Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Sepertinya Aku Mengenalnya


__ADS_3

"Walau hatiku masih sakit saat melihat bang Ali dan Sani tadi,tetapi aku harus berusaha move on dari bang Ali.Hidupku harus tetap berjalan dan saat ini aku hanya ingin fokus akan kebahagian keluarga yang benar-benar tulus terhadapku"gumam Sarah sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya


*****


Lima belas tahun berlalu


"Sebenarnya hatiku masih berat untuk melepasmu pergi kekota itu dalam waktu yang lama,tetapi sebagai orang tua aku tidak mungkin egois nak.Pergilah dan tuntutlah ilmu setinggi bintang dan raihlah semua harapanmu.Ibu hanya berharap kelak semoga kamu menjadi pria yang bertanggung jawab dan menghargai wanita"gumam Sarah sambil menghapus air matanya


"Apa Ibu menangis"tanya Andra saat melihat pundak Ibunya itu naik turun


"Tidak nak,Ibu hanya tidak menyangka bahwa kamu sekarang sudah besar dan akan segera kuliah"ucap Sarah


"Ibu....Andra akan selalu ada untuk Ibu saat kapan pun itu.Bu...Anda akan selalu menghubungi Ibu setiap hari dan jika Andra menemui kesulitan,maka Andra akan segera memberitahukan Ibu"ucap Andra sambil memeluk orang yang sangat disayangi dan di hormatinya itu


Sebenarnya Andra juga sedih saat mendengar pengumuman dari sekolahnya bahwa dia lulus dan akan masuk di perguruan tinggi di kota yang sangat jauh dari tempat mereka.Tetapi berkat dukungan dari sang Ibu,Andra pun akhirnya bersedia melanjutkan studynya di kota B


"Sebaiknya Ibu beristirahat saja,hari juga sudah lumayan larut dan besok pagi kita harus berangkat ke bandara Bu"ucap Andra sambil menuntun Ibunya menuju kamarnya


"Kamu juga segeralah beristirahat nak"ucap Sarah sambil menutup pintu kamarnya


"Aku hanya takut suatu saat Andra akan bertemu dengan Ayahnya disana.Bagaimana jika mereka mengambil alih hak asuh Andra dari tanganku,apalagi hingga saat ini bang Ali dan Sani juga belum dikaruniai anak.Jika hal itu sampai terjadi aku bahkan lebih memilih tiada dari pada harus merelakan anakku bersama mereka.Jujur sampai saat ini aku juga belum bisa melupakan kejahatan yang telah mereka lakukan kepada kami saat itu"gumam Sarah sambil merebahkan badannya dan berusaha menutup matanya

__ADS_1


Sementara Andra yang sudah masuk kedalam kamarnya langsung mencari tahu lewat ponselnya tentang seorang Ali Kurniawan yang kabarnya seorang pengusaha sukses di kota yang akan ditujunya nanti.


"Jadi apa hanya karena perbedaan status sosial itu saja yang membuat kalian tega menghiananti Ibuku.Jika saja waktu itu aku tidak mendengar pembicaraan antara tante Seli dengan Ibu,mungkin hingga saat ini aku tidak akan tahu tentang nama dan tempat dimana ayahku berada.Tenang saja Ayah...sebentar lagi kita akan tinggal dikota sama ,tetapi ketahuilah aku tidak akan mau hidup dan tinggal bersama kalian.Jika kalian tahu betapa baik dan tulusnya hati Ibuku,maka kalian akan menyesal telah melepaskan berlian demi bongkahan batu kerikil"gumam Andra sambil memandangi foto keluarga yang dipajang di akun sosial medianya Ali


****


Pagi itu Sarah bangun lebih pagi dari hari biasanya,Sarah langsung bergegas menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan anak semata wayangnya itu


Mendengar suara yang berisik didapur,bibi dan beberapa karyawan yang bekerja di warung baksonya Sarah langsung bergegas menuju dapur


"Ini masih jam tiga pagi nak Sarah,kok kamu sudah bangun saja"ucap Bi Narti saat tiba di dapur


"Entah kenapa mataku tidak bisa tidur Bi,jadi dari pada aku dikamar melamun terus lebih baik aku mulai memasak,pagi ini juga Andra akan berangkat ke kota B Bi"ucap Sarah


"Ia Bi...kita juga akan memasak makanan kesukaan Seli sahabatku"ucap Sarah sambil mulai mempersiapkan bumbu untuk digunkan memasak pagi itu


****


"Ibu juga hati-hati di sini,jangan terlalu memporsir tenaga Ibu.Andra mohon kepada Ibu supaya tetaplah doakan Andra disetiap lantunan doa yang selalu Ibu panjatkan setiap saat supaya kedepan Andra akan menjadi lelaki yang bertanggung jawab untuk Ibu,untuk hidup Andra dan untuk orang-orang disekitaran Andra yang membutuhkan"ucap Andra sambil memeluk sang Ibu


"Nek...Andra pamit dan tetaplah jaga kesehatan nenek,Andra titipkan Ibu kepada nenak dan kepada Bibi yang lain.Semoga kedepan kita di beri kesehatan dan panjang umur oleh Tuhan supaya bisa berkumpul kembali"ucap Andra sambil memeluk Bi Narti dan beberapa orang yang sengaja ikut bersama mengantarkan Andra ke bandara

__ADS_1


Selama ini Andra telah menganggap Bi Narti adalah neneknya dan beberapa karyawan yang lainnya sebagai bibinya.


Dulu sekitar empat belas tahun lalu,saat Sarah pulang dari pasar untuk belanja bahan dan keperluan untuk pembuatan baksonya,Sarah menemukan Bi Narti yang sedang duduk dan menangis karena tidak tahu arah tujuannya.Saat itu Bi Narti sengaja datang dari desanya untuk menemui anaknya yang berada di kota itu,tetapi nasipnya sedang tidak baik saat itu karena semua barang dan tasnya di rampas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.Saat harapan Bu Narti telah pupus,Sarah datang menawarkan untuk membantu dan mengajak Bi Narti untuk tinggal bersama dengannya.


Tidak beda jauh,kisah beberapa karyawan yang sekarang bersama dengan Sarah mengalami nasip yang sama dengan Bi Narti.Sarah selalu berusaha membantu orang yang sedang kesusahan dan yang membutuhkan bantuannya


****


"Kenapa juga harus ada orang ini dirumah tante Seli,apakah saat ini orang yang telah menghancurkan hidup Ibuku telah menyesal dan ingin mencari Ibu kembali.Apa aku menunggu di luar saja sampai orang itu pergi dari rumah ini"gumam Andra sambil mengenakan masker dan topi untuk menghindari Ali


"Maaf yah nak...tante tidak bisa menjemputmu ke bandara karena dirumah sedang ada tamu"ucap Seli dan langsung memeluk Andra


"Tidak masalah Tan,Andra juga kan sudah tahu ketempat ini"sahut Andra dengan membalas pelukan Seli


Deg...perasaan itulah yang dirasakan Ali saat mendengar suara orang yang ada dihadapannya itu


"Suaranya mirip sekali dengan suara Sarah persi prianya,badannya dan tingginya sama denganku"batin Ali


"Maaf Sel...siapa dia"tanya Ali begitu penasaran


"Oh perkenalkan namaku Andra Om,aku temannya anaknya tante Seli yang mau kuliah di kota ini"sahut Andra dan langsung menyalim tangannya Ali

__ADS_1


"Sepertinya aku mengenal dan sangat dekat dengannya,jantungku bahkan berdetak begitu cepat saat menerima uluran tangannya tadi"batin Ali


"Sepertinya dia penasaran denganku,aku hanya berharap jika suatu saat nanti ayahku tahu tentang keberadaanku saat ini,mereka tidak akan mengusik kehidupan kami dan semoga mereka mau menerima keputusanku untuk tetap tinggal bersama Ibu"batin Andra sambil berlalu dari ruang tamu rumahnya Seli menuju kamar tamu yang telah disediakan untuk Andra


__ADS_2