan semuanya pemberianku selama ini"ucap Ali sambil berlalu dari kamar itu


*****


"Semoga ini adalah pelajaran buat kita semua,aku hanya berharap dimana pun Sarah berada saat ini mereka tetap dalam keadaan baik-baik saja"ucap pak Darwin sore itu


"Pa...Mama minta maaf untuk semuanya,tetapi saat ini kita tidak perlu lagi memikirkan Teri karena mama sudah mengetahui semua kebusukannya"ucap Bu Dewi sambil menyerahkan ponselnya kepada pak Darwin dimana di dalam ponsel itu banyak bukti tentang persekongkolan antara Teri dengan pacarnya


"Kita harus memberitahukan ini kepada Ali"ucap pak Darwin sambil memberikan bukti yang ada di ponselnya juga kepada Bu Dewi


"Berarti urusan Teri selesai Pa,kedepan kita harus mencari Sarah dan cucu kita pa,mama juga akan menyewa orang untuk mencari keberadaan Sarah saat ini"ucap Bu Dewi


*****


"Sebaiknya kamu makan nak,lihatlah wajahmu bahkan sudah seperti mayat"ucap Bu Dewi kepada putra Ali bungsunya itu


"Jiwaku memang sudah mati Ma"sahut Ali sambil berlalu meninggalkan bu Dewi di taman belakang rumahnya orang tuanya itu


Sejak kepergian Sarah tiga tahun lalu,Ali memutuskan untuk kembali kerumah kedua orang tuanya,menurut Ali tinggal dirumah mereka saat bersama dengan Sarah dulu akan membuatnya semakin terluka

__ADS_1


Sementara di kota lain


"Sebaiknya kita tutup saja Is,besok juga kita akan mengantarkan pesanan yang lumayan banyak"ucap Sarah sambil memasukkan box jualan mereka kedalam ruko yang mereka sewa


"Baiklah kak....oh yah kak hari ini kita singgah keswalayan yang didekat rumah yah,aku mau membeli sesuatu"pinta Ismi


"Baiklah Is"sahut Sarah sambil mengunci ruko mereka


Sarah dan Ismi memutuskan untuk membuka warung bakso di kota itu.Sarah sengaja membuat nama warung itu dari salah satu nama adeknya Ismi yang memang tinggal bersama dengan Sarah


"Kok rumah pada sepi Is,apa Bapak dan Ibu sedang pergi"tanya Sarah saat melihat rumah mereka tertutup


"Tidak tahu juga kak,tapi hari ini Bapak dan Ibu tidak jualan kak"sahut Ismi yang sudah mengetahui tentang rencana keluarga itu yang akan memberi kejutan di hari ulang tahunnya Sarah


"Selamat ulang tahun nak Sarah"ucap Bu Dira saat Sarah menghidupkan lampu diruang tamu rumah itu


"Maafkan Ibu nak,niat kami hanya ingin memberimu kejutan kecil"ucap Bu Dira sambil memeluk Sarah


"Terimakasih banyak Bu, Pak dan adek-adek semua,Ibu juga berterimakasih untuk anak Ibu yang baik budi ini"ucap Sarah sambil mencium pipi gembul Andra anaknya Sarah


"Sama-sama Ibu,Andra juga berterimakasih kepada Ibu karena telah menjaga Andra dengan baik"sahut si kecil Andra dengan bahasa cadelnya yang menggemaskan semua orang yang mendengarnya


"Sebaiknya kalian berdua membersihkan diri karena kita akan makan bersama dengan para tetangga Sar"ucap Bu Dira


"Baiklah Bu"sahut Sarah dan Ismi bersamaan sambil berlalu kekamar mereka masing-masing


Bu Dira dan pak Kenan telah menganggap Sarah sebagai anak mereka sendiri,Bu Dira bahkan menganggap Sarahlah yang menjadi anak pertama dalam keluarga mereka

__ADS_1


"Sebaiknya pintu rumahnya di buka saja Bu supaya kita bebas mengeluarkan makanan kedepan"ucap Pak Kenan sambil mulai menata bakso di meja yang sengaja disediakan di halaman luar rumah mereka


"Baik pak"sahut Bu Dira sambil membantu pak Kenan untuk menghidangkan makanan di luar yang dihidangkan secara prasmanan


****


"Terimakasih buat Ibu dan Bapak serta adek-adek dan putra kecilku yang sudah merencanakan hal luar biasa ini untukku.Sarah juga mengucapkan terimakasih buat semua yang hadir di rumah ini karena telah bersedia meluangkan waktu untuk ikut bergabung dengan kami dalam merayakan ulang tahun Saya.Semoga kedepan panjang umur menjadi milik kita semua dan kebahagiaan menjadi pelengkap untuk semua itu"ucap Sarah saat memberi ucapan terimakasihnya untuk para warga yang hadir saat itu


Saat jam telah menunjukkan pukul 22:00,maka seluruh warga kembali pulang kerumah masing-masing


"Besok saja kita mengerjakan semua itu Sar,kalian sudah bekerja satu harian ini dan sebaiknya kalian beristirahatlah"ucap pak Kenan saat melihat Sarah ingin bergegas menyuci piring bekas makan para undangan tadi


"Besok kita akan lumayan repot pak karena harus mengantarkan semua pesanan ke hotel yang ada di kabupaten"sahut Sarah mengingatkan pak Kenan


"Besok semua karyawan sudah bapak suruh untuk datang kerumah saja dan besok kita tidak jualan,semua karyawan juga akan ikut besok ke kabupaten untuk membantu disana"ucap pak Kenan


"Baiklah pak"sahut Sarah sambil bergegas meninggalkan dapur rumah itu


Bakso pak Kenan sangat terkenal di tempa itu,selain rasanya yang enak dan harganya yang terjangkau,pelayanan mereka juga sangat baik.Selama ini pak Kenan hanya terkendala di segi biaya,tetapi setelah kedatangan Sarah kerumah mereka semuanya telah berubah.Saat ini Bakso pak Kenan telah mampu membuka lima cabang dan Sarah telah membuka dua cabang.Semua resep dari ketujuh warung bakso itu diolah oleh Bu Dira dan pak Kenan


Sementara di rumahnya Pak Darwin


"Hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke empat tanpa kita rayakan bersama,walau aku tahu saat ini kamu dan anak kita tidak bisa mendengarkan semuanya tetapi aku juga harus mengucapkan selamat ulang tahun buatmu Sar"ucap Ali sambil meniup lilin yang ada di kue yang sengaja di pesan Ali


Setiap tanggal dan bulan yang sama dengan hari itu,Ali selalu merayakan hari ulang tahunnya Sarah dengan meniup lilin dan memotong kue sendiri


"Hukuman ini berat untukku Sar walau aku tahu ini belum sebanding dengan rasa sakit yang kamu alami saat kita bersama dan hingga saat ini"gumam Ali sambil menghapus air matanya yang semakin menganak sungai

__ADS_1


"Aku bahkan sangat sedih setiap melihatmu mengingat Sarah nak,apa yang harus Mama lakukan untuk bisa menemukan mereka untukmu.Mama sudah melakukan segala cara untuk mencari keberadaan Sarah dan cucu mama,tetapi hingga saat ini belum membuahkan hasil"gumam Bu Dewi sambil mengigit tangannya supaya tangisnya tidak kedengaran oleh Ali


__ADS_2