Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Sarah Melahirkan


__ADS_3

Sore itu Sarah dan Ismi langsung masuk kedalam taxi yang telah mereka pesan untuk membawa mereka kesebuah penginapan di kota itu.Sarah memilih untuk menginap dulu selama beberapa hari menunggu tubuhnya pulih untuk melakukan perjalanan jauh.Sarah bahkan memilih menginap di penginapan yang jauh dari kota untuk menghindari keberadaan mereka diketahui oleh keluarga pak Darwin


"Mohon maaf yah nak,jika karena keegoisan Ibu kamu harus pergi dan meninggalkan keluarga ayahmu.Kedepan kita harus berjuang bersama dan harus saling menguatkan supaya kita mampu berdiri diatas kaki kita sendiri.Kamu harus yakin ada Ibu yang akan selalu hadir di setiap detak napasmu"gumam Sarah sambil mencium pipi gembul anaknya itu


Sementara Ismi sedang keluar keswalayan yang ada didepan penginapan itu untuk membeli perlengkapan yang akan mereka gunakan selama mereka menginap disana


"Sel...kami sudah tiba di daerah X,jika bang Ali atau siapapun yang mencari tahu tentang keberadaan kami saat ini,tolong jangan kamu sampai memberitahukan alamatnya.Untuk keluarga ku nanti biar saja aku yang menghubungi mereka"pinta Sarah saat ponselnya telah tersambung dengan Seli


"Kamu tenang saja Sar,bang Ali bahkan sudah dua kali bolak balik datang kerumah ini untuk mencari keberadaan kalian"lapor Seli


"Biarkan saja Sel,nanti setelah dia kembali kerumah,dia akan membaca surat yang sudah aku letakkan di meja ruang tamu Sel"ucap Sarah


"Baiklah Sar...kalian hati-hatilah disana dan jika terjadi sesuatu hal maka segera kabari aku"ucap Seli sambil menutup ponselnya


Pak Darwin dan Ali sudah berusaha untuk menyisir semua rumah sakit yang ada di kota itu,tetapi hasilnya semuanya nihil


"Sebaiknya kita pulang kerumah kalian Al,barangkali disana kita menemukan petunjuk tentang keberadaan mereka saat ini"saran pak Darwin dan langsung di setujui oleh Ali

__ADS_1


Setelah tiba di rumahnya Ali,pak Darwin langsung bertanya kepada Bu Dewi apakah mereka menemukan petunjuk tentang keberadaan Sarah saat itu


"Al...ini ada surat yang ditulis oleh Sarah"teriak Angga saat tidak sengaja menjatuhkan kunci mobilnya diatas meja rung tamu rumah itu dan menemukan jertas yang diletakkan disana


Ali langsung berlari dan menyambar surat itu dari tangannya Angga


"Apa isi suratnya Al"teriak Bu Dewi


Saat ini Bu Dewilah yang merasa sangat khawatir karena kepergian Sarah dan cucunya itu.Bu Dewi telah menyadari kesalahannya selama ini terhadap Sarah yang merencanakan perselingkuhan antara Ali dan Teri


"Sudahkah kamu menyesal saat ini"tanya Pak Darwin kepada istrinya itu


juga telah membatalkan semua yang telah mereka rencanakan tentang pernikahan Ali dan Teri secara sepihak tanpa sepengetahuan Ali dan Teri saat itu


