Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Akan Terjadi Hal Buruk


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Ali dan Sarah akan menikah.Semua keluarga sudah bersiap untuk pergi ke hotel yang telah di booking oleh keluarga mereka untuk melaksanakan acara pernikahan antara Sarah dan Ali


Saat semua sudah berkumpul,Ali mencari kesekeliling dan tidak menemukan keberadaan Ibunya disana


"Tidak perlu mencari Mama Al,bahkan nomor ponselnya mama pun tidak bisa di hubungi.Lupakan itu dan jangan kamu sampai bersedih apalagi di depan Sarah,jangan buat dia merasa bahwa kehadirannyalah penyebab kepergian mama saat ini"ucap Angga sambil menepuk pundak adeknya itu seolah memberi kekuatan untuknya saat itu


"Baiklah bang,tetapi Ali minta tolong hubungi Mama setidaknya kita harus tahu dimana keberadaan Mama saat ini"pinta Ali


"Kamu tenang saja Al,aku akan mencoba mencari informasi tentang keberadaan mama sat ini"ucap Angga


Semua orang yang hadir saat itu sangat senang dan bahagia,banyak keluarga,famili dan sahabat dari Ali yang datang untuk mengahadiri pernikahan Ali dan Sarah saat itu.Mereka semua turut serta mendoakan hal baik yang akan terjadi di dalam rumah tangga yang baru mereka bina saat itu.Sahabat Bu Dewi juga turut hadir saat itu,tetapi tidak sedikit pula yang menanyakan tentang ketidak hadiran Bu Dewi saat acara pernikahan putra bungsunya itu dilaksanakan


*****


"Sebelumnya aku meminta maaf bang Ali,untuk saat ini aku belum bisa menjalankan kewajibanku sebagai istrimu,entah abang setuju atau tidak tetapi aku mohon pengertianmu bang.Saat ini keberadaan Bu Dewi pun kita belum tahu dimana,bagaimana aku bisa bersenang-senang saat Ibu dari suamiku tidak tahu sedang apa saat ini.Jujur...jika aku tahu akibat dari pernikahan kita akan seperti sekarang ini,mungkin aku akan setuju kepada permintaan suruhan Bu Dewi beberapa minggu yang lalu.Hingga menunggu kepulangan Bu Dewi kerumah,aku mohon tolong supaya kita menunda semua yang seharusnya kita lakukan bang"pinta Sarah merasa tidak enak hati karena harus menunda malam pengantin mereka saat itu


"Tidak masalah Sar,hingga saat itu tiba,aku pasti bisa mahami itu semua.Satu hal yang harus kamu ketahui,seandainya pun bukan kamu yang menjadi istriku saat ini,Ibu juga akan bertindak sama seperti ini juga.Selama yang aku nikahi itu adalah pilihanku sendiri,maka Ibu akan menolak seseorang itu dengan berbagai alasan hingga aku mengatakan kata setuju untuk pilihan Ibu.Hari ini kita sudah sangat lelah,sebaiknya kita mandi secara bergantian dan kita beristirahat saja.Untuk urusan Ibu,bang Angga,kak Tia dan Papa sudah mencari dan telah melaporkan kepergian Ibu kepada keluarga dari pihak Ibu tadi"ucap Ali dan langsung bergegas ke kamar mandi


"Apa Ibu begitu tidak menginginkan keberadaanku di keluarga ini,baiklah jika memang hanya karena aku Ibu memilih pergi dari rumah,maka nanti aku akan mencoba untuk membahas hal ini dengan Bu Dewi,dan jika perlu biarlah nanti aku dan bang Ali akan berjauhan dulu hingga menunggu keadaan membaik"gumam Sarah sambil merapikan barang-barang pribadinya sambil menunggu Ali selesai menggunakan kamar mandi di kamar mereka di hotel itu


"Sekarang mandilah dan beres-beresnya besok bisa dilanjutkan"ucap Ali sambil memakai baju yang telah disiapkan Sarah untuknya

__ADS_1


Sarah langsung bergegas kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya dengan cepat,berhubung hari sudah malam dan perutnya sudah minta diisi saat itu


