Dia Lelaki Pilihanku

Dia Lelaki Pilihanku
Aku Berharap Kamu Kuat Sar


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam dirumahnya Ali,Sarah pun pamit untuk pulang kerumahnya


"Bang Ali sebelumnya aku minta maaf jika penilaianku ini salah terhadap Bu Dewi" Sarah menjedah ucapanya dan menghirup udara di sekitarnya dengan sangat dalam.Ali yang menyaksikan tingkah Sarah itu merasa sedih karena respon Ibunya tadi terhadap Sarah yang sangat sulit untuk di tebak oleh semua orang yang hadir disana


"Bicaralah Sar,aku pasti tidak akan marah atau pun tersinggung saat kamu menyampaikan penilaianmu terhadap Ibuku"pinta Ali


"Dari yang aku lihat,sepertinya Bu Dewi ingin memanfaatkan situasi kedatangan kita tadi kerumahmu bang,disatu sisi Bu Dewi bisa mengumumkan kepada keluarga yang hadir saat makan malam tadi bahwa Ali saat ini sudah bisa move on dari masalalunya,tetapi disisi lain Bu Dewi juga menekankan dan menegaskan bahwa yang akan menjadi istrinya seorang Ali harus lah dari keluarga yang setara dan bila penting harus diatas keluarga kalian.Aku bisa memahami kecemasan seorang Ibu terhadap anaknya,apalagi jika itu mengenai calon istri anaknya yang akan dibawanya masuk kedalam keluarga besar nantinya.Bang Ali jujur untuk saat ini aku memang sudah mencintai abang dan sudah menyayangi abang,tetapi perlu kamu ketahui rasa sayang dan cintaku ini tumbuh sebelum aku mengetahui bahwa kamu adalah seorang anak dari konglomerat di kota ini.Setelah mengetahui keadaan yang sebenarnya,aku akan memilih membunuh rasa itu karena aku sudah mengetahui kriteria seperti apa yang akan dijadikan menantu di keluarga kamu nantinya"ucap Sarah sedikit emosi


Masih jelas di telinga Sarah tadi omongan Bu Dewi yang sangat melukai hatinya sebagai seorang wanita yang pastinya tidak akan sepadan dengan keluarganya Ali jika diukur dari harta yang dimiliki


"Sar...aku tahu perkataan Ibu ku tadi sangat melukai hatimu,tetapi jujur Sar,kamulah orang pertama yang kuat bertahan sampai waktunya pulang dan tidak menangis atas ulah Ibuku Sar.Dulu setiap aku membawa perempuan dan memperkenalkan mereka dengan keluargaku,maka semuanya memilih pulang dan meninggalkan keluarga sebelum waktunya untuk pulang.Aku harap Sar, status dan kebenaran apa pun yang sudah kamu ketahui tentang keluargaku,itu tidak akan merubah rasa cinta dan sayang kita antara yang satu dengan yang lain"ucap Ali tulus


"Untuk saat ini,tolong beri aku ruang dan waktu untuk sendiri bang"ucap Dini


"Baiklah Sar,aku tidak akan memaksamu,tetapi aku mohon jangan blokir nomorku lagi,kita pasti bisa mengatasi semuanya.Ibuku hanya masih trauma akan ...."Ali berhenti berbicara dan membuang wajahnya ke sembarang arah


"Jangan katakan apa pun jika kamu belum siap untuk itu"ucap Sarah mencoba menenangkan Ali dengan menggenggam tangan kirinya Ali

__ADS_1


"Terimakasih atas pengertianmu Sar,kita sudah sampai di rumahmu,sebaiknya kamu masuk dan langsung beristirahat"nasehat Ali


"Baiklah bang,hati-hati di jalan dan terimakasih buat semua kebaikan mu hari ini"ucap Sarah dan langsung masuk kedalam rumah kontrakannya itu


Setelaha kepulangan Ali dari rumahnya,Sarah langsung mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur


Sambil merebahkan badannya di tempat tidurnya,Sarah merogoh ponselnya yang dari tadi sengaja di buat mode diam oleh Sarah karena tidak sopan jika saat berbicara serius,tiba-tiba ada panggilan yang pasti sangat mengganggu konsentrasi diantara keluarga besar itu


"Hallo Zam...apa kabar"tanya Sarah setelah sambungan di ponselnya tersambung


"Hai Sarah,maaf jika masih menggangumu hingga sekarang"ucap Nizam saat melihat wajah sendunya Sarah di ponselnya


Nizam langsung menceritakan soal kedekatannya dengan seseorang saat itu.


"Baguslah Zam kamu sudah bisa membuka diri untuk wanita lain,tetapi aku berharap,kedepan supaya kamu tidak akan pernah lagi menyakiti perasaan perempuan mana pun Zam,jika memang diantara kalian ada kecocokan maka tak ada salahnya di lanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi.Jujur saat mendengar berita ini aku sangat sedih bercampur bahagia.Sedih karena kita pasti akan memiliki jarak antara satu dengan yang lain,tetapi bahagia karena kamu sudah bisa melepaskan kepergianku dan sudah moveon dengan menerima orang lain di hidupmu.Kedepan mari kita saling mendoakan hal yang baik yang akan terjadi kepada kita masing-masing.Aku juga berharap Zam,kita bisa menjadi saudara yang akan selalu siap untuk membantu antara yang satu dengan yang lainnya.Zam sebenarnya aku berat untuk mengungkapkan berita ini,tapi jujur saat ini aku tidak bisa percaya kepada siapapun Zam,jika tidak ada halangan,awal bulan depan aku akan kembali ke kampung untuk mengurus Bapak yang sedang sakit"ucapan Sarah tertahan mana kala dia mengingat Nizam pernah saling berkomunikasi dengan Ali sebelumnya"Tapi kamu harus janji tidak akan menceritakan apapun dan akan tetap merahasiakan ini dari siapapun Zam"pinta Sarah memelas


"Apa yang terjadi Sar,lalu bagaimana dengan pekerjaanmu"tanya Nizam

__ADS_1


"Sebelumnya aku sudah membahasnya dengan bos Zam"ucap Sarah dan menceritakan semuanya kepada Nizam tentang dakit yang diderita oleh orangtuanya sekarang


"Aku berharap kamu kuat menerima dan menjalani semuanya Sar"ucap Nizam memberi dukungan pada Sarah


"Terimakasih Zam"balas Sarah


Sementara dirumah Ali


Setelah sampai dirumah,Ali langsung menemui kedua orang tuanya untuk meminta penjelasan tentang pembicaraan Ibu nya tadi terhadap Sarah


"Ibu hanya berharap yang terbaik yang akan menjadi istrimu Ali,jika yang dipilihkan saja bisa tidak bagus,bagaimana dengan yang tak dipilih.Keluarga kita adalah keluarga terpandang,apa kata orang nanti saat Sarah masuk dalam kehidupan kita"tanya Bu Dewi begitu berapi-api


"Lalu apa tujuan Ibu memanggil semua keluarga tadi untuk hadir dirumah ini.Bu kumohon kali ini saja ijinkan Ali menjalani kehidupan dan percintaanku dengan pilihanku sendiri Bu.Ali sudah besar Bu,Ali sudah bisa menentukan apa yang baik dan tidak untuk hidupku.Saat ini Sarahlah yang terbaik untuk hidupku Bu"ucap Ali


"Percaya atau tidak,semua wanita itu sama Al,saat dia melihat ada lelaki yang lebih segalanya dari dirinya,maka dia akan mati-matian memperjuangkan itu"ucap Bu Dewi tak mau kalah


Sementara pak Darwin yang sedari tadi hanya mendengar pembicaraan anak dan Ibu itu,akhirnya ikut bergabung dan langsung menghentikan omongan istrinya itu untuk tidak menyakiti hati anak mereka yang baru pulang kembali setelah beberapa tahun ini pergi meninggalkan rumah itu

__ADS_1


"Sudalah ma,jangan terlalu memaksakan kehendakmu terhadap Ali,biarkan Ali dan Sarah saling mengenal dulu,jika mereka berjodoh,sekuat apapun Mama melarang mereka,maka mereka pun pasti akan bersatu"ucap Pak Darwin


__ADS_2