
Jam menunjukan pukul dua dini hari,entah kenapa Sarah merasa kondisi Pak Irwan saat ini sedang tidak baik-baik saja
Sarah di temani Bu Dina langsung menemui perawat yang berjaga saat itu dan menyampaikan kecemasan Sarah dan meminta supaya di perbolehkan untuk menjenguk ke ruangan dimana pak Irwan sedang dirawat saat itu
"Pak...."teriak Sarah saat melihat pak Irwan sedang mengerang dan sepertinya sudah sadar dari komanya
"Bu tolong tinggalkan kami dan sebaiknya Ibu menunggu diluar saja, beri kami waktu untuk bisa menangani pak Irwan dengan fokus"ucap perawat itu
Setelah menunggu kurang lebih empat puluh menit,akhirnya dokter dan perawat itu pun keluar dari ruangan Pak Irwan dirawat saat itu
"Bagaimana keadaan bapak saya dokter"tanya Sarah dengan tidak sabar
"Keadaan Pak Irwan saat ini sudah membaik,jika tidak ada kendala yang berarti,besok pagi beliau sudah bisa kita pindahkan keruang rawat inap"sahut sang dokter
"Baiklah Dok,terimakasih atas bantuanya"ucap Sarah merasa sedikit tenang
"Wahai malam,cepatlah berlalu karena aku tidak ingin melewatkan sedetik pun tanpa melihat bapak saat ini"gumam Sarah sambil mencari tempat duduk yang dekat dengan ruangan pak Irwan
"Bu entah kenapa saat ini menurutku bapak sedang kesakitan dan berusaha menyampaikan sesuatu kepadaku"ucap Sarah
"Kamu tenang dulu Sar,kita hanya bisa berdoa semoga Bapak segera sadar dan segera bisa ikut pulang bersama kita kerumah"ucap Bu Dina mencoba menenangkan suasana hati Sarah yang sedang berantakan saat itu
Jam menunjukkan pukul lima pagi,Sarah yang sejak tadi sudah bangun memutuskan untuk langsung bergegas keruangan pak Irwan untuk memastikan apakah pak Irwan masih ada atau bahkan sudah meninggal
"Pak...."teriak Sarah saat melihat tubuh bapaknya itu sedang kejang-kejang
Dokter yang kebetulan sedang berada disana langsung memeriksa keadaan Pak irwan
"Aku mau bicara dengan anak saya Sarah"ucap Pak Iwan terbata-bata saat dokter itu hendak mengecek tubuhnya pak Irwan
Sarah yang mendengar namanya disebut oleh sang Bapak berusaha mendekati ranjang Pak Irwan
"Ada apa pak"ucap Sarah sambil menggenggam tangan sang bapak dan berusaha tersenyum
"Bapak sudah lelah,bapak mau pergi dengan tenang,tetapi tolong dengarkan aku nak,Bapak akan selalu mendukung setiap pilihanmu nak,kedepan tolong jangan berdebat dengan Ibumu"ucap Pak Irwan dan langsung menutup matanya
__ADS_1
"Pak...pak"teriak Sarah saat mengetahui bapaknya itu sudah pergi untuk selamanya
....