"Kita turun kebawah atau makanannya diantar kekamar Sar"tanya Ali saat melihat Sarah telah selesai dari kamar mandi


"Apa keluarga tidak ada yang menunggu kita dibawah bang,jika abang tidak merasa keberatan aku mau istirahat saja dan memesan makanan untuk diantar kedalam kamar ini"ucap Sarah


"Baiklah...kamu istirahatlah dulu,aku akan memesan makanannya kebawah sekalian mau memastikan keluarga yang menginap disini untuk memesan makanan masing-masing saja"sahut Ali sambil berlalu meninggalkan Sarah di dalam kamar itu


Setelah Ali turun ke lobby hotel itu,Sarah memilih merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil menunggu makanan datang


"Astaga...Sarah bahkan telah tidur dalam keadaan perut kosongnya.Maafkan aku jika sampai saat ini belum bisa membahagiakanmu,jangankan membahagiakan aku malah menambah luka dihatimu dengan penolkan Ibuku kepadamu Sar.Kedepan langkah kehidupan kita pastilah tidak mudah,tetapi aku berharap kita berdua dapat melewati semua itu dengan saling percaya dan saling mengasihi"gumam Ali sambil mencium pucuk kepala istrinya itu


"Sar....kita makan sekarang yah,kebetulan perutku saat ini kurang bersahabat,jadi sebaiknya kita makan sekarang yah"pinta Ali


"Duduklah dan mari kita makan"ucap Ali dengan sedikit memaksa untuk bisa mendudukkan tubuhnya Sarah di sova yang ada diruangan itu


"Bagaimana dengan kabar Ibu,apa hingga saat Ibu belum di temukan bang Al"tanya Sarah


"Kita makan dulu,nanti kita akan membahas hal itu"sahut Ali


Setelah keduanya selesai makan,Sarah langsung duduk disamping Ali untuk mendengar pembicaraan Ali dengan Angga

__ADS_1


"Baiklah bang,tetapi keadaan Mama baik-baik saja kan.Bang Angga, Ali minta tolong supaya Papa juga di perhatikan dirumah"ucap Ali sebelum mengakhiri panggilan di ponselnya itu


"Apa Ibu baik-baik saja bang Al"tanya Sarah tidak sabaran


"Saat ini Mama sedang berada di luar kota dan keadaannya baik-baik saja,sebaiknya kita istirahat saja supaya besok kita bisa pulang kerumah"ucap Ali


"Bang Al...lagi-lagi aku harus mengecewakanmu,tetapi entah karena apa saat ini perasaanku tidak tenang dan firasatku akan terjadi sesuatu hal di rumah bang.Jika abang tidak keberatan,sebaiknya kita pulang kerumah sekarang.Setelah semuanya membaik nanti,maka kita akan bisa kembali menginap di hotel lagi"ucap Sarah


"Apa kamu yakin Sar"tanya Ali sedikit merasa kecewa


"Yakin bang,entah ini karena efek kelelahan atau mungkin ini pertanda buruk bang,tetapi hati kecilku mengatakan akan terjadi sesuatu hal buruk dirumah nanti"ucap Sarah dengan napas yang tidak teratur dan wajah yang ketakutan


"Baiklah kita akan pulang dan biarkan saja barang-barang itu tinggal di dalam kamar ini,besok kita akan kembali kesini lagi"ucap Ali sambil menggandeng tangan Sarah yang sudah sangat berkeringat


"Kita akan sampai dirumah dan kamu tidak perlu ketakutan seperti ini"ucap Ali sambil memegang tangan Sarah


"Fokus kejalan saja bang,dan tolong lebih cepat lagi"pinta Sarah


*****


"Apa yang terjadi"teriak Sarah saat melihat orang yang mengancamnya beberapa minggu yang lalu ada dirumah mertuanya saat itu

__ADS_1


"Jangan ikut campur Sarah,jika kamu masih ingin hidup maka menjauhlah"teriak situbuh gembul itu dengan mengarahkan pisau terhadap Sarah


__ADS_2