Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Aku Tidak Sebodoh dan Sehina itu


__ADS_3

Setelah tiba di rumah,Ali tidak melihat keberadaan Ibunya disana


"Mama belum pulang Pak"tanya Ali saat bertemu dengan Pak Darwin di ruang tengah rumah itu


"Belum Al"sahut Pak Darwin


"Pak...saat ini Ali sangat sakit hati sekaligus sedih melihat tingkah Mama tadi saat dirumahnya Seli"ucap Ali


"Duduk dulu Al,kita perlu membahas hal ini"ucap pak Darwin mencoba menenangkan hati putra bungsunya itu


"Pak...saat ini Ali memang benar-benar telah jatuh hati kepada Sarah,saat pertama kali Ali bertemu Sarah di kota P,saat itu juga Ali sudah sangat mengaguminya Pak.Saat Ali masih belum paham dan tidak tahu harus mengerjakan apa disana,Sarah selalu membantu Ali pak.Jika memang Mama hanya melihat harta dan status dari Sarah,maka itu salah besar Pak.Saat Ali berhubungan dengan Helen,Mama sangat setuju setelah mengetahui keadaan keluarga Helen yang sebenarnya.Belakangan saat Mama mengetahui Helen berselingkuh,Mama yang paling kekeh memaksa Ali untuk melupakan Helen dan berjanji tidak akan mencampuri urusan jodohnya Ali lagi asalkan saat itu Ali bisa melupakan Helen dari hidupku.Setelah perjuanganku selama kurang lebih tiga tahun yang lalu,kenapa Mama dengan mudahnya menghadirkan Helen kembali di kehidupan kita Pak"ucap Ali dengan emosi


"Tenangkan pikiranmu nak,saat ini kita harus bisa mencari solusi dan menjauhkan Helen dari Mamamu.Saat Bapak pertama kali bertemu dengan Sarah,jujur Bapak sudah sangat senang dan sangat setuju akan pilihanmu nak.Nanti bapak akan membicarakan hal ini lagi kepada Mamamu"ucap pak Darwin


"Ali mohon pak,saat ini Ali sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan Bapak"ucap Ali penuh harap


"Bapak akan usahakan yang terbaik untuk kamu nak"ucap Pak Darwin sambil memeluk putranya itu


"Baiklah pak,Ali mau beristirahat dulu"ucap Ali sambil beranjak dari kursinya menuju kelantai dua rumah itu dan langsung masuk kedalam kamarnya

__ADS_1


"Mama dari mana saja tadi"tanya pak Darwin sedikit emosi saat melihat banyak tentengan paperback di tangan istrinya itu


"Kami dari mall Pa,dari pada berbicara dari gadis itu,lebih baik Mama pergi berbelanja dengan Helen tadi"sahut Bu Dewi dengan entengnya dan ingin berlalu ke kamarnya


"Berhenti disana"ucap Pak Darwin


Mendengar suara suaminya yang sangat emosi itu,Bu Dewi pun langsung menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya menghadap suaminya itu


"Siapa yang membayari semua belanja Mama itu"tanya Pak Darwin


"Helen Pa"ucap Bu Dewi spontan


"Tapi Pa..."


"Tidak ada tapi-tapian"ucap Pak Darwin berlalu dari tempat itu


"Lihat saja gadis kampung,aku bahkan harus menerima amukan dari suamiku hanya karena keberadaanmu dikehidupan Ali saat ini.Apa semua orang menganggap bahwa aku juga suda bisa melupakan penghianatan Helen dulu kepada putra kesayanganku itu.Aku juga tidak sebodoh dan sehina itu,aku tidak mungkin menggunakan uang orang yang sudah jelas menghancurkan hidup putraku.Saat ini aku hanya ingin membalas Helen karena dia sudah di campakkan oleh kekasih sialannya itu.Sekarang juga aku sangat kesal karena Ali tidak mau menerima orang yang aku jodohkannya dengannya yang jelas-jelas dia adalah wanita baik-baik.Seorang Ibu akan berusaha memilih yang terbaik untuk anaknya,tetapi entah kenapa Ali menolak dan lebih memilih Sarah yang jelas-jelas orang kampung yang tidak jelas bibit bobotnya"gumam Bu Dewi dengan penuh emosi


"Aku bahkan tidak mengenali sifat istriku saat ini.Aku juga tak tahu akan seperti apa reaksi Ali saat mengetahui hal ini nanti.Sebaiknya jangan sampai Ali tahu,kalau tidak aku akan kehilangan dia untuk yang kedua kalinya.Jika memang istriku ini masih belum sadar,besok aku akan menyuruh Ali untuk sementara tinggal di tempat lain saja sampai Ibunya menyadari kesalahannya itu"gumam Pak Darwin sambil menyeruput kopinya sore itu

__ADS_1


Sementara dirumah Seli,


"Sar....aku hanya tidak menyangka kalau Bu Dewi akan bertindak sampai sejauh ini,jika dia memang benar-benar tidak menginginkan keberadaanmu dikeluarga mereka,sebaiknya dia tidak perlu menghadirkan orang yang sudah membuat anaknya hampir tiada"ucap Sela dengan begitu emosi


"Saat ini aku sudah pasrah Sel,besok juga aku akan pulang ke kampung,jadi aku tidak perlu mengingat itu kembali.Sebaiknya kita tak perlu membahas masalah itu lagi Sel,saat ini aku hanya fokus terhadap hidupku lagi Sel,aku hanya berharap semoga Bu Dewi tidak sampai melukai bang Ali lagi hanya karena egonya Sel"ucap Sarah


Dirumah Ali,saat itu Ali lebih memilih mandi dan berendam di bathtup untuk menenangkan pikirannya selama satu jam lebih


Setelah merasa cukup,barulah Ali menggunakan pakaiannya dan kembali menghubungi Sarah lewat ponselnya


"Sar...besok pesawatmu jam berapa"tanya Ali setelah panggilan diponselnya itu tersambung


"Jam sepuluh pagi bang"sahut Sarah


"Sar....saat ini hatiku benar-benar terluka dan sampai sekarang emosiku juga masih belum stabil.Aku minta maaf malam ini aku tidak bisa ketempatmu untuk menemuimu,jika besok tidak ada halangan,aku akan mengantarkanmu ke bandara"ucap Ali


"Tenangkan pikiranmu bang,jangan sampai emosi menguasai pikiran abang yang akan merugikan abang sendiri.Jika besok abang sibuk,sebaiknya jangan dipaksakan bang"ucap Sarah dengan sangat hati-hati.Sarah berusaha menahan diri untuk tidak marah dan tidak menghindari Ali selama dia berada di kota B."Nanti setelah aku tiba kampung,aku akan berusaha melupakanmu dan seluruh perbuatan Ibumu terhadapku.Besok saat aku melangkahkan kakiku untuk pulang ke kampung,maka saat itupula namamu akan kulupakan dengan perlahan-lahan,inilah janjiku untuk diriku saat ini bang Ali"batin Sarah


"Baiklah Sar,kita istirahat saja malam ini"ucap Ali sebelum mengakhiri panggilan di ponselnya itu

__ADS_1


"Selamat malam bang"ucap Sarah


__ADS_2