Setelah mengurus semua administrasi di rumah sakit,Sarah dan keluarganya pun pulang kerumah mereka dengan mengikuti iring-iringan ambulan yang membawa jenajah sang bapak menuju kampung halamannya
"Sesakit ini pak,sesedih ini pak...Bapak bahkan tak adil terhadapku"tangis Sarah di pangkuan Ibunya
"Tenang Sar,bapak sudah tenang saat ini,bapak sudah tidak merasakan sakit apapun saat ini.Kita hanya bisa mendoakan semoga bapak di terima disisi Tuhan"ucap Bu Dina menguatkan putri bungsunya itu
Pagi itu cuaca yang sangat mendung yang semakin menambah kesedihan di hati keluarga besar Sarah dan terlebih hatinya Sarah
Setelah berembuk dengan semua keluarga,di putuskan untuk pemakaman Pak Irwan akan dilakukan besok siang,mengingat kedua anak pertama dan anak keduanya pak Irwan masih sedang dalam perjalanan saat itu
Siang itu,Nizam yang sedang beristirahat mencoba menghubungi Sarah dan yang mengangkat ponselnya Sarah adalah Meli
"Kak...apa kakak juga sedang di kampung"tanya Nizam mestikan
"Ia Zam"sahut Meli
"Sarah sedang sedih Zam,Sarah sedang menangis saat ini,dia bahkan tak mau bergerak dari samping jenajahnya bapak Zam"ucap Meli menahan tangisnya
"Apa maksudmu kak"tanya Nizam memastikan pendengarannya
Meli pun menceritakan duka yang sedang menimpa keluarga mereka saat ini
"Kak turut berduka cita yah,semoga almarhum bapak di terima disisi Tuhan dan keluarga besar di beri kesabaran dan penghiburan.Jika Sarah sudah merasa tenang,tolong sampaikan kepadanya bahwa aku menghubunginya kak"ucap Nizam
"Baiklah Zam,aku akan sampaikan nanti"ucap Meli dan mengakhiri panggilan di ponselnya Sarah
Di kota B
Sore itu,sepulang kerja Ali memutuskan untuk menemui Sela di rumahnya,karena
Seli dan Ali yang belum mendapatkan kabar apapun tentang Sarah selama dua hari ini.Sela mencoba lagi dan lagi menghubungi nomor ponselnya Sarah dan aktif
__ADS_1
"Aktif Al"teriak Seli saat panggilan di ponselnya tersambung
"Hallo Sel...."
"Kak Meli sedang bersama Sarah,apa Sarah ada disana kak"tanya Seli memastikan
Meli lansung menceritakan tentang kepulangan Sarah ke kampung dan tentang berita duka yang sedang terjadi dikeluarga mereka saat ini
"Astaga kak,boleh kita alihkan ke VC kak,ada Ali juga disini yang ingin mengetahui keadaan Sarah saat ini"pinta Seli
"Saat ini Sarah sedang tidak mau di ganggu siapapun,jangankan makan dan minum,untuk sekedar berbicara saja dia tidak mau Sel,Al"ucap Meli memberitahukan kondisi adek bungsunya itu kepada Ali dan Sela
"Biarkan seperti itu dulu kak,setelah Sarah merasa tenang nanti,dia pasti akan makan dan minum,yang penting tolong dijaga supaya jangan sampai pingsan yah kak"ucap Sela mengingat tabiat sahabatnya itu
"Baiklah Sel,Al kakak akhiri dulu yah"ucap Meli sambil mengahiri pembicaraannya tadi dengan Sela dan Ali
.....
"Al..aku harus pulang hari ini atau besok pagi"ucap Seli setelah selesai menghubungi Ibunya di kampung dan mendapatkan informasi bahwa pemakaman Pak Irwan akan dilakukan besok siang
"Aku minta maaf Sel,aku tidak bisa ikut bersamamu,tetapi setelah aku pulang ke kota P,aku pasti akan pergi kekampungnya Sarah"ucap Ali
"Baiklah Al,jika tidak ada lagi yang mau kita bahas,aku mau pergi kerumahnya bang Boy dan mau menemui pimpinan ku dulu"ucap Seli
"Baiklah Sel,terimakasih atas bantuanmu"ucap Ali dan berlalu dari rumahnya Seli
Di kampungnya Sarah
Keesokan harinya,pagi-pagi sekali Sarah terbangun karena melihat gelagat dari Bu Dina yang sangat aneh.Bu Dina sudah mandi dan berpakaian kebaya padahal jam masih menunjukkan pukul lima pagi
"Ibu sedang apa disini,ini masih terlalu pagi untuk bersiap Bu,bahkan Si Abang,Si Bontot dan bang Agus juga belum tiba disini"ucap Sarah sedikit heran melihat Ibunya itu
"Aku hanya bersiap-siap saja nak supaya nanti semuanya tidak repot lagi"ucap Bu Dina dengan wajah yang sangat sulit di gambarkan Sarah saat itu
Karena merasa takut,Sarah langsung membangunkan Meli yang kebetulan tidur dikamar bersama Ibu mereka malam itu
__ADS_1
"Kak...tolong bangun dulu,lihat Ibu kita ini kak"teriak Sarah yang membangunkan seisi rumah itu yang kebetulan masih tertidur pulas karena sebagian dari mereka ada yang baru saja merebahkan tubuh mereka karena sibuk untuk memberikan minuman buat semua yang ikut melayat malam itu