"Sebelumnya aku meminta maaf untuk semua karena telah membuatmu resah atas kepergian kami ini.Selama ini aku sudah banyak menerima kebaikan darimu bang Ali,baik kebaikan sebagai seorang teman,kebaikan sebagai seorang pacar dan kebaikan sebagai seorang suami.Untuk semua kebaikan itu aku mengucapkan terimakasih yang tak terhingga untukmu bang.Saat mengetahui bahwa aku hamil setelah pulang dari rumah sakit,hari itu hatiku sangat bahagia karena kurang lebih sembilan bulan dari hari itu aku akan menjadi seorang Ibu dan kamu akan menjadi seorang Ayah.Waktu berlari begitu cepat yang tidak mau diajak untuk kompromi barang satu hari saja.Siang itu aku datang kekantormu untuk mengajakmu kesuatu tempat karena hari itu adalah hari ulang tahunku,tetapi bukan kado yang indah yang kamu berikan untukku saat itu.Aku tidak sengaja mendengar semua rencana pernikahanmu dengan Teri yang telah disetujui oleh semua keluarga besarmu.Saat itu aku hanya berusaha diam dan menunggu kejujuranmu.Sebulan,dua bulan bahkan berbulan-bulan berlalu semuanya diam dan berusaha untuk menyembunyikan semuanya dari aku.Hatiku semakin beku manakala setiap aku pergi kontrol kamu selalu punya alasan untuk tidak ikut andil dalam hal itu.Saat itu aku pun berjanji pada diriku sendiri untuk tidak lagi berharap kepada siapa-siapa kecuali kepada Tuhan dan kepada diriku sendiri"


Ali menjeda untuk membaca dan membayangkan kejahatan mereka terhadap Sarah saat itu

__ADS_1


Ali tak kuasa menahan tangisnya dan mendudukkan tubuhnya di sova rumah itu


Setelah merasa lebih tenang,Ali kembali melanjutkan membaca goresan istrinya itu


"Kontrol terakhir di bulan ini yang seharusnya puncak dari kebahagiaan ku itu akhirnya harus pupus juga karena sepulang dari rumah sakit,aku juga harus menelan pil pahit saat melihat mu bergandengan dengan istrimu barumu itu.Kamu menolak untuk pergi bersamaku dan lebih memilih pergi bersamanya.Selama ini aku yakin kamu telah memahamiku dan kamu telah memahamiku,tetapi aku salah bang Ali,kamu tidak bisa memahamiku dalam hal apapun.Baiklah biar aku perjelas lagi bang,bagiku barangku ataupun milikku tidak akan pernah kubagi buat sipapun.Beda hal jika barang atau milikku itu yang ingin berbagi,maka aku akan memilih pergi dan melepaskanya.Bagiku pernikahan adalah sakral dan hanya sekali seumur hidup,selama pernikahan itu berjalan tidak boleh ada hati lain yang harus di jaga dan cinta yang harus dibagi.Jadi berbahagialah untuk semua pencapaianmu itu.Saranku jangan pernah menyakiti hati seseorang yang tulus ingin hidup bersamamu"


"Saat membaca surat ini,jika tidak ada halangan aku sudah mendapat gelar baru sebagai seorang Ibu dari seorang anak lelaki yang akan menjagaku nanti selama hidupku.Semoga kamu juga ikut senang saat mengetahui hal ini,tetapi maaf jika aku harus pergi bersamanya karena aku tidak bisa hidup bersama denganmu lagi.Aku berjanji selama aku masih hidup,aku akan berusaha untuk tidak akan mempertemukanmu dengan anakku itu.Kamu memang ayah biologisnya tetapi kamu bukanlah Bapak untuknya karena aku akan menggantikan posisi itu untuknya"


"Baiklah selamat menikmati hari-harimu dengan semua rencana indahmu itu,kamu juga tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk menjaga perasaanku,tolong sampaikan salamku dan maafku buat Bapak dan Ibu karena belum bisa menjadi menantu yang baik buat mereka selama ini.Selamat tinggal buatmu"


Dariku - Sarah


Setelah selesai membaca surat itu,Ali langsung mendudukkan tubuhnya di lantai sambil menjambak rambutnya dengan kasar


"Apa yang terjadi Al"tanya Angga sambil merangkul Ali


"Sarah sudah melahirkan anak kami bang,tetapi Sarah sudah pergi jauh dan memilih meninggalkanku"sahut Ali

__ADS_1


Bu Dewi yang mendengar perkataan anak bungsunya itu langsung terduduk dan memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak


__ADS_2