
"Mohon maaf yah bu,jika mungkin saat ini Ibu belum di beritahukan oleh Pak Darwin atau bang Ali tentang rencana pernikahan kami,maka ijinkan aku menyampaikan kepada Ibu bahwa satu bulan lagi kami akan menikah.Sarah hanya berharap dan memohon kepada Ibu sebelum pernikahan itu tiba,semoga Ibu sudah merestui hubungan kami ini bu"
"Jangan harap itu akan terjadi,percayalah baik hari ini besok atau sampai kapan pun aku tidak akan pernah setuju dengan hubungan kalian.Baiklah aku tidak akan membuang waktu berhargaku dengan berbicara denganmu disini"ucap Bu Dewi dengan berlalu dari rumahnya Sarah
"Apa aku yakin akan melangkah kejenjang pernikahan yang sudah jelas tidak akan direstui oleh calon Ibu mertuaku nanti.Hubungan yang seperti apa yang akan kami jalani nantinya jika restu itu tidak kunjung di dapatkan.Ah sudalah.....lupakan itu dulu,lebih baik aku memberikan Meia susu dulu,sekalian akan mengabari kepada keluarga tentang hasil dan rencana pernikahan kami ini.Mungkin minggu depan Meia juga akan di jemput oleh kakek dan neneknya.Semoga kedepan semuanya baik-baik saja"gumam Sarah sambil berlalu kedalam kamarnya
"Sar....kami sudah tiba dirumah dengan selamat,oh yah Sar apa Ibu mengganggumu.Aku melihat sosial media salah satu teman Ibu sedang berlibur di desa dan Ibu juga ada disana.Aku hanya berharap Ibu tidak melakukan hal apa pun kepadamu Sar"
"Tenang saja bang,semuanya baik-baik saja dan Ibu tidak ada melakukan hal apapun kepadaku"
"Entah kenapa hatiku berkata lain dari yang kamu sampaikan ini Sar,aku mengenal Ibuku dengan sangat baik sehingga hal sekecil apapun yang di rencanakannya maka aku juga pasti akan bisa merasakannya.Jika Ibuku menyakitimu,tolong jangan diam dan menerima begitu saja,aku mau kamu bisa melawan jika itu memang salah.Sar kita bis patuh dan taat pada orang tua,tetapi bukan berarti saat kita di hina dan direndahkan kita bisa diam saja.Kamu punya harga diri dan jangan mau di rendahkan seperti itu,jika kamu marah maka lampiaskan amarahmu dan jangan diam saja"
"Baik lah bang,terimakasih buat dukungan mu bang,terimakasih juga saat dalam keadaan terpuruk dalam hidupku abang selalu ada dan selalu mendukungku"
"Itu pasti Sar,baiklah aku akan beristirahat dulu dan jika Ibu masih mengganggumu,maka segera kabari aku Sar"
"Itu pasti bang"sahut Sarah
*****
__ADS_1
"Bu,Pak hati-hati di jalan dan sampai bertemu di bulan depan"ucap Sarah sambil menciumi pipi gembulnya Meia
"Baiklah nak Sarah,kamu juga hati-hatilah di rumah dan jangan sampai stres,semoga acaranya nanti berjalan lancar tanpa kendala apapun.Jaga dirimu dan berserahlah pada Tuhan.Kedepan kamu harus bahagia karena selama ini kamu telah berjuang buat orang-orang yang kamu sayangi"ucap Neneknya Meia sambil memeluk Sarah
"Terimakasih Bu"ucap Sarah sambil membalas pelukan neneknya Meia
"Sampai bertemu tiga minggu kedepan yah anak ante,baik-baik bersama kakek dan nenek dan jangan penangisan yah,jadilah anak yang baik budi yah nak"ucap Sarah sambil mencium Meia
Setelah kepulangan Nenek,kakek dan Meia dari desa itu,Sarah hanya duduk dan menangisi kepergian Meia dari rumahnya.Bagaimana tidak,Sarah sudah merawat Meia selama kurang lebih satu tahun ini
"Nak....semoga kamu baik-baik saja dan semoga kamu bisa beradaptasi dengan situasi disana"gumam Sarah
*****
"Apa semua baik-baik saja Sar"tanya Seli saat melihat Sarah sedang menghapus air matanya
"Saat ini aku tidak bisa mengatakan hal apapun Sel,saat seseorang akan menikah maka hatinya akan sangat senang sehingga tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata,tapi aku berbeda Sel,hingga saat ini hubungan kami pun belum di restui oleh Bu Dewi.Sel...menurutmu apakah aku telah melakukan kesalahan dengan menerima lamaran dari bang Ali.Apakah sebaiknya pernikahan ini tidak dilakukan Sel"tanya Sarah dengan menghadapkan wajahnya kepada Sela
"Sar...kamu sudah berjuang sampai disini,sebelumnya Bu Dewi tidak menyetujui hubungan kalian tetapi seiring berjalannya waktu dan setelah Bu Dewi datang kedesa,maka Bu Dewi ngotot untuk menikahkanmu dengan bang Ali yang dimana saat itu kamu sedang memiliki hubungam dengan orang lain.Saat kejadian buruk itu datang,maka Bu Dewi juga berusaha untuk kembali menolak hubungan kalian dengan alasan yang tidak masuk akal.Sar..perlu kamu ketahui,di dalam dirimu tidak ada yang berubah,yang ada hanyalah pandangan Bu Dewi yang tidak bisa terbuka.Sebagai sahabat aku mendukungmu dan akan selalu ada untukmu.Tetaplah menikah dan semua keadaan akan baik-baik saja"ucap Sela
__ADS_1
"Terimakasih Sel,semoga kedepan semuanya akan baik-baik saja"ucap Sarah sambil memeluk Seli
Pagi itu,keluarga Ali datang kerumahnya Seli untuk menjemput Sarah karena akan menemui WO yang mengurus segala keperluan pernikahan Ali dan Sarah
"Maaf Sar Ibu belum mau ikut bersama dengan kita saat ini"ucap Ali saat melihat kesedihan di wajah calon istrinya itu
"Tidak masalah bang,semoga besok Bu Dewi akan membuka hatinya untuk menerima kita"ucap Sarah
Saat semua urusan selesai,pak Darwin mengajak mereka semua kerumah karena dirumah makanan telah dimasak dan sekalian ingin membahas kelanjutan tentang pernikahan yang sebentar lagi akan dilaksanakan
"Dimana Ibu Bi"tanya Pak Darwin setelah tiba dirumah
"Ibu pergi setelah Bapak dan yang lainnya pergi pak,Ibu juga tidak memberitahukan kepergiannya kemana"ucap Bibi
"Baiklah,kita akan makan dulu baru kita akan melanjutkan pembahasan yang lainnya nanti"ucap Pak Darwin sambil menuju meja makan rumah itu
"Apa sebenci itukah Bu Dewi terhadap keberadaanku saat ini,sehingga semua orang di acuhkannya termasuk suaminya sendiri"batin Sarah
"Sar...kita makan sekarang dan jangan terlalu dipikirkan,jika Ibu memutuskan untuk pergi dari rumah demi menghindari kita maka itu adalah pilihihan Ibu sendiri.Jangan stres karena hari bahagia yang kalian nantikan ini adalah hari bahagia yang akan trjadi sekali seumur hidup"ucap Angga abangnya Ali
__ADS_1
"Dan satu lagi jika ada yang keberatan ataupun tidak setuju akan pernikahan ini,maka siapapun itu silahkan keluar dari rumah ini.Papa harap kita semua seharusnya saling mendukung bukannya malah mencari kesalahan dan memusuhinya"ucap Pak Darwin