Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Tolong Pahami Posisiku


__ADS_3

Malam itu,dengan menggunakan mobil ambulance,jenazah Meli yang ditemani oleh Agus didalamnya akan dibawa menuju rumah Agus dan Meli


Sementara Sarah yang menggunakan mobil lain memilih fokus mengurus bayi mungil yang baru saja dilahirkan itu


*****


Seminggu telah berlalu,setelah kepergian Meli,Sarah masih cuti dan menginap dirumahnya Agus.Selama cuti kerja,Sarah hanya fokus mengurus Meia sang keponakan.


"Bang...mulai besok aku harus bekerja kembali,lalu bagaimana dengan Meia bang"tanya Sarah memastikan pengasuhan Meia nanti saat Sarah sedang menjemur Meia pagi itu


"Aku sudah membahas hal ini dengan Ibu Sar,untuk sementara waktu Ibu dan Bapak akan tinggal dirumah ini dulu.Sar...saat ini aku bingung sekaligus sedih,besok setelah kita bekerja siapa yang akan mengurus Meia,aku sedih jika Meia kecil harus dititipkan di daycare.Jika tidak salah anak yang dititipkan di daycare itu harus berumur diatas tiga bulan Sar,lalu bagaimana dengan Meia yang baru berusia beberapa hari"ucap Agus dengan meneteskan air mata


"Bang Agus,masalah ini sebaiknya kita bahas bersama dengan keluarga nanti"sahut Sarah sambil membawa Meia masuk kedalam rumah itu


"Sar...jika aku bisa memohon kepadamu,apa tidak sebaiknya kamu mempertimbangkan permintaan Meli seminggu yang lalu yang di bicarakannya seeaktu dirumah sakit itu,jika kamu menganggapku egois,yah aku memang egois,aku tidak mau Meia tumbuh jauh dari hadapanku.Sar...aku orang yang tidak pandai berkata-kata,tetapi aku mohon tolong mengerti dengan keadaanku saat ini"ucap Agus

__ADS_1


"Bang...kita bisa mengurus Meia tanpa harus melakukan pernikahan.Jujur selama ini aku berpikiran bahwa abang benar-benar meincintai kak Sarah,tetapi setelah mendengar keputus asaan abang saat ini,aku malah ragu akan cinta tulus yang selama ini aku yakini.Saat ini tanah kuburan kak Meli pun belun mengering,lalu bagaimna bisa abang yang berlebel suami bisa memikirkan hal itu.Semoga dengan mendengar semua ucapanku ini,abang bisa memahami semuanya.Baiklah bang,aku akan memberikan Meia susu, dulu"ucap sarah sambil berlalu dari ruangan itu


"Maafkan aku Sar...aku telah menyakiti hatimu saat ini,tetapi percayalah aku melakukan semua ini semata-mata hanya demi Meia"gumam Agus sambil mendudukkan tubuhnya di kursi teras rumah itu


Siang harinya,setelah selesai makan siang,Sarah meletakkan Meia ke box bayi dan meminta waktu kedua orangtuanya Agus untuk berbicara sebentar


"Maaf jika Sarah mengganggu waktu Ibu dan Bapak siang ini.Besok Sarah akan kembali bekerja..."ucap Sarah memulai pembicaran diantara mereka


"Tidak masalah nak,kebetulan untuk beberapa waktu kedepan Ibu dan Bapak akan tinggal dirumah ini dulu.Saat kalian berdua bekerja,maka kami bisa menjaga Meia dirumah dan setelah kalian berdua pulang kerja,maka kita akan bisa membagi tugas"ucap Ibunya Agus


"Tetapi maaf Bu,Sarah tidak akan tinggal dirumah ini lagi.Saat besok berangkat bekerja,Sarah akan kembali tinggal di kontrakakan lama saja"ucap Sarah


"Bu...saya bisa pahami semuanya,tetapi saat ini Sarah tidak bisa memenuhi itu semua.Sarah mohon tolong pahami posisi Sarah saat ini"ucap Sarah smbil sesekali melirik box bayi yang dimana Meia saat itu sedang tertidur lelap


*****

__ADS_1


Pagi itu,setelah bangun dan mempersiapkan keperluan Meia,Sarah menyerahkan Meia kepada Ibunya Agus dan berpamitan


"Sarah pamit dulu Bu,semoga Meia nanti tenang dan paham bahwa yang mejagany saat ini adalah kedua nenek dan kakeknya"ucap Sarah sambil mencium pipi mungil bayi itu


Setelah tiba di tempat kerjanya,Sarah langsung memulai pekerjaannya dengan berusaha melupakan kejadian yang terjadi di dalam keluarganya satu minggu belakangan ini


Siang itu,setelah tiba waktu untuk istirahat,Sarah langsung menghubungi Bu Hana Ibunya Agus


"Hallo Bu,bagaimana kabarnya Meia Bu"tanya Sarah


"Meia dari tadi menangis Sar saat akan di letakkan di box bayinya,dia hanya mau tidur saat dipangku nak"sahut Bu Hana mengarahkan ponselnya ke wajah Meia yang sedang di gendong pak Ragil suaminya Bu Hana


"Hai ponakan ante...apa kabarmu nak,jangan rewel yah,jangan buat Kakek dan nenek lelah saat menjagamu nak.Meia kan anak yang baik budi,jadi ante mohon Meia anteng yah selama di jaga sama Kakek dan Nenek.Setelah pulang kerja,ante akan langsung kerumah dan akan menjaga Meia yah nak"ucap Sarah mengajak pinakannya itu berbicara.Meia yang seolah-seolah paham akan omongan Sarah barusan langsung terdiam saat setelah dimasukkan ke dalam box bayinya


"Nak Sarah...sepertinya dia paham akan semua omonganmu,dia bahkan langsung tertidur di dalam box ini setelah mendengar suaramu nak"ucap Bu Hana dengan raut wajah senangnya

__ADS_1


"Syukurkah Bu,semoga Meia anteng sampai Sarah pulang kerja Bu"sahut Sarah sambil mengakhiri panggilan di ponselnya itu


"Kak Mel...apa yang harus aku lakukan,apa sebaiknya aku berhenti kerja dan pulang ke kmpung lagi dan membesarkan Meia disana,tetapi jika itu aku lakukan,apakah keluarga bang Agus setuju akan tindakan ku nanti kak"


__ADS_2