Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Aku Tidak Berharga di Hidupmu


__ADS_3

Malam itu Nizam,Lilis dan keluarga dari Nizam memilih tidur di rumahnya Sarah karena tidak memungkinkan untuk pulang ke kota P lagi karena mengingat jarak antara kampungnya Sarah dengan kota P lumayan jauh


"Sar...bolehkah aku bertanya"tanya Nizam dengan sangat hati-hati


"Tentang apa Zam"sahut Sarah


"Sebenarnya ini bukan ranah aku,dan sebenarnya membicarakan hal ini juga tidak tepat saat kita masih dalam suasana berduka, tetapi Ali bercerita banyak kepadaku tentang hubungan kalian yang saat ini mendapat penolakan dari Ibunya Ali.Sebagai seorang sahabat,aku hanya menyarankan kepadamu supaya ikuti kata hatimu,jika memang kamu mencintai dan menyayanginya,maka berjuanglah Sar,aku mengenalmu sebagai seseorang yang memiliki hati yang tulus,mandiri dan peduli terhadap sesama dan pantang menyerah.Jika saat ini kamu butuh waktu untuk sendiri,maka itu tidak masalah,tetapi aku harap kamu tidak menghindari atau memutuskan komunikasi kepada Ali Sar.Aku tahu seperti apa kondisi dan posisi Ali saat ini yang serba salah Sar"ucap Nizam


"Saat ini aku hanya butuh waktu untuk menenangkan pikiranku Zam,saat ini aku tidak mau membahas masalah itu lagi.Aku memang hanya anak dari seorang petani,bahkan saat ini hanya seorang anak yatim piatu,tetapi aku berhak bahagia Zam"


"Bukan seperti itu Sar"ucap Nizam mencoba menjelaskan kepada Sarah


"Ternyata kalian disini,sebaiknya kita kedepan saja Sar,Zam, ada hal yang akan kita bahas bersama keluarga"ucap Agus


Sarah dan Nizam langsung mengikuti langkah Agus untuk segera tiba di ruangan yang sudah menunggu kedatangan mereka


"Baiklah Sar,kebetulan lusa abang dan si bontot akan pulang,sesuai permintaan almarhum Bapak dan Ibu dulu harus ada yang akan tinggal dirumah ini, saat ini abang belum bisa untuk pulang dan memboyong keluarga ke tempat ini.Si bontot juga sama Sar,sementara Meli juga masih baru menikah dan tidak mungkin langsung angkat keluarga ketempat ini.Saat ini kami hanya berharap kepadamu dek,tetapi jika kamu merasa keberatan kami juga tidak bisa memaksakan kehendak.Mungkin kita akan menitipkan semuanya kepada Paman dan Bibi peninggalan kedua orang tua kita ini"ucap Si Abang selaku anak tertua di keluarga itu


Sarah terdiam,sebenarnya dari semalam hal inilah yang sulit untuk di pecahkan oleh Sarah.


Sarah juga tak mungkin egois memaksakan kedua abangnya itu untuk mengalah dan pulang kekampung itu,mengingat kedua istri dari abangnya itu adalah sebagai seorang ASN yang tidak mungkin bisa pindah sesuka hati mereka.Sementara Meli juga pasti tidak bisa,mengingat Agus juga seorang ASN yang baru di pindah tugaskan kesatu daerah yang tidak mungkin minta pindah lagi."Memang sudah nasipku untuk tetap tinggal dikampung ini"batin Sarah


"Baiklah bang,biarlah Sarah yang akan tinggal di rumah ini.Tetapi mungkin dalam minggu ini aku akan kembali ke kota B dulu,mengingat semua urusanku disana belum selesai"ucap Sarah pasrah

__ADS_1


"Kita tidak memaksamu Sar,jika kamu merasa keberatan,maka kamu jangan memaksakan diri untuk bisa tetap tinggal disini "ucap salah seorang sepupu dari mereka


"Tidak terpaksa bang,sebelumnya juga Bapak dan Ibu sudah pernah membicarakan hal ini denganku"sahut Sarah


"Baiklah,jika sudah menemui kesepakatan seperti sekarang ini,maka kami pun sangat berterimakasih kepadamu dek.Jika kamu menemukan kesulitan,maka segera kabari kami,lusa kami juga harus pulang karena cuti kami hanya sedikit dek,kami harap kamu bisa mengurus semua keperluan yang di butuhkan untuk acara selanjutnya dek"ucap Si Bontot anak kedua dari keluarga itu


"Meli juga akan menunggu di sini sampai acara tujuh hari kepergian Bapak dan Ibu nanti selesai dan acara dari gereja di laksanakan bang"sahut Meli


"Baiklah dek,terimakasih buat semuanya"sahut Si Abang


....


"Aku yakin kamu sangat terpukul saat ini Sar"batin Nizam dan memilih pergi dari tempat itu untuk menenagkan emosinya yang sudah di ubun-ubun


Setelah mengenalkan dirinya,Ali meminta waktu untuk berbicara berempat dengan Agus,Meli dan juga Sarah


"Sebelumnya aku minta maaf Sar,Mel,Gus,aku baru mengetahui hal kepergian Bapak dari Seli,tetapi kepergian Ibu ini baru aku ketahui saat Nizam menghubungiku"ucap Ali merasa bersalah


"Lupakan itu AL,kamu datang ketempat ini saja kami sudah sangat bersyukur"sahut Meli


"Sar...aku harap kamu kuat menerima semua ini,kamu harus percaya kami juga ikut sepenanggungan dengan keluarga yang ada disini,Saat mengetahui hal ini,Bapak dan Ibu juga memaksa untuk ikut tadi,tetapi dengan susah payah aku bisa meyakinkan mereka bahwa kamu akan baik-baik saja"


"Terimakasih bang,tetapi bukankah aku sudah meminta suapaya memberi aku waktu dan jangan menemuiku dulu untuk sementara waktu"tanya Sarah

__ADS_1


Melihat suasana hati Sarah yang sedang tidak baik,Meli dan Agus memilih pergi dari tempat itu untuk memberi ruang untuk Ali dan Sarah untuk membahas masalah pribadi diantara keduanya


"Sar jika kamu meminta waktu untuk sendiri aku akan turuti Sar,tetapi bukan dengan cara seperti ini,kamu menghindar dari aku,kamu berhenti dari pekerjaanmu dan yang paling sedihnya lagi,Bapak pergi tanpa memberitahukannya kepadaku.Jujur saat mengetahui semuanya dari Nizam,aku merasa bahwa aku tidak berharga di hidupmu selama ini.Baiklah Sar,jika menurutmu aku tidak ada artinya lagi di kehidupanmu,maka aku akan menjauh"ucap Ali sedikit emosi


"Sebaiknya abang makan dulu,ini juga sudah jam sepuluh malam dan pasti abang belum makan kan"ucap Sarah mengalihkan pembicaraan diantara keduanya


"Tidak perlu Sar,nanti jika aku lapar,aku bisa mengambilnya sendiri.Sebaiknya kamu beristirahatlah,kamu pasti lelah menghadapi semua cobaan ini.Aku akan tidur nanti dengan Nizam dan bang Agus"ucap Ali


Sarah masih tetap duduk pada posisinya semula,sementara Ali memilih menjauh dari Sarah untuk merokok supaya dapat mengurangi emosinya


Ponselnya Ali berdering dan ternyata yang menghubunginya adalah Pak Darwin


"Hallo Pak...."sahut Ali


"Apakah kamu sudah sampai nak,bolehkah kamu memberikan ponselmu kepada Sarah"pinta Pak Darwin


Ali langsung memberikan ponselnya itu kepada Sarah dan memilih meninggalkan Sarah untuk berbicara dengan kedua orang tuanya saat itu


Setelah selesai berbicara dengan Pak Darwin dan Bu Dewi,Sarah berniat mengembalikan ponselnya Ali


"Apa kamu yakin Sarah akan tinggal di tempat ini Zam"tanya Ali


"Akupun berharap supaya itu tidak jadi kenyataan bang"Sahut Nizam

__ADS_1


"Bang Ali,ini ponselnya sudah selesai"ucap Sarah yang membuat keduanya berhenti membicarakan keputusan yang sudah diambil Sarah siang tadi


__ADS